<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Piala Dunia Gatar 2022 &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/piala-dunia-gatar-2022/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Dec 2022 23:58:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Piala Dunia Gatar 2022 &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lionel Messi Benar-Benar ‘Messias’</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/lionel-messi-benar-benar-messias/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2022 23:58:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina Juara Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Gatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19424</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Mendebarkan! Laga final yang bikin jantungan. Argentina tampaknya meredup di&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/lionel-messi-benar-benar-messias/">Lionel Messi Benar-Benar ‘Messias’</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Mendebarkan! Laga final yang bikin jantungan. Argentina tampaknya meredup di babak kedua. Padahal babak di pertama itu, si Tango sekian lincah dan cantik. Operan bola pasti dari kaki ke kaki. Kuasai lapangan. Dua gol di babak pertama itu tampaknya jadi jaminan pasti. Selanjutnya, pasti akan lebih enteng untuk akhiri semuanya.</p>
<p>Namun, si Les Bleus nyata-nyata tak menyerah begitu saja. Mbappé di menit-menit awal itu dikepung ketat. Ia macamnya mati kutu. Namun, nyatanya, jelang akhir babak dua itu, Mbappé dkk mulai melejit. Mendebarkan. Tak disangka-sangka dua gol Mbappé memaksa untuk perpanjangan waktu.</p>
<p>Dua pada titiknya semua harus berakhir dengan pinalti. Kedudukan 3 – 3 harus diuji nasibnya lewat pinalti. Dan semuanya harus berakhir segalanya. Si Pulga, Lionel Messi, sungguh di atas segalanya. Tak ada yang kurang lagi padanya.</p>
<p>Semalam 18 Desember di Qatar itu adalah miliknya. Iya, sungguh miliknya. Ia bakal dikenang sebagai  <em>top player</em> selamanya. Berbagai trofi level pribadi, klub atau negara sudah ia lewati. Argentina yang keok di laga awal versus Arab Saudi, sepertinya sudah bikin gemetaran para fansnya. Messi sepertinya ada di jalur anti klimaks dalam kariernya. Nyatanya?</p>
<p>Messi tetap punya daya magis. Karier sepakbola kiranya kini berakhir suggguh di puncak tertinggi: Juara Dunia! Di titik sebaliknya, Mbappé telah kuburkan ambisinya untuk jadikan negaranya sebagai yang pertama pertahankan juara dunia. Sayangnya, Messi masih jadi ‘duri’ baginya. Entahlah bagaimana nantinya aura hati, saat keduanya kembali bergabung di Paris Saint-Germain?</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/lionel-messi-benar-benar-messias/">Lionel Messi Benar-Benar ‘Messias’</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antara Messi, Mbappé dan Sambo di Lingkaran ‘Piala Dunia Qatar 2022’</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/antara-messi-mbappe-dan-sambo-di-lingkaran-piala-dunia-qatar-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2022 12:44:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Gatar 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Kini dari semuanya, hanya ada satu nada dasar. Itulah yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/antara-messi-mbappe-dan-sambo-di-lingkaran-piala-dunia-qatar-2022/">Antara Messi, Mbappé dan Sambo di Lingkaran ‘Piala Dunia Qatar 2022’</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Kini dari semuanya, hanya ada satu nada dasar. Itulah yang tengah dilebarpanjangkan. Hendak jadi satu orkestrasi musik permainan gemulai. Namun harus cantik dan penuh daya juang. Di situ, segalanya hanya terarah pada muara tunggal harapan. Kemenangan mesti diraih. Dan itu harus. Juara dan menggondol World Cup – Piala Dunia, memanglah jadi satu keharusan!</p>
