<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jenazah covid diambil keluarga &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/jenazah-covid-diambil-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2021 09:27:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>jenazah covid diambil keluarga &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kapolda NTT : Tindak Tegas Warga Yang Ambil Paksa Jenazah</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/kapolda-ntt-tindak-tegas-warga-yang-ambil-paksa-jenazah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 09:27:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah covid diambil keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Mapolda NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=9704</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8211;Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif,  memerintahkan anggotanya untuk menangkap dan menindak tegas warga&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/kapolda-ntt-tindak-tegas-warga-yang-ambil-paksa-jenazah/">Kapolda NTT : Tindak Tegas Warga Yang Ambil Paksa Jenazah</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8211;Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif,  memerintahkan anggotanya untuk menangkap dan menindak tegas warga yang mengambil paksa jenazah Covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolda menegaskan sikapnya itu kepada awak media di Mapolda NTT, Kamis (22/7/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya tidak akan berikan toleransi lagi bagi warga masyarakat yang mengambil paksa jenazah Covid-19 walau dengan alasan apa pun ,&#8221; tegas Kapolda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolda menegaskan sikapnya itu menyusul insiden perebutan jenazah di RS Siloam Kupang, Rabu (21/7/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Kapolda,  warga yang mengambil paksa jenazah korban Covid-19 akan dikenakan pasal 212 dan 218 KUHP dan pasal 93 UU Nomor  2018 tentang karantina kesehatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesehatan masyarakat, kata Kapolda,  jauh lebih penting dan diutamakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu kepada para kapolres dan kapolsek di NTT, Kapolda memerintahkan untuk menangkap dan memroses  hukum warga masyarakat yang memaksa mengambil jenazah korban Covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jangan karena emosional harus mengambil paksa jenazah covid.  Saat ini saya telah perintahkan kapolres untuk melaksanakan swab bagi beberapa warga yang kemarin kontak erat dengan jenasah covid yang diambil paksa,&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mulai saat ini, saya tidak mentolerir lagi,  akan langsung ditangkap dan ditindak sesuai proses hukum yang berlaku,&#8221; tegas jenderal dua bintang ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila ada keluarga ingin melihat jenazah, kata Kapolda, maka harus melalui koordinasi yang baik dengan pihak rumah sakit, tapi jangan pernah mencoba mengambil paksa jenazah. (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/kapolda-ntt-tindak-tegas-warga-yang-ambil-paksa-jenazah/">Kapolda NTT : Tindak Tegas Warga Yang Ambil Paksa Jenazah</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarga Korban Covid Malaka Minta Ditracing</title>
		<link>https://kabarntt.id/flobamorata/keluarga-korban-covid-malaka-minta-ditracing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 03:17:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Flobamorata]]></category>
		<category><![CDATA[Betun]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[jenazah covid diambil keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Penyanggah Perbatasan Betun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=9695</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Keluarga (Alm) Fr. Alfonsius Tae, HHK, yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Malaka&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/keluarga-korban-covid-malaka-minta-ditracing/">Keluarga Korban Covid Malaka Minta Ditracing</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8212;Keluarga (Alm) Fr. Alfonsius Tae, HHK, yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di Malaka meminta petugas kesehatan setempat melakukan <em>tracing</em> (penelusuran) terhadap seluruh anggota keluarga korban.</p>
<p style="text-align: justify;">Tracing terhadap anggota keluarga korban ini penting karena penguburan jenazah korban dilakukan oleh keluarga sendiri, bukan  oleh Satgas Covid-19  dengan mengikuti protokol Covid.</p>
<p style="text-align: justify;">Bruder Salomon, SVD, salah seorang anggota keluarga korban  mengharapkan  agar seluruh keluarga almarhum, terutama yang merawat korban sebelum meninggal dan terlibat dalam rangkaian acara penguburan ditracing.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita takutkan keluarga yang lain juga terpapar. Karena itu perlu tracing, sampai sekarang belum juga ditracing,” kata Bruder Salomon, Kamis (22/7/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Bruder Salomon menjelaskan, Fr. Alfonsius Tae, HHK dibawa ke RSUPP Betun, Minggu (18/7/2021) karena sakit.  Pihak RSUPP segera melakukan tindakan medis dan mendapati Fr. Alfonsius positf Covid-19 dengan gejala berat.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu Fr. Alfonsius dimasukkan ke ruang isolasi setelah keluarga menyetujuinya. Setelah ditangani tim medis, ternyata tidak bisa tertolong, dan pada hari Senin (19/7/2021), dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, Fr.Alfonsius meninggal  dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak RSUPP Betun menginformasikan kepada keluarga agar menyiapkan kuburan dan peti jenazah. Pada pukul 08.00 Wita tim pemulasaran jenazah sudah selesai melaksanakan tugasnya memandikan dan mempersiapkan  jenazah dengan protokol kesehatan, dan keluarga juga sudah membawa peti.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga menunggu proses penguburan almarhum oleh petugas. Sampai pukul 13.00 Wita petugas belum juga menguburkan jenazah. Terlalu lama menunggu, keluarga dan pihak RSUPP Betun  mengambil keputusan untuk membawa sendiri jenazah almarhum yang nota bene korban Covid ke pekuburan keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Bruder Salomon mengaku sempat mengontak Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, mengadukan kasus ini. Bupati Malaka, kata Bruder Salomon, sudah menanyakan kasus ini ke Kepala Dinas Kesehatan Malaka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari informasi yang didapatnya, kata Bruder Salomon, petugas pengubur jenazah tidak menjalankan tugasnya karena insentif mereka mengubur jenazah sebelumnya belum dibayar.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas nama keluarga Bruder Salomon memberikan beberapa catatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama, tim kesehatan (Dinkes dan RSUPP) telah melaksanakan tugas pelayanannya penuh dengan tanggung jawab dan pengorbanan yang luar biasa kepada almarhum Fr. Alfonsius.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, tim-tim yang lain seperti Dinas PU, Dinas Sosial/tagana, Satpol PP/Perhubungan, ada kesan dari pihak keluarga belum melaksanakan tupoksinya sesuai dengan protkol kesehatan Covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, belum ada koordinasi yang baik di antara tim-tim tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Keempat, bila ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia lagi, jangan mengalami nasib yang sama seperti Fr. Alfonsius Tae, HHK almarhum.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang, kata Bruder Salomon, pihak keluarga menunggu petugas   untuk melakukan tracing guna memastikan apakah ada keluarga yang terpapar Covid-19 sehingg bisa diambil tindakan lebih cepat. (<strong>den</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/keluarga-korban-covid-malaka-minta-ditracing/">Keluarga Korban Covid Malaka Minta Ditracing</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
