<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Marthen Christian Taka &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/marthen-christian-taka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Aug 2022 10:11:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Marthen Christian Taka &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Stunting 44 Persen, Wabup SBD Ragukan Alat Ukurnya</title>
		<link>https://kabarntt.id/flobamorata/stunting-44-persen-wabup-sbd-ragukan-alat-ukurnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2022 10:11:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Flobamorata]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Aston Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting di Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati SBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=17201</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, menegaskan Pemerintah Sumba Barat Daya&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/stunting-44-persen-wabup-sbd-ragukan-alat-ukurnya/">Stunting 44 Persen, Wabup SBD Ragukan Alat Ukurnya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8212;Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, menegaskan Pemerintah Sumba Barat Daya menyatakan perang menurunkan angka stunting di daerah itu yang masih tinggi.</p>
<p>Sejauh ini, angka stunting di SBD`masih 44 persen. Perang melawan stunting guna menurunkan persentase dilakukan secara serius di SBD.</p>
<p>Christian Taka mengatakan hal itu ketika hadir dalam kegiatan Rekonsiliasi yang digagas oleh BKKBN Perwakilan NTT dalam percepatan penurunan stunting di NTT, Kamis (4/8/2022), di Hotel Aston Kupang.</p>
<p>Christian Taka menyampaikan sangat setuju berperang melawan stunting di NTT, apalagi SBD merupakan stunting tertinggi kedua di NTT.</p>
<p>&#8220;Saya mau bilang bahwa kami di SBD juga sepakat dengan Pak Wagub bahwa kita perang melawan  stunting. Buktinya kami sudah keluarkan Surat Keputusan Bupati untuk pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting. Tim ini mempedomani  sejumlah catatan atau angka (data) setiap berbicara mengenai stunting khususnya di SBD mulai dari tahun 2018 silam. Sampai dengan saat ini memang kami masuk  dalam jabatan ini langsung berhadapan dengan Covid-19. Langsung diserang juga dengan stunting. Perang tentunya amunisinya harus cukup dan bahkan bila perlu lebih dari apa yang kita targetkan untuk perang dalam stunting,&#8221; papar Christian Taka.</p>
<p>Menurut Christian Taka, akibat dari pandemi Covid-19 refokusing anggaran tidak hanya satu kali dalam 1 tahun anggaran.  Bahkan dampak covid belum diterima pun sudah diwajibkan untuk  refokusing.</p>
<p>Christian Taka melukiskan di SBD ada beberapa OPD itu tidak bisa berbuat apa-apa, hanya karena perintah dan refokusing dari tingkat atas, sedangkan perang melawan stunting itu cukup.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/stunting-44-persen-wabup-sbd-ragukan-alat-ukurnya/">Stunting 44 Persen, Wabup SBD Ragukan Alat Ukurnya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wakil Bupati SBD Dorong Pembentukan MPIG Percepat Legalitas Tenun Ikat SBD</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/wakil-bupati-sbd-dorong-pembentukan-mpig-percepat-legalitas-tenun-ikat-sbd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2021 15:49:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Tenun Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=11334</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAMBOLAKA kabarntt.id&#8212;Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, S.Ipem, menyatakan pemerintah siap memfasilitasi&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/wakil-bupati-sbd-dorong-pembentukan-mpig-percepat-legalitas-tenun-ikat-sbd/">Wakil Bupati SBD Dorong Pembentukan MPIG Percepat Legalitas Tenun Ikat SBD</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>TAMBOLAKA kabarntt.id</strong>&#8212;Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, S.Ipem, menyatakan pemerintah siap memfasilitasi pembentukan masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG) tenun tradisional SBD.</p>
<p style="text-align: justify;">Sikap pemerintah ini dikemukakan Christian Taka dalam sambutannya ketika membuka kegiatan sosialisasi   pembentukan Masyarakat Pelindung Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Tradisional, Selasa (12/10/2021), di Aula Kantor Bupati SBD.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara itu diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Sumba Barat Daya  dengan menghadirkan nara sumber Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham NTT,  Marciana Dominika Jone.</p>