<p>Messi dkk pasti lagi berpikir serius. Bagaimana harus hempaskan Mbappé di laga final? “Di Paris Saint-Germain bolehlah kita se-klub, Bro! Tapi soal bela tanah air? Tak ada pilihan lain! Kita punya gawang berlawanan.” Inilah momentum telak. Messi mesti buktikan pada dunia, pun pada si Mbappé itu: <em>Who is the best in the PSG and even around the world?</em></p>
<p>Dan yang sama pun  tentu ada di benak Mbappé. Bagaimana sekiranya dari hasil final yang segera berlangsung ini, jagat raya bakal akui Les Bleus penuh decak kagum. Sejarah baru mesti tercipta. Jadi negara pertama yang bisa pertahankan <em>titre coupe du monde. </em>Era Messi mesti dipastikan ditutup di laga final itu. Dan seorang raja baru mesti dimahkotai <em> </em>segera. Semuanya di Lusail Stadium di Minggu malam, 18 Desember 2022.</p>
<p>Di sudut lain? Mari menelisik aura sengit dukung-mendukung. Sentimen idolatrik sudah terbungkus dalam rasa patriotrik yang kental. Dan itu tak terhindarkan. Sungguh keterlaluan, sekiranya <em>un argentino</em> mesti dukung Les Bleus. Pun sebaliknya untuk <em>un fran</em><em>ҫais </em>yang dukung tim Tango. Pengkhianatan terhadap negeri.</p>
<p>Dalam pada itu, dunia pun sudah terpecah-pecacah dalam dua blok fans. Walau pasti tetap ada yang memang ‘mati rasa’ dengan dunia si kulit bundar. Tapi jangan lupa! Yang ‘<em>baingao </em>bin<em> buta knop’</em> dengan bola, tak berarti bebas murni dari pengaruh Piala Dunia. Setidaknya, sudah ada bandar taruhan di segala level. Di sudut-sudut terpencil pun ada.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/antara-messi-mbappe-dan-sambo-di-lingkaran-piala-dunia-qatar-2022/">Antara Messi, Mbappé dan Sambo di Lingkaran ‘Piala Dunia Qatar 2022’</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Paulo Bento di Antara Portugal dan Korsel</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/paulo-bento-di-antara-portugal-dan-korsel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2022 00:50:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Gatar 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19194</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Mestikah Paulo Jorge Gomes Bento berwajah kembar penuh gelisah? Persis di&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/paulo-bento-di-antara-portugal-dan-korsel/">Paulo Bento di Antara Portugal dan Korsel</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><b>Oleh P. Kons Beo, SVD</b></strong></p>
<p>Mestikah <em>Paulo Jorge Gomes Bento</em> berwajah kembar penuh gelisah? Persis di dua puluh tahun lalu itu, ia jadi pemain Timnas Portugal. Berkiprah di putaran Final Piala Dunia 2002 Jepang-Korsel.</p>
<p>Sejarah kenangkan kekalahan Portugal yang dramatis. Tumbang dihantam Korsel 0 – 1. Gol kemenangan <em>Park Ji-sung </em>di menit 70 kala itu memaksa pulang <em>Paulo Bento dkk</em>. Mereka terhenti. ‘Terusir’ dari putaran 16 besar.</p>
<p>Pulang seterusnyakah <em>Paulo Bento </em>ke negerinya Portugal? Tidak! Tidak, ternyata tidak. <em>Paulo </em>mesti kembali lagi ke Korsel. Dan kini, ia malah jadi <em>Pelatih Korsel </em>untuk Piala Dunia Qatar 2022.  Undian putaran final menasibkan <em>Paulo </em>untuk bergabung dalam <em>permusuhan </em>Grup  H. Dan di situ ada pula Timnas Portugal, negeri asalnya sendiri.</p>
<p>Tak seperti Kosel, jalan penyisihan Grup H bagi Portugal tak ada hambatan di dua laga perdana. Ghana bertekuk 2 – 3. Urugai menyerah 0 – 2 dalam laga yang disinyalir penuh aroma ‘balas dendam Portugal.’ Sementara Korsel? Di dua pertandingan awal hanya punya nilai 1. Hasil seri kontra Uruguai. Hitung-hitung kemenangan dan produktivitas gol, Korsel harus menang versus Portugal di tarung akhir.</p>
<p>Dan semalam, di grup ada tarung sengit. Korsel, Ghana dan Uruguai mesti unjuk kekuatan. Agar bisa jadi teman pendamping Portugal ke 16 besar itu. Dan semuanya telah berakhir dalam kepastian. Sayonara untuk Ghana dan Uruguai. Menyedihkan memang. Banyak pengandaian muncul. Tafsiran kocak dan bahkan liar, seperti biasa, merebak sana-sini.</p>
