<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Laba Bank NTT &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/laba-bank-ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2023 11:17:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Laba Bank NTT &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jalankan Fungsi Sosial, Profesor Fred Benu: Bank NTT Sekarang Lebih Baik</title>
		<link>https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/jalankan-fungsi-sosial-profesor-fred-benu-bank-ntt-sekarang-lebih-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2023 11:17:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Laba Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Profesor Fred Benu]]></category>
		<category><![CDATA[Undana Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=20158</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Profesor Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D., Komisaris Independen Bank NTT (periode 2009-2013 dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/jalankan-fungsi-sosial-profesor-fred-benu-bank-ntt-sekarang-lebih-baik/">Jalankan Fungsi Sosial, Profesor Fred Benu: Bank NTT Sekarang Lebih Baik</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG kabarntt.id&#8212;</strong>Profesor Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D., Komisaris Independen Bank NTT (periode 2009-2013 dan 2014-2017) memberi catatan kritis terkait kinerja Bank NTT sekarang menyusul berbagai dinamika yang mencuat ke permukaan.</p>
<p>“Saya mau bicara tentang kinerja Bank NTT. Laba Bank NTT ini kalau kita mau lihat sejak 2019 itu laba bersihnya menurun. Tahun 2019 itu Rp 236.475.000.000 dan tahun 2020 jadi Rp 236.289.000.000 atau turun sekitar Rp 186 juta. Dan tahun 2021 juga turun. Kita masih tunggu laba di tahun 2022. Mari kita bedah ini secara lebih detail. Penurunan itu adalah sebuah kenyataan dan kritik itu juga kita terima. Tapi kita harus melihat kenapa harus turun? Tiga tahun terakhir, semua tahu, perekonomian nasional sedang terpuruk karena dilanda pandemi. Semua sektor terpukul termasuk perbankan. Bukan hanya Bank NTT sehingga penurunan itu bisa kita maklumi,” tegas Fred Benu di kantornya di Laboratorim Lahan Kering Undana akhir pekan lalu.</p>
<p>Rektor Undana dua periode itu mengatakan, ketika ada pihak yang mengkritik, sebagai akademisi, dia melihat itu wajar.</p>
<p>Kritik itu harus diterima secara positif walau ada fakta pandemi yang mengakibatkan perekonomian khusus sektor perbankan terganggu.</p>
<p>Namun dia mau mengajak semua pihak untuk secara arif melihat bahwa kehadiran Bank NTT itu mengemban dua  fungsi. Yakni fungsi ekonomi, dan kedua, fungsi sosial.</p>
<p>“Kita tidak bisa saja menekankan dia (Bank NTT) untuk pencapaian target-target ekonomi dengan mengabaikan target sosial dalam pelaksanaan fungsi intermediasi bank. Contohnya dia juga harus mengalokasikan dana pihak ketiga untuk kredit sektor UMKM. Kita tahu bahwa di sektor ini kita tidak bisa mematok NIM (<em>net interest margin</em>) yang besar. Karena ini kan pelaku usaha mikro kecil dan menengah sehingga margin keuntungan yang diperoleh sektor UMKM ini kecil dibanding kredit yang kita salurkan untuk kredit konsumsi dan kredit investasi serta kredit modal kerja. Itu kita bisa peroleh laba yang tinggi. Kalau fungsi intermediasi bank, yang melaksanakan fungsi sosial bank, ini kita tidak bisa mematok laba yang tinggi,” urai  Fred.</p>
<p>Bahkan, menurutnya, walau ada penurunan laba, namun semua harus jujur melihat bahwa dari sisi fungsi intermediasi bank untuk sektor UMKM, Bank NTT sudah melaksanakannya dengan sangat baik.</p>
<p>“Kita lihat sekarang Bank NTT itu menyalurkan kredit untuk ekosistem pertanian, peternakan. Itu semua dibangun oleh Bank NTT dan kita perlu mengapresiasi itu. Menyalurkan kredit untuk sektor pertanian yang adalah sektor UMKM. Sekali lagi kita perlu mengapresiasi itu. Kalau kita lihat sektor UMKM ini tumbuh cukup banyak di sini dengan mendukung program-program pemerintah,” tegas Fred.</p>