<p style="text-align: justify;">Keberadaan MPIG, kata Christian Taka, dapat mempercepat proses pendaftaran ragam motif tenun ikat tradisional SBD ke Kementerian Hukum dan HAM sehingga tenun ikat tradisional SBD memiliki legalitas sebagai hak intelektual karya masyarakat SBD. Tanpa  hal itu dapat saja karya tenun ikat SBD dijiplak pihak lain dan mengklaimnya sebagai hasil karyanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu, kata Christian Taka, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan SBD segera memfasilitas pembentukan MPIG sehingga mempercepat proses pendaftaran kekayaan intelektual tenun ikat SBD.</p>
<p style="text-align: justify;">Christian Taka mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dapat memberikan pemahaman dan gambaran jelas betapa pentingnya legalitas tenun ikat tradisional Sumba Barat Daya. Dengan demikian, tidak ada lagi pihak lain dapat mengklaimnya. Namun bila hal itu dibiarkan maka dapat saja orang luar dapat mengklaimnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Christian Taka juga menyampaikan terima kasih banyak kepada pemerintah Provinsi NTT yang mau menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi rakyat daerah ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT,<br />
Marciana Dominika Jone, dalam materinya tentang perlindungan indikasi geografis tenun tradisional mengatakan sosialisasi pembentukan masyarakat perlindungan indikasi geografis tenun ikat tradisional bertujuan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya legalitas tenun tradisional NTT umumnya dan  tenun ikat Sumba Barat Daya khususnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebab saat ini marak terjadi  penjiplakan karya tenun NTT oleh pihak luar  dan mengklaim sebagai karya intelektualnya. (<strong>ota</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/wakil-bupati-sbd-dorong-pembentukan-mpig-percepat-legalitas-tenun-ikat-sbd/">Wakil Bupati SBD Dorong Pembentukan MPIG Percepat Legalitas Tenun Ikat SBD</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wabup SBD Resmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Waimangura</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/wabup-sbd-resmikan-gedung-rawat-inap-puskesmas-waimangura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 23:06:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Waimangura]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=11281</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAMBOLAKA kabarntt.id&#8212;Pembangunan  fasilitas kesehatan di Sumba Barat Daya (SBD) gencar dilakukan. Salah satu buktinya adalah&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/wabup-sbd-resmikan-gedung-rawat-inap-puskesmas-waimangura/">Wabup SBD Resmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Waimangura</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>TAMBOLAKA kabarntt.id</strong>&#8212;Pembangunan  fasilitas kesehatan di Sumba Barat Daya (SBD) gencar dilakukan. Salah satu buktinya adalah gedung rawat inap dan rumah dinas dokter Puskesmas Waimangura, Kecamatan Wewewa Barat yang diresmikan penggunaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas kesehatan ini diresmikan penggunaannya oleh Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP, Selasa (5/10/2021) lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Wabup  Christian Taka mengatakan bahwa pembangunan gedung rawat inap dan rumah dokter yang baru diresmikan itu dapat membawa dampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Waimangura.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal penting lainnya, kata Wabup Christian, adalah kehadiran puskesmas di masyarakat kiranya dapat mengurangi angka stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya demi terwujudnya program desa sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu Christian mengharapkan kepada para tenaga medis di Puskesmas Waimangura untuk selalu meningkatkan semangat baru dalam melayani dengan tulus masyarakat yang dilayaninya.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara peresmian tersebut dihadiri antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah SBD, Kepala Dinas Kesehatan SBD, Kabag Kesra, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Pdt. GKS Waimangura, tokoh masyarakat dan seluruh pegawai Puskesmas Waimangura.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana dalam rilis yang dikeluarkan Dinas Kominfo Kabupaten SBD dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah, Wabup Christian juga berharap agar gedung dan rumah dokter itu dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperlancar pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Warga Kecamatan Wewewa Barat dan petugas kesehatan antusias menyaksikan peresmian gedung rawat inap dan rumah dinas dokter tersebut. Warga berharap dokter yang bertugas di Puskesmas Waimangura menempati rumah dinas itu sehingga kapan saja dibutuh warga, dapat dilayan. (<strong>ota</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/wabup-sbd-resmikan-gedung-rawat-inap-puskesmas-waimangura/">Wabup SBD Resmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Waimangura</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wabup SBD Apresiasi  Kelompok Tani Alam Subur Desa Tema Tana</title>