<p>Portugal bisa keok di tangan Korsel? Sungguhkah? Jangan-jangan ‘ada pembiaran agar Korsel unggul.’ Dan itu jadi jalan tepat untuk hentikan Uruguai yang bisa saja masih didendami Portugal? Ataukah juga ada skenario diam-diam <em>Paulo Bento </em>dan <em>Fernando Santos</em>, pelatih Portugal, agar, itu tadi, kemungkinan besar jalan Uruguai tertutup? Iyalah, Piala Dunia tak luputlah dari <em>kecurigaan dalam teori konspirasi.</em></p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/paulo-bento-di-antara-portugal-dan-korsel/">Paulo Bento di Antara Portugal dan Korsel</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Der Panzer: Jujur, Ku Tak Ingin Engkau Pergi</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/der-panzer-jujur-ku-tak-ingin-engkau-pergi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2022 00:01:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Gatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Di Grup E malam tadi memang semua harus berakhir. Kalkulasi&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/der-panzer-jujur-ku-tak-ingin-engkau-pergi/">Der Panzer: Jujur, Ku Tak Ingin Engkau Pergi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Di Grup E malam tadi memang semua harus berakhir. Kalkulasi matematik pertandingan akhirnya tiba pada kepastian. Jerman dan Costa Rika mesti cukup sampai di sini. Spanyol di tempat kedua. Dan si <em>Samurai Biru, </em>Jepang, bertakhta di puncak. Satu fase telah ditapaki.</p>
<p>Jerman memang harus pulang awal? Satu pertanyaan penuh heran. Tentu banyak jawab di baliknya. Intinya, ada yang aneh untuk semuanya. Seperti ‘hancurkan tradisi paten.’ Bahwa Jerman segera angkat koper. Langsung sesudah babak penyisian grup. Satu ‘dogma sepakbola’ mencair.</p>
<p>Tim Panzer disikat Jepang di pertandingan awal. Berakhir seri melawan Spanyol, dan berjaya akhirnya melabrak Costa Rica. Dan mesti ‘tamat di Piala Dunia Qatar’ dengan selisih produk gol kurang dibanding Spanyol. Iya, itulah pertandingan. Hadir sebagai salah satu tim unggulan.  Namun mesti menerima kenyataan.</p>
<p>Kini, sepertinya tak ada lagi tim yang ‘difavoritkan’ apalagi sampai ‘harus dipastikan.’ Entah untuk satu kemenangan pun untuk satu kekalahan. Tampaknya kedua tim yang berlaga di lapangan miliki talenta masing-masing 50 persen. Entah mau dikembangkan selama pertandingan? Atau menjadi lengah dan akhirnya dirampok tim lawan?</p>
<p>Lepas dulu suara-suara mulai berdesis sana-sini. Menyasar kembali keberlangsungan Piala Dunia di Qatar. Iya, selalu ada celah untuk dicari pembenaran dan salahnya. Seolah-olah tim yang dianggap ‘berkelas’  alami kekalahan, kesalahannya ditembakkan pada tanya: ‘Level mafia’ seperti apa yang bisa ‘loloskan  Qatar’ jadi Tuan Rumah?’</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/der-panzer-jujur-ku-tak-ingin-engkau-pergi/">Der Panzer: Jujur, Ku Tak Ingin Engkau Pergi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Argentina Menang – Polandia Kalah, Tetapi “Terima Kasih Arab Saudi”</title>
		<link>https://kabarntt.id/olahraga/argentina-menang-polandia-kalah-tetapi-terima-kasih-arab-saudi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2022 22:35:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Gatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P Kons Beo, SVD Laga ini memang mendebarkan! Argentina versus Polandia di pertandingan akhir&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/olahraga/argentina-menang-polandia-kalah-tetapi-terima-kasih-arab-saudi/">Argentina Menang – Polandia Kalah, Tetapi “Terima Kasih Arab Saudi”</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><b>Oleh P Kons Beo, SVD</b></strong></p>
<p>Laga ini memang mendebarkan! Argentina <em>versus </em>Polandia di pertandingan akhir grup C. Demi tiket penentuan masuk keputaran selanjutnya. Di pertandingan ini, Polandia cukup butuh hasil seri. Argentina butuh kemenangan. Yakinlah, jutaan pasang pasang pasti mengamati nasib <em>Messi dkk. </em></p>