<p>Fred menambahkan, Bank NTT selain menyiapkan modal, juga memfasilitasi agar Bumdes terlibat di dalamnya. Bahkan Bank NTT juga menyiapkan pasar, sarana produksi dan ini adalah sebuah fungsi intermediasi yang baik.</p>
<p>Dengan peran tanggung jawab sosial ada di dalamnya, kata Fred, tentu kita tidak bisa menggenjot pendapatan yang tinggi dari Bank NTT. Karena itu peran serta Bank NTT dalam fungsi sosial di masa-masa sulit mesti diapresiasi walaupun pendapatannya menurun.</p>
<p>“Saya tidak perlu memuji dan mengatakan selamanya Bank NTT baik karena ada beberapa fakta mengenai laba, ROA, ROE yang memang harus kita kritisi. Memang menurun karena pendapatan menurun. Di samping krisis, juga karena Bank NTT mulai ekspansi ke sektor digital yang mana kita tak bisa berharap banyak kalau tidak <em>size</em>-nya diperbesar. Demikian juga NIM. Pada 2021 itu hanya 6,53 % tetapi pada 2022 ini sudah naik 7,65 %. LDR juga naik, itu kurang bagus karena itu berarti kinerja dana kita tidak cukup baik sehingga tidak tersedia cukup uang untuk kita memberikan <em>loan</em> dan mesti diturunkan lagi. Jika kita liat BOPO, sebenarnya turun. Pada 2021 itu 82,80 % dan pada tahun 2022 yang sebentar akan RUPS ini 80 %. Ini sangat baik,” beber Fred.</p>
<p>“Sedangkan NPL (Non Performing Loan), juga kita lihat itu dari 2,56 menjadi 2,63%. Itu juga kurang baik. Dari sejumlah indikator ini, namun harus diketahui bahwa pada 2022 ini baru saja kita recovery sehingga kita berharap kinerja 2022 yang akan diukur dalam RUPS di 2023 ini mungkin ada sedikit perbaikan. Salah satu yang harus kita lihat di 2023 ini, khusus pemegang saham, mari kita fokuskan pada pemenuhan modal inti minimum yang Rp 3 triliun,” tambah Fred.</p>
<p>Fred berharap kepada semua pihak untuk mendukung bank ini karena bank ini adalah bank milik masyarakat NTT yang punya tanggung jawab ekonomi, juga ada tanggung jawab sosial.</p>
<p>Fred melihat Pemprov NTT dan pemkab/kota memiliki komitmen sehingga bisa memenuhi modal inti minimum Rp 3 triliun seperti yang dipatok oleh OJK. Dan di tahun 2023 ini dilakukannya <em>reenginering</em> proses bisnis kredit khususnya di sektor UMKM.</p>
<p>“Karena kredit ke sektor UMKM itu menolong banyak orang. Waktu resesi kemarin sektor ini yang bertahan. Karena itu saya berterima kasih karena Bank NTT juga ikut perhatikan sektor UMKM yang menjadi fondasi perekonomian daerah. Tanggung jawab ada di pengurus yakni direksi. Mari kita kawal baik-baik,” pinta Fred.</p>
<p>Fred juga berharap agar komisaris sebagai wakil dari pemegang saham pun dapat menjalankan fungsinya secara baik dan jangan masuk ke hal-hal teknis sehingga direksi tidak terganggu.</p>
<p>Dia berharap agar di tahun 2023 ini, Bank NTT juga harus memperhatikan layanan-layanan digital yang jika jujur dilihat, hari ini Bank NTT sudah memiliki banyak kemajuan, ada banyak inovasi layanan.</p>
<p>“Walaupun kita juga perlu memperhatikan segala mekanisme sehingga kita tidak perlu mendapat teguran dari regulator,” tegasnya.</p>
<p>Dan secara jujur dia melihat, perkembangan Bank NTT dari tahun ke tahun, sudah cukup baik, jauh berbeda jika dibanding dengan masa-masa dia memimpin.</p>
<p>Diakuinya bahwa hal ini dikarenakan dulu organisasinya berbeda dengan saat ini.</p>
<p>“Pengurusnya sudah berkembang, beda dengan dulu yang digabung antara dana dan kredit. Sekarang sudah dipisah sehingga kinerjanya lebih baik. Kalau soal inovasi, saat ini jauh berkembang. Kalau soal tingkat risiko, saya lihat relatif sama,” ungkapnya.</p>
<p>Dia mengajak semua pihak agar jangan menutup mata terhadap inovasi-inovasi layanan yang sudah dilakukan saat ini. Kalau mau jujur melihat, digitalisasi pelayanan di Bank NTT sangat bagus.</p>