		<link>https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/wabup-sbd-apresiasi-kelompok-tani-alam-subur-desa-tema-tana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2021 03:53:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Tani Alam Subur]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=9978</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAMBOLAKA kabarntt.id&#8212;Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka. S.IP,  mengunjungi Kelompok Tani Alam Subur&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/wabup-sbd-apresiasi-kelompok-tani-alam-subur-desa-tema-tana/">Wabup SBD Apresiasi  Kelompok Tani Alam Subur Desa Tema Tana</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>TAMBOLAKA kabarntt.id</strong>&#8212;Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka. S.IP,  mengunjungi Kelompok Tani Alam Subur yang berada di Desa Tema Tana, Kecamatan Wewewa Timur, SBD, Kamis (5/8/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Christian Taka  yang didampingi Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI), Eduard Lorens Fasius, mengapresiasi semangat gotong royong Kelompok Tani Alam Subur.</p>
<p style="text-align: justify;">Christian Taka mengatakan, dia mengunjungi kelompok tani itu guna memberikan dukungan dan mendorong para petani milenial untuk memanfaatkan lahan yang ada di daerah untuk perbaikan ekonomi di masa pandemi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Christian Taka mengatakan, di masa pandemi Covid-19 saat ini pemerintah mendorong penuh produksi petani dan juga merupakan kegiatan yang produktif  untuk mendukung perbaikan ekonomi di SBD sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami pemerintah daerah membantu lewat Program 7 Jembatan Emas. Bahkan pihak lain harus bersama berkolaborasi untuk mendukung program prioritas pemerintah tersebut,&#8221; kata Christian Taka yang juga salah satu bakal calon Bupati SBD usungan Partai Golkar.</p>
<p style="text-align: justify;">Christian Taka juga mengapresiasi warga Desa Tema Tana yang membangun  3 Pos Karya (Poskar) Peduli Sesama. Poskar ini diinisiasi Partai Golkar untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Christian Taka mengatakan, Poskar di desa ini akan dikelola oleh petani, sehingga semua hasil pertanian ditampung di poskar  dan kemudian bisa disalurkan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara, Ketua Kelompok Tani Alam Subur, Oktavianus Bulu Ngongo, memberikan apresiasi atas kehadiran Christian Taka.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini menjadi semangat kami untuk terus merangkul anak-anak muda untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk perbaikan ekonomi masyarakat,” kata Oktavianus.</p>
<p style="text-align: justify;">Oktavianus  mendukung penuh poskar yang dibangun di SBD dalam rangka penanganan Covid-19 serta pengendalian ekonomi yang kian merosot akibat Covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami minta alat pertanian seperti <em>hand tractor</em>, mesin potong rumput serta mesin rontok untuk mendukung pertanian,&#8221;  pinta Oktavianus.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan Ketua YTMI, Eduard Lorens Fasius, menegaskan  dalam situsi pandemi Covid-19 ini memang harus kerja kolaboratif  dan kerja serius, tidak hanya ada pada pemerintah namun harus didukung oleh semua komonitas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Apa yg dipikirkan dan dikerjakan saat ini merupakan konsep Ketua DPD I Partai Golkar NTT,  Emanuel Melkiades Laka Lena. Sebagai kaum milenial memang sudah semestinya kita dukung karena ini adalah misi kemanusiaan di tengah pandemi,&#8221; kata Eduard. (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/wabup-sbd-apresiasi-kelompok-tani-alam-subur-desa-tema-tana/">Wabup SBD Apresiasi  Kelompok Tani Alam Subur Desa Tema Tana</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Bupati-Wabup Sumba Barat Daya Mendaki Bukit Mengejar Belalang</title>