<p>Tim Tango ini didukung untuk menang. <em>Messi </em>mesti berjaya hingga puncak harapan. Walau awali laga perdana sekian tertati. Teringat lagi kisah <em>Albiceleste </em>di putaran Final Piala Dunia 1998, Prancis. Saat itu <em>Maradona, </em>sang maestro sepakbola Argentina tak lagi berkiprah. Terakhir, <em>Maradona  </em>ada di putaran Final 1994. Dan walau ia tak lagi membawa Argentina ke titik supremasi kala itu, sebuah gol indah ia ciptakan di putaran final itu.</p>
<p>Sebuah harian di Italia, di jelang Piala Dunia 1998 itu, menulis, bila saya tak lupa, tapi isinya kira-kira begini: <em><i>“Coppa del mondo senza Maradona è come una discoteca senza ragazza.</i></em>” Tiadanya <em>Maradona </em>di piala dunia, ibarat sebuah diskotik yang ketiadaan ceweq.</p>
<p>Wah, betapa berdaya pikatnya <em>Maradona </em>untuk ajang sekelas Piala Dunia. Sebab di balik <em>Maradona, </em>ada nilai kehalusan dan keindahan. Ada tarian dan olahraga yang berpadu.</p>
<p>Mungkin seperti itulah, jika harus dibandingkan andaikan Piala Dunia Qatar 2022 sudah <em>ketanpaan Argentina dan Messi </em>di babak penyisian grup. Itu tak boleh terjadi! Argentina adalah salah satu magnet sepakbola dunia. Digentari lawan dan miliki prestasi mondial yang ‘bukan kacang-kacangan.’ Para punggawa <em>Tim Tango </em>itu  sudah sekian berkiprah di berbagai klub elit di mancanegara.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/olahraga/argentina-menang-polandia-kalah-tetapi-terima-kasih-arab-saudi/">Argentina Menang – Polandia Kalah, Tetapi “Terima Kasih Arab Saudi”</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Senegal Ada Spirit “Manko Wutti Ndamli”</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/dari-senegal-ada-spirit-manko-wutti-ndamli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2022 00:02:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Gatar 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Senegal dan Ekuador, semula, bagai dua anak sungai. Mengalir di&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/dari-senegal-ada-spirit-manko-wutti-ndamli/">Dari Senegal Ada Spirit “Manko Wutti Ndamli”</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh </strong><strong>P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Senegal dan Ekuador, semula, bagai dua anak sungai. Mengalir di atas satu jalur pasti. Itulah jalur harapan akan satu kemenangan. Keduanya dibatasi ‘hanya’ oleh seragam berbeda. Pun tentu oleh posisi saling berlawanan. Namun, semuanya itu bersatu padu  semalam di <em>Khalifa International Stadium</em>.</p>
<p>Dan, duel ‘mati hidup’ pun  jadi tak terhindar. Menang berarti harus mengalahkan. Dan ‘mengalah’ artinya segeralah usai semuanya. Tak ada pilihan lain lagi. Maka, di laga dua kali 45 menit itu, gawang lawan mesti disasar. Ciptakan gol adalah penebalan harapan akan kemenangan.</p>
<p>Senegal bukanlah tim <em>ayam sayur. </em>Dalam lintasan Piala Afrika, Tim bergelar <em>Singa dari Teranga </em>itu adalah Juara Afrika 2021. Di kancah Piala Dunia, Senegal pernah mencapai babak  perempat Final tahun 2002. Dan di tahun 2002 itu, ada kenangan manis buat Senegal. Prancis, juara bertahan Piala Dunia 1998, dibuat takluk di laga perdana melalui gol tunggal <em>Papa Bouba Diop.</em></p>
<p>Senegal mulai menata asa. <em>Ismaila Sarr</em> berhasil getarkan jala melalui titik putih. <em>Hernan Galindez, </em>penjaga gawang Ekuador, terkecoh. Namun, kemenangan sementara Senegal sejak menit 42 itu, berakhir di menit di menit ke 68. Bola yang berawal dari sepakpojok, tiba di kaki <em>Mioses Caicedo</em>. Dia lalu dengan enteng menjebol gawang <em>Edouard Mendy.</em></p>