<p>“Misalnya dalam Festival Desa Binaan Bank NTT itu setiap daerah memiliki agen sebanyak ribuan orang. Itu inovasi yang hebat. Produk-produk inovasi lainnya, yang saya bilang ekosistem pertanian peternakan terintegrasi, itu dikaitkan dengan TPID, tim ketahanan pangan daerah. Ada layanan jasa keuangan, ada Bank NTT yang bekerja sama dengan lembaga asuransi kesehatan dan asuransi tenaga kerja. Asuransi atas kredit yang disalurkan, asuransi gagal panen, asuransi ternak. Ada peran <em>stakeholder</em> yang dimainkan di sini sehingga ada warga yang tergabung dalam Bumdes dan sebagainya,” ujar Fred.</p>
<p>“Saya lihat inovasi IT, ada 249 ATM, 400-an mesin EDC, ada 13.867 merchant QRIS, 140 merchant Laku Pandai, 3 unit money changer, 8 unit kas titipan BI, ada 53 unit Lopo Di@ Bisa. Itu inovasi-inovasi yang sampai ke tingkat bawah dan masyarakat sangat terbantu. Manakala fungsi intermediasi bank tidak jalan karena pelaku UMKM tidak punya budaya untuk tidak datang ke bank maka bank yang harus datang turun ke bawah. Inovasi-inovasi ini dulu di kita tidak ada. Dulu hanya ada EDC dan tidak sampai 100. Begitu juga ATM tidak sebanyak sekarang,” bebernya.</p>
<p>Dan ekspansi seperti inilah yang, menurutnya, membuat Bank NTT melaksanakan fungsi sosialnya.  “Inilah bentuk apresiasi saya kepada Bank NTT saat ini. Orang-orang hanya melihat labanya saja. Memang dari sisi ekonomi laba memang demikian tetapi di sisi lain, dia menjalankan literasi keuangan, membuka akses seluas-luasnya terhadap sektor UMKM.  Dari data-data yang saya paparkan ini, saya simpulkan bahwa Bank NTT sedang dalam track yang baik. Fungsi seperti itu walau kita memberi kritik bahwa laba, BOPO dan sebagainya, NIM yang masih tinggi, LDR yang tinggi, kita beri kritik. Tapi dia juga ada baiknya. Bank NTT sudah melaksanakan fungsi intermediasi bank kepada sektor UMKM yang menjadi fondasi perekonomian daerah ini dan bagi saya ini sangat, sangat strategis,” ungkap Fred dengan nada serius.</p>
<p>Apalagi, ada banyak BUMD yang berdatangan dari berbagai pelosok tanah air untuk belajar di Bank NTT, yakni digitalisasi layanan perbankan khususnya sektor UMKM.</p>
<p>“Dan harus kita akui bahwa itu kelebihan kita bahwa kita sudah maju sangat jauh dalam hal digitalisasi layanan perbankan. Dulu di zaman saya, tidak ada. Kita lebih banyak target ekonominya, sekarang terbalik. Ada orang yang menyoroti satu sisi, yakni laba, bahwa menurun, orang lain soroti sisi lain, dan saya soroti keduanya. Bahwa ada yang turun namun jangan lupa, ada keberhasilan dari cara kerja pengurus yang sekarang,” pungkas Fred. <strong>(humas bank ntt)</strong></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/jalankan-fungsi-sosial-profesor-fred-benu-bank-ntt-sekarang-lebih-baik/">Jalankan Fungsi Sosial, Profesor Fred Benu: Bank NTT Sekarang Lebih Baik</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua Komisi III DPRD NTT Apresiasi Bank NTT Dengan Beberapa Catatan Kritis</title>
		<link>https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/ketua-komisi-iii-dprd-ntt-apresiasi-bank-ntt-dengan-beberapa-catatan-kritis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2022 02:03:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Dirut Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi III DPRD NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Laba Bank NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=14430</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Ketua Komisi III DPRD NTT, yang juga membidangi Bank NTT, Hugo Rehi Kalembu,  memberi&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/ketua-komisi-iii-dprd-ntt-apresiasi-bank-ntt-dengan-beberapa-catatan-kritis/">Ketua Komisi III DPRD NTT Apresiasi Bank NTT Dengan Beberapa Catatan Kritis</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8212;Ketua Komisi III DPRD NTT, yang juga membidangi Bank NTT, Hugo Rehi Kalembu,  memberi apresiasi tinggi atas capaian Bank NTT saat ini.  Meski begitu, Hugo juga memberi beberapa catatan kritis demi kemajuan Bank NTT ke depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada <em>kabarntt.id,</em>  Senin (21/3/2022), Hugo melukiskan  pencapaian laba sebesar Rp 100 miliar dalam kurun 76 hari yang dibukukan Bank NTT merupakan sebuah pencapaian spektakuler.</p>