		<link>https://kabarntt.id/advertorial/ketika-bupati-wabup-sumba-barat-daya-mendaki-bukit-mengejar-belalang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2021 23:47:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Belalang Serbu Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Dikira Kecamatan Wewewa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[dr. Kornelius Kodi Mete]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=9899</guid>

					<description><![CDATA[<p>“HAMA belalang tidak boleh berkembang terus di Sumba Barat Daya (SBD). Tidak boleh pergi keluar&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/advertorial/ketika-bupati-wabup-sumba-barat-daya-mendaki-bukit-mengejar-belalang/">Ketika Bupati-Wabup Sumba Barat Daya Mendaki Bukit Mengejar Belalang</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>“</strong><strong>H</strong><strong>AMA</strong> belalang tidak boleh berkembang terus di Sumba Barat Daya (SBD). Tidak boleh pergi keluar wilayah dengan risiko. Berarti kami harus segera punahkan,  tapi dengan kerja cerdas.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pernyataan simpatik tetapi tegas ini dikatakan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete, terkait serangan hama belalang di SBD. Belalang jenis kumbara sudah menyerbu SBD sejak Selasa (27/7/2021) lalu. Musuh utama para petani di daratan Sumba ini terlihat pertama di Desa Tema Tanah dan Desa Pada di Kecamatan Wewewa Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">“Semua komponen masyarakat harus terlibat, caranya adalah mencari induknya dan mencatat di mana ia hinggap. Karena apa? Begitu dia hinggap dia langsung bertelur dan telur akan menetas pada waktu tertentu, dan itulah yang kita jaga kapan waktu itu dan kita lihat ada tetasan tidak,” ungkap Kodi Mete di Puspem Kadula, Tambolaka, Senin (2/8/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Mantan Kepala Dinas Kesehatan NTT ini mengatakan, mengatasi hama belalang sudah menjadi tekad Pemkab SBD bersama masyarakat. Karena itu dia menegaskan harus ada langkah-langkah lebih lanjut lagi untuk memastikan belalang dapat diatasi di SBD.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hari ini kita petakan. Sore ini kita kirim petugas untuk melakukan penyemprotan dan sisanya besok pagi lagi, karena tentunya kita tidak akan bekerja sampai larut malam. Kita perlu istirahat dan di pagi hari sekitar jam 4 dan 5 pagi sampai jam 9 kita lanjutkan lagi penyemprotan hama belalang ini,”  tandasnya.</p>
<figure id="attachment_9806" aria-describedby="caption-attachment-9806" style="width: 960px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-9806 size-full" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2021/07/sbd_belalang.jpg" alt="sbd belalang" width="960" height="892" title="Ketika Bupati-Wabup Sumba Barat Daya Mendaki Bukit Mengejar Belalang 1" srcset="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2021/07/sbd_belalang.jpg 650w, https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2021/07/sbd_belalang-768x714.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-9806" class="wp-caption-text">Belalang (warna coklat) terlihat hinggap di ranting dan dahan tanaman</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Hal senada disampaikan Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.IP. Chris mengatakan, semua komponen harus bekerja sama dengan pemerintah, baik itu petani maupun masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Chris mengatakan, hama belalang bukan hal baru untuk SBD. Karena hama belalang ini sudah berulang kali muncul dalam dekade yang sangat lama di tahun 90-an dan sekarang mulai muncul kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">“Berarti masyarakat dan petani pada umumnya sudah sangat pahami binatang ini. Dengan demikian harapan kami kemampuan yang ada di masyarakat betul-betul harus dimanfaatkan secara arif menghadapi hama ini,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Christ mengatakan, karena hama ini tidak bisa diajak mengikuti kemauan manusia, maka  manusia yang harus mengikuti kemauannya. “Pada akhirnya kita tekan dan basmi populasinya dan bila perlu musnahkannya di SBD,” tegas Christ.</p>
