<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mgr Dr Paulus Sani Kleden SVD &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/mgr-dr-paulus-sani-kleden-svd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Aug 2024 01:48:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Mgr Dr Paulus Sani Kleden SVD &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Sani ke Budi : Persembahan Keluarga Kleden</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/dari-sani-ke-budi-persembahan-keluarga-kleden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 01:44:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr Dr Paulus Sani Kleden SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr. Paulus Budi Kleden]]></category>
		<category><![CDATA[Tony Kleden]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Budi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=24681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Tony Kleden Pendahuluan Saya menahan diri sangat kuat. Tidak ingin  10 jari ini menari-nari&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/dari-sani-ke-budi-persembahan-keluarga-kleden/">Dari Sani ke Budi : Persembahan Keluarga Kleden</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Tony Kleden</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Saya menahan diri sangat kuat. Tidak ingin  10 jari ini menari-nari di atas tuts <em>notebook</em> tua. Alat kerja bermerek toshiba yang diterima dari tangan Rosihan Anwar (alm) di Jakarta  2010 silam itu  sudah jadi teman saban hari.  Saya tahan diri,  tidak mau menulis sesuatu tentang sosok Pater. Dr. Paulus Budi Kleden, SVD yang diangkat Paus Fransiskus  menjadi Uskup Agung Ende.</p>
<p>Lantaran sikap itu, banyak yang protes.  “Kami belum baca tulisanmu tentang beliau. Kami ingin  tahu apa kata keluarga sendiri. Kami tunggu,” kata seorang teman pastor yang menetap di benua biru, Eropa. “Jangan lupa tulis tentang beliau! Tulis apa saja, kami ingin baca,”  pinta seorang rekan anggota sebuah grup WA.</p>
<p>Yaaa, apa lagi yang mesti ditulis? Sudut dan sisi mana lagi yang belum diulas? Belum sampai satu jam setelah diumumkan menjadi Uskup Agung Ende, Sabtu, 25 Mei 2024 rembang malam,  Pater Budi Kleden mendapat apresiasi dan ungkapan proficiat dari mana-mana.  Membanjiri dinding-dinding facebook.  Berhari-hari setelahnya begitu banyak komentar dan  testimoni tentang sosok ini. Teman kelas, mantan mahasiswa/i, rekan-rekan imam,  aktivis LSM, para guru, siapa saja yang mendengar kabar ini memberi apresiasi melalui komentar singkat, tulisan ringan, juga artikel pendek.</p>
<p>Saya sangat paham, juga sangat mengerti, kalau Budi Kleden bukan tipe orang yang haus pujian.  Dia tidak suka  dirinya dipublikasikan.  Tetapi untuk  menjawabi dan mengobati harapan banyak orang, saya melihat sisi keluarga saja untuk tulisan sederhana ini.  Pembaca tidak bakal menemukan kedalaman pengetahuan  Budi Kleden tentang teologi, filsafat, dan sastra di tulisan ini. Juga tidak akan mendapat gambaran seperti apa empati, simpati, perhatiannya terhadap para mahasiswanya di Ledalero.  Yang ditemukan dari tulisan ini cumalah hal ihwal yang sangat  sederhana. Mungkin juga terlalu sepele tentang sosok ini.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/dari-sani-ke-budi-persembahan-keluarga-kleden/">Dari Sani ke Budi : Persembahan Keluarga Kleden</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>50 Tahun Wafatnya Mgr. Dr Paulus Antonius Sani Kleden, SVD</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/50-tahun-wafatnya-mgr-dr-paulus-antonius-sani-kleden-svd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2022 10:41:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr Dr Paulus Sani Kleden SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Sani Kleden SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Waibalun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=18927</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Tony Kleden Meski bernilai sejarah, ini bukan tentang sejarah. Apalagi Sejarah Gereja. Tetapi tentang&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/50-tahun-wafatnya-mgr-dr-paulus-antonius-sani-kleden-svd/">50 Tahun Wafatnya Mgr. Dr Paulus Antonius Sani Kleden, SVD</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Tony Kleden</strong></p>
<p>Meski bernilai sejarah, ini bukan tentang sejarah. Apalagi Sejarah Gereja. Tetapi tentang keluarga. Karena itu tulisan ini lebih banyak mengandung cerita nostalgia. Nostalgia dari seorang anak tentang sosok orang tuanya, (Alm) Mgr. Dr. Paulus Antonius Sani Kleden, SVD.</p>
<p>Tulisan sederhana dan sekenanya ini hadir terutama untuk mengenang 50 tahun kepergian Mgr. Dr Paulus Antonius Sani Kleden, SVD, tepat hari ini, 18 November 2022.  Berharap bisa menambah pemahaman, pengetahuan yang agak lengkap tentang sosok  ini.</p>
<p>Mgr. Dr. Paulus Antonius Sani Kleden, SVD lebih populer dengan panggilan Uskup Sani.  Uskup Sani adalah uskup pribumi pertama Pulau Flores, uskup pribumi kedua Nusa Tenggara setelah Mgr. Gabriel Manek, SVD. Juga  uskup pribumi keempat di Indonesia setelah Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J (tahbisan uskup 1940),  Mgr. Gabriel Manek, SVD (1951) dan  Mgr. Adrianus Djajaseputra, SJ (1953).</p>
<p>Uskup Sani lahir di Waibalun, Flores Timur, 26 Juni 1924 dari pasangan Bapak Yosep Suban Kleden  dan Mama Maria Kemohun Kean. Bapak Yosep Suban Kleden seorang petani yang tidak bisa maksimal mengolah kebun karena sebelah kakinya cacat.</p>
<p>Uskup Sani sulung dari 4 bersaudara. Anak kedua namanya Petrus Sina Kleden, seorang tukang kayu yang bekerja di perbengkelan misi Larantuka.  Salah seorang anaknya adalah Pater Dr. Paulus Budi Kleden, SVD, yang saat ini menjadi Superior Genderal SVD yang berkedudukan di Roma, Italia.</p>
<p>Anak ketiga namanya Wilhelmus Lawe Kleden, yang tak lain adalah ayah saya.  Kalau Petrus Sina Kleden seorang tukang kayu yang telaten, maka Wilhelmus Lawe Kleden adalah seorang petani dan nelayan yang ulet. Siang di kebun malam di laut. Sesekali ‘merantau’ ke desa dan kampung di pedalaman Flores Timur membelah kayu bulat sebelum orang mengenal <em>chainsaw</em> (sensor).</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/50-tahun-wafatnya-mgr-dr-paulus-antonius-sani-kleden-svd/">50 Tahun Wafatnya Mgr. Dr Paulus Antonius Sani Kleden, SVD</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