<p style="text-align: justify;">“Karena hal itu berarti dalam waktu 12 bulan  atau sampai Desember  2022, Bank NTT  diprediksi akan membukukan laba  kurang lebih  Rp 600 miliar. Ini fantastis, karena sudah berada di atas target para pemegang saham sebesar Rp 500 miliar,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Hugo mengatakan, target ini sudah memakan korban dengan dicopotnya Izak Eduard Rihi sebagai Dirut Bank NTT kendati dia baru menjabat  kurang lebih satu tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dirut Bank NTT yang  baru,  Alex Riwu Kaho, beruntung, karena dia diberi waktu lebih banyak oleh para pemegang saham. Pencapaian laba Rp 100 miliar  dalam kurun waktu 76 hari baru terwujud pada tahun kedua masa jabatannya. Kalau diperlakukan sama dengan  Izak Eduard, pasti beliau tidak sampai  pada kinerja spektakuler seperti sekarang ini,” tandas Hugo.</p>
<p style="text-align: justify;">Terkait tambahan penyertaan modal sebesar Rp 100 miliar dari 14 pemegang saham pada awal tahun 2022 ini, kata Hugo, merupakan realisasi dari komitmen para pemegang saham yang sudah diputuskan dalam RUPS tahun sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bahkan dengan cara memangkas 50 persen laba bersih yang biasanya dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham dan 50  persennya lagi dijadikan  dana cadangan untuk mempercepat pencapaian modal inti minimum yang disyaratkan OJK,” kata Hugo.</p>
<p style="text-align: justify;">Hugo justru menyayangkan komitmen Pemprov NTT  untuk tambahan penyertaan modal pada Bank NTT melalui Perda Penyertaan Modal TA 2022 tidak dapat diwujudkan sesuai alokasi dalam Perda karena Pemprov sendiri mengalami kesulitan fiskal.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pemprov pada  TA 2022 harus melunasi sisa pinjaman reguler tahun 2020 dan bunga pinjaman PEN 2021,” kata Hugo.</p>
<p style="text-align: justify;">Menyinggung  modal inti Rp 3 triliun pada tahun 2024 sebagaimana disyaratkan OJK untuk semua bank umum, Hugo setuju dengan tekad para pemegang saham  mau secepatnya  modal inti itu terpenuhi guna menuju bank devisa.</p>
<p style="text-align: justify;">Hugo melihat target itu bisa terpenuhi dengan melihat peluang import dan banyaknya pekerja migran NTT yang bekerja di luar negeri. “Kalkulasi bisnisnya tentu akan dilakukan oleh jajaran pimpinan Bank NTT berdasarkan pertimbangan dan arahan pemegang  saham,” kata Hugo.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu Hugo meminta para kepala daerah di NTT sebagai para pemegang saham harus memberi perhatian juga kepada upaya penganekaragaman jenis dan kualitas komoditas ekspor asal NTT serta menaruh perhatian sepadan pada nasib pekerja migran NTT di luar negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Harapan kita memang, agar Bank NTT bertumbuh besar selain sebagai instrumen intermediasi, juga harus menjadi agen pembangunan yang mempercepat pertumbuhan ekonomi NTT serta menaruh perhatian besar pada segmen UMKM sehingga dimensi pemerataan pembangunan menjadi lebih nyata, khususnya  para petani, nelayan, dan industri rumah tangga,” tandas wakil rakyat Sembilan periode ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Harapan saya kepada para direksi dan komisaris Bank NTT adalah jaga integritas dan profesionalitas kerja dan tidak terpengaruh pada tekanan pihak lain yang   pada ujungnya berimplikasi pada kemelut Bank NTT sendiri. Jangan terbuai dengan prestasi yang dicapai di satu pihak tetapi di pihak lain tetaplah waspada pada pelbagai masalah, rintangan yang menghambat bahkan mengancam eksistensi Bank NTT sendiri,” tegas Hugo. (<strong>den</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/ketua-komisi-iii-dprd-ntt-apresiasi-bank-ntt-dengan-beberapa-catatan-kritis/">Ketua Komisi III DPRD NTT Apresiasi Bank NTT Dengan Beberapa Catatan Kritis</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