<p style="text-align: justify;">Christ juga mengharapkan adanya kerja sama yang baik antara Satuan Tugas (Satgas) yang di bentuk oleh Bupati SBD ntuk penanganan hama belalang ini. Karena di satu sisi petani hanya punya semangat untuk menekan dan tidak boleh menyerang tanaman pertanian.  Tetapi di sisi lain dia tidak punya kemampuan membasmi. Artinya bantuan datang dari pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nah, sejauh ini pemerintah sudah membantu alat dan insektisida, tapi kan ada juga yang tidak mampu, atau kelemahan yang ditangani oleh satgas. Berarti harus kerja sama.  Kalau begitu, mari kita kerja sama, Satgas , seluruh warga masyarakat terutama petani, untuk kita bekerja sama dengan pemerintah khususnya Dinas Pertanian untuk penanganan, pengendalian hama belalang,”  ajak mantan Camat Wewewa Timur ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kodi Mete dan Christ Taka tidak sekadar omong. Tidak asal omong doang. Sudah beberapa hari sejak subuh keduanya terjun  langsung di areal warga bersama Satgas melakukan penyemprotan. Hari Minggu (1/8/2021) lalu, misalnya, duet pemimpin SBD ini terjun ke Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur sejak pagi-pagi buta.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu Kepala Dinas Pertanian SBD, Rofinus Kaleka, SP, menuturkan upaya penanganan hama belalang  terus dilakukan pihaknya sejak hari  pertama muncul di SBD.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hari ini hari yang kelima kita bisa menekan sedikit populasinya. Kenapa hanya sedikit? Karena memang hama belalang ini selalu hinggap dan bermalam di tempat-tempat yang medannya sulit. Medan terakhir kemarin itu di puncak bukit Kere Baru yang jaraknya untuk kita mengestafetkan air itu bisa sampai dengan 700 meter,” papar Rofinus.</p>
<p style="text-align: justify;">Rofinus menggambarkan medan di puncak bukit itu sungguh menyulitkan Satgas membawa air untuk penyemprotan. Maka cara yang dilakukan, kata Rofinus, menaikkan air secara estafet. Dengan mengerahkan 30 orang Sat Pol PP, air untuk kebutuhan penyemprotan bisa terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Masyarakat setempat juga ikut membantu sehingga memudahkan menaikkan air ke  puncak bukit itu dan kita melakukan penyemprotan dari jam 05.00 pagi sampai jam 08.30,”  ungkap Rofinus.</p>
<p style="text-align: justify;">Rofinus mengatakan, Bupati Kodi Mete dan Wakil Bupati Chris Taka juga ikut terjun sampai di bukit membantu penyemprotan. “Bupati dan Wakil Bupati juga ada dan masyarakat ikut membantu. Termasuk lumayan yang berhasil kami tekan populasinya,” jelas Rofinus.</p>
<p style="text-align: justify;">Rofinus  mengatakan, saat ini hama belalang sudah mulai menyebar dan  memasuki desa-desa lain di sekitar desa pertama, yaitu Desa Tema Tana. Kemudian menyebar ke  Desa Maliti Ndari, Ekapata dan terakhir dii Desa Dikira.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/advertorial/ketika-bupati-wabup-sumba-barat-daya-mendaki-bukit-mengejar-belalang/">Ketika Bupati-Wabup Sumba Barat Daya Mendaki Bukit Mengejar Belalang</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diversifikasi, Inovasi dan Kreativitas Kunci  UMKM di Tengah Pandemi</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/diversifikasi-inovasi-dan-kreativitas-kunci-umkm-di-tengah-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2021 03:40:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Otorita Pengelola Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF)]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM di NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Yulianus Weng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=9867</guid>

					<description><![CDATA[<p>ROBERT  Waka hanya bisa menerima nasib. Banyak  travel agent di Labuan Bajo, Manggarai Barat sudah&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/diversifikasi-inovasi-dan-kreativitas-kunci-umkm-di-tengah-pandemi/">Diversifikasi, Inovasi dan Kreativitas Kunci  UMKM di Tengah Pandemi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>ROBERT </strong> Waka hanya bisa menerima nasib. Banyak  travel agent di Labuan Bajo, Manggarai Barat sudah tutup. Guling tikar. Banyak pelaku pariwisata di Labuan Bajo  pulang kampung.  Yang lain mencoba peruntungan dengan beralih profesi. Jadi apa saja. Yang penting bisa bertahan menghidupi asap dapur. Menyambung nafas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pengelola travel agent di Labuan Bajo, Robert  merasakan langsung pukulan telak pandemi Covid-19.  “Banyak travel agent yang tutup, karena tidak ada wisatawan yang datang sejak tahun lalu. Yang lain sudah pulang kampung,” kata Robert dalam webinar yang diselenggarakan Partai Golkar NTT,  Kamis (29/7/2021) lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Webinar dengan tajuk “Menggerakkan Usaha Mikro, Kecil, Menengah di Era Pandemi” ini menghadirkan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng dan pelaku usaha Riesta Ratna Megasari.  Webinar dua jam lebih itu dimoderatori Tony Kleden dari DPD I Golkar NTT.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai peserta webinar, Robert menyatakan keresahannya.  Resah karena Covid-19 memukul jatuh sektor pariwisata.  Dari hulu sampai hilir. Wajahnya mengekspresikan gunda gulana seorang yang super sibuk mengurus wisatawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kota Labuan Bajo, kota super premium itu sekarang lesuh. Sepi. Pariwisata memiliki rantai panjang. Maka dampak ikutannya juga panjang.   Wajah-wajah wisatawan asing tidak terlihat. Hotel-hotel sepi. Restoran dan rumah makan kosong pengunjung.  Mobil-mobil travel parkir saja. Motor laut, speed boat ditambat di darat.</p>
<figure id="attachment_9869" aria-describedby="caption-attachment-9869" style="width: 450px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9869" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2021/08/eco-ensim.jpg" alt="eco ensim" width="450" height="600" title="Diversifikasi, Inovasi dan Kreativitas Kunci UMKM di Tengah Pandemi 2"><figcaption id="caption-attachment-9869" class="wp-caption-text">Eco enzym yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan tanaman. Bahan dasarnya kelor yang banyak terdapat di NTT</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Masuk akal Robert menggugat kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang mewajibkan para wisatawan yang datang mesti menjalani test PCR.  Yang jadi soal bukan kewajiban test PCR itu. Soalnya adalah biaya Rp 1,9 juta untuk sekali PCR.  Harga yang sama dengan harga tiket  dari Jawa ke Labuan Bajo.</p>
<p style="text-align: justify;">“Biaya ini sangat memberatkan wisatawan yang mau datang,” kata Robert.</p>
<p style="text-align: justify;">Robert adalah contoh korban  hantaman Covid-19.  Dia hanya satu dari ribuan orang yang bergerak di sektor usaha kecil yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kasus dan contoh lain, banyak pelaku dan penggiat di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di NTT terpuruk. Jatuh tidak berdaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka butuh bantuan. Mereka butuh sentuhan. Baik Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, maupun Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, membagi pengalaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua pimpinan daerah ini mengiyakan sektor pariwisata benar-benar terpuruk. Keduanya juga memastikan UMKM sudah jadi bagian tak terpisahkan dari geliat ekonomi di level masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sektor ini menyerap tenaga kerja paling banyak. Menyumbang pemasukan sangat besar. Membiayai dan menghidupi nyawa banyak sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Sumba Barat Daya, menurut Christian Taka,  sampai dengan akhir Juli terdapat sekitar 28 ribu lebih pelaku UMKM. Mereka bergerak di beragam usaha. “Kalau satu orang membiayai lima orang saja, maka sudah seratus ribu lebih orang yang dibiayai dari satu pelaku UMKM,” kata Christian Taka.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Manggarai Barat, kata Yulianus Weng, terdapat lebih dari 2000 pelaku UMKM. Mereka bergerak di beragam sektor dengan fokus pada  pariwisata.  Akibat kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan refokusing dan realokasi anggaran, pemerintah kabupaten mesti piawai mengatur dana-dana yang ada untuk berbagai kegiatan dan kebutuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, kata Weng,  pemerintah setempat membranding gula manggarai untuk dilempar ke pasar. “Tetapi ukurannya kita bikin jadi lebih kecil, tidak lagi ukuran seperti dulu. Dengan ukuran lebih kecil gula manggarai mudah dan gampang diterima  sebagai ole-ole khas Manggarai Barat,” kata Weng.</p>
<p style="text-align: justify;">Riesta Megasari, penggiat dan pelaku UMKM  di Kota Kupang, membagi pengalaman. Pengalaman berharga untuk bertahan terus di tengah pandemi. Menurutnya, di tengah pandemi seperti sekarang butuh inovasi dan kreativitas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya Megasari punya usaha semacam EO untuk acara-acara nikah, seminar dan sebagainya. “Tetapi barang-barang untuk menyiapkan acara-acara ini saya jual dan beralih ke usaha lain,” kata Megasari. Megasari punya sentra UMKM yang diberi nama Apasa di Bundaran Tirosa Kupang.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut perempuan energik ini, pelaku UMKM mesti piawai berinovasi, kreatif dan pintar membaca pasar.  Dia buktikan itu dengan diversifikasi usahanya. Dari makanan ringan, sarapan pagi berupa nasi kuning, hingga eco enzym berbahan kelor.  Eco enzym adalah cairan racikan berbahan kelor baik untuk manusia juga untuk tanaman. Untuk manusia eco enzym untuk berguna untuk kesehatan. Sedangkan untuk tanaman, eco enszym membantu mempercepat pembuahan dan bunga.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain diversifikasi usaha dan pintar berinovasi, menurut Megasari aktif di media sosial juga sangat penting di era digital ini. Masuk akal, ketika pemerintah menutup akses ke pasar, membatasi mobilitas manusia, sandaran untuk berjualan produk UMKM adalah internet, yakni media sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Berjualan di media sosial juga diungkap Yesenia Liyanto, perempuan milenial yang tinggal dan bekerja di Jakarta. Menurutnya, pandemi Covid-19 justru meramaikan <em>e-commerce</em>, penjualan/pemasaran melalui jaringan internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, kata Liyanto, yang dibutuhkan dari para pelaku UMKM adalah memanfaatkan jaringan internet untuk berjualan produk.</p>
<p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 boleh memukul nyaris semua aspek dan sendi kehidupan masyarakat.  Jutaan orang mati meregang nyawa direnggut Covid-19. Pariwisata jatuh ke titik terendah. Kejahatan mudah tersulut ketika orang mulai bertarung mencari dan merebut makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi Covid-19 juga melecut  naluri untuk bangkit dan tidak boleh kalah menerima nasib. Sektor UMKM dalam sejarah panjang bangsa ini menjadi tiang utama menggerakkan roda ekonomi. Sebanyak 88 persen lebih tenaga kerja terserap di sektor ini membuktikan UMKM tetap menjadi sandaran utama ekonomi. Ketika krisis moneter menghantam bangsa ini 1998 banyak perusahaan besar guliing tikar. Tetapi UMKM tampil menyelamatkan sektor ekonomi bangsa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">UMKM tidak bakal runtuh di tangan orang kreatif, inovatif dan piawai membaca apa maunya pasar.  (<strong>tony kleden</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/diversifikasi-inovasi-dan-kreativitas-kunci-umkm-di-tengah-pandemi/">Diversifikasi, Inovasi dan Kreativitas Kunci  UMKM di Tengah Pandemi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belalang Serang SBD, Wabup, “Kami Berusaha Tidak Meluas”</title>
		<link>https://kabarntt.id/flobamorata/belalang-serang-sbd-wabup-kami-berusaha-tidak-meluas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2021 05:11:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Flobamorata]]></category>
		<category><![CDATA[belalang kumbara serang sumba barat daya]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=9811</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAMBOLAKA kabarntt.id&#8212;Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, menegaskan Pemerintah SBD bertekad dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/belalang-serang-sbd-wabup-kami-berusaha-tidak-meluas/">Belalang Serang SBD, Wabup, “Kami Berusaha Tidak Meluas”</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>TAMBOLAKA kabarntt.id</strong>&#8212;Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Marthen Christian Taka, menegaskan Pemerintah SBD bertekad dan berusaha agar serangan hama belalang tidak meluas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada <em>kabarntt.id</em>, Rabu (28/7/2021), Christian membenarkan belalang kumbara menyerang dua desa di Kecamatan Wewewa Timur, SBD. Dua  desa itu yakni Desa Tema Tana dan Desa Dede Pada.</p>
<p style="text-align: justify;">Politisi Golkar ini mengatakan, sejak Selasa (27/7/2021) sore, Dinas Pertanian SBD sudah terjun ke lokasi dan melakukan penyemprotan. “Penanganannya sudah dilakukan sejak kemarin sore sampai sekarang ini,” tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Christian juga menegaskan, Pemkab SBD bertekad dan berjuang agar serangan musuh nomor satu petani di daratan Sumba ini tidak meluas di SBD.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami akan berusaha untuk tidak meluas. Rapat pembentukan Satgas Penanganan oleh bupati sudah  dilaksanakan tadi pagi jam 07.00,” kata Christian. (<strong>den</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/belalang-serang-sbd-wabup-kami-berusaha-tidak-meluas/">Belalang Serang SBD, Wabup, “Kami Berusaha Tidak Meluas”</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Ini Pilkades Serentak di SBD, Ini Harapan Wakil Bupati</title>
		<link>https://kabarntt.id/flobamorata/hari-ini-pilkades-serentak-di-sbd-ini-harapan-wakil-bupati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2021 00:05:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Flobamorata]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19 di SBD]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkades SBD]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati SBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=9243</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAMBOLAKA kabarntt.id&#8212;Hari ini, Rabu (30/6/2021), sebanyak 102 desa di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menggelar&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/hari-ini-pilkades-serentak-di-sbd-ini-harapan-wakil-bupati/">Hari Ini Pilkades Serentak di SBD, Ini Harapan Wakil Bupati</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>TAMBOLAKA kabarntt.id</strong>&#8212;Hari ini, Rabu (30/6/2021), sebanyak 102 desa di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) secara serentak.</p>
<p style="text-align: justify;">Wakil Bupati SBD,  Marthen Christian Taka, S.IP, mengajak warga SBD menggunakan hak pilihnya dengan baik dan menjaga keamanan seluruh tahapan pilkades serentak.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hari ini 102 desa melaksanakan pemilihan kepala desa untuk memimpin desa dan masyarakat enam tahun ke depan. Untuk itu saya mengajak bapak, ibu yang mempunyai hak pilih untuk  menggunakan hak pilih secara baik dan tepat satu kali untuk enam tahun,” kata Christian kepada <em>kabarntt.id</em>, Rabu (30/6/2021), melalui pesan WhatsApp.</p>
<p style="text-align: justify;">Christian mengajak warga untuk menghindari hal-hal  yang tidak diharapkan  dan harus bisa menjamin pesta demokrasi hari ini berjalan aman, lancar dan terkendali.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak lupa Christian meminta warga mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.</p>
<p style="text-align: justify;">“Protokol kesehatan 5 M harus diutamakan. Dengan demikian tidak ada klaster baru Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat Daya,” kata Christian mengingatkan. (<strong>den</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/hari-ini-pilkades-serentak-di-sbd-ini-harapan-wakil-bupati/">Hari Ini Pilkades Serentak di SBD, Ini Harapan Wakil Bupati</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur NTT Dukung Sidang Sinode GKS di SBD</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/gubernur-ntt-dukung-sidang-sinode-gks-di-sbd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2021 01:42:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Marthen Christian Taka]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang Sinode GKS]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=8908</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Gubernur Nusa Tenggara  Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, mendukung pelaksanaan Sidang Sinode Gereja Kristen&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/gubernur-ntt-dukung-sidang-sinode-gks-di-sbd/">Gubernur NTT Dukung Sidang Sinode GKS di SBD</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8212;Gubernur Nusa Tenggara  Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, mendukung pelaksanaan Sidang Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS), yang direncanakan berlangsung Juli 2022 mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dukungan ini dikatakan Marthen Christian Taka, S.IP, kepada <em>kabarntt.id</em>, Rabu (16/6/2021), di Kupang.</p>
<p style="text-align: justify;">Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) ini dipercayakan menjadi Ketua Panitia Pelaksana Sidang Sinode GKS yang berlangsung empat tahun sekali ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari Selasa (15/6/2021) kemarin, Christian menghadap dan melapor Gubernur NTT terkait rencana pelaksanaan Sidang Sinode GKS ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya sudah bertemu dan melapor Pak Gubernur mengenai rencana  acara ini,” kata Christian.</p>
<p style="text-align: justify;">Bakal calon Bupati Sumba Barat Daya ini mengatakan,  Gubernur NTT sangat menaruh  respek terhadap kegiatan Gereja ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pak Gub mendukung dan siap membantu,” tegas Christian.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Christian, Sidang Sinode ini bakal digelar di Gereja GKS Weemangura, Klasis Weemangura Yango, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sidang Sinode ini, jelas Christian, membicarakan agenda GKS ke depan, merumuskan program kerja dan pergantian pimpinan Sinode.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pesertanya adalah utusan dari semua gereja di bawah GKS sedaratan Sumba,” tandas anggota Dewan Pertimbangan DPD I Golkar NTT ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai ketua panitia, kata Christian, dia siap mengemban kepercayaan ini. “Saya siap dengan kepercayaan ini. Tentu empat Pemda di daratan Sumba mendukung kegiatan akbar ini,” kata Christian optimis. (<strong>den</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/gubernur-ntt-dukung-sidang-sinode-gks-di-sbd/">Gubernur NTT Dukung Sidang Sinode GKS di SBD</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