<p>Namun, sepertinya laga ini tak dinasibkan <em>draw. </em>Kegembiraan hasil seri sementara tak dinikmati lama oleh Ekuador. Hanya dua menit berselang, lagi-lagi gawang Ekuador terjebol. Dan di menit-menit akhir, Ekuador tetap dalam pertarungan penuh harapan. Sayangnya, semuanya mesti berakhir pasti. Kekalahan yang sulit diterima. Gol cantik si <em>K. Koulibaly</em> terasa kejam untuk kuburkan semua impian.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/dari-senegal-ada-spirit-manko-wutti-ndamli/">Dari Senegal Ada Spirit “Manko Wutti Ndamli”</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Virus Balas Dendam Itu Sungguh Berdaya</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/ketika-virus-balas-dendam-itu-sungguh-berdaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2022 22:28:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Gatar 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19119</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Seharusnya gol. Itu yang terjadi di menit 32. Sudah berhadapan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ketika-virus-balas-dendam-itu-sungguh-berdaya/">Ketika Virus Balas Dendam Itu Sungguh Berdaya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh </strong><strong>P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Seharusnya gol. Itu yang terjadi di menit 32. Sudah berhadapan dengan penjaga gawang. Dan sebenarnya, tinggal dengan tenang menjebol gawang. Namun, itulah yang gagal dibuat <em>Rodrigo Bentacur</em>. Laju bola terblokir <em>Diogo Costa, </em>penjaga gawang Portugal.</p>
<p>Tentu, ada yang berandai-andai. Sekiranya<em> </em>yang berhadapan satu-satu ‘model begitu’ itu ialah sosok <em>Messi. </em>Gol cantik pasti tercipta. Sssst, lepas dulu pengandaian itu. Ini Uruguay <em>yang main</em>. Bukan Argentina. Tapi, sudahlah. Mari lanjut dengan Portugal vs Uruguay di <em>Lusail Iconic Stadium</em> semalam.</p>
<p>Jelas terlihat. Di menit-menit awal, Portugal serasa leluasa kuasai bola. Walau tak ada ancaman gawang yang mendebarkan. Aura sediki berubah. Lewati menit ke 30-an itu, perlahan namun pasti, Uruguay ‘mulai perlahan panas.’ Mulai unjuk kekuatan yang patut di perhitungkan. <em>Pepe dkk </em>di barisan belakang nampak kerepotan. Dan harus ‘ada kerja sedikit yang.’</p>
<p>Saling serang mulai terbaca. Hingga ke menit 32 itu, yang seharusnya berbuah gol bagi Uruguay. Di menit 53, satu tendangan melambung <em>Bruno Fernandez</em> yang dibayangi lompatan <em>Ronaldo, </em>buahkan gol. Unggul sementaranya Portugal menghentak Urugay untuk harus bertarung sejadinya.</p>
<p>Sayangnya, serangan demi serangan tetap terblok. Tak ada lagi ancaman yang memang amat membahayakan Portugal. Tapi, ini memang tak berarti permainan hilang keseruannya. Tidak demikian. Masuknya <em>Luis Soarez, </em>sebagai pengganti, serasa kurang berpengaruh demi Uruguay. Walau ada yang berkoment, seperti ingin membangkitkan aura <em>el clasico la lega </em>kontra Pepe dan Ronaldo. <em>Suarez </em>sudah tak garang lagi.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ketika-virus-balas-dendam-itu-sungguh-berdaya/">Ketika Virus Balas Dendam Itu Sungguh Berdaya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Spanyol vs Jerman Berakhir Seri:  Hansi Flick Pemenangnya</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/spanyol-vs-jerman-berakhir-seri-hansi-flick-pemenangnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2022 00:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kona Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Gatar 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=19101</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh P. Kons Beo, SVD Adakah duel Grup yang paling dinantikan jagat sepakbola dari Piala&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/spanyol-vs-jerman-berakhir-seri-hansi-flick-pemenangnya/">Spanyol vs Jerman Berakhir Seri:  Hansi Flick Pemenangnya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh P. Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Adakah duel Grup yang paling dinantikan jagat sepakbola dari Piala Dunia Qatar? Kiranya Spanyol <em>versus </em>Jerman adalah jawaban pastinya. Spanyol punya modal kuat dari pertandingan pertama. Costa Rica terjungkal 7 gol tanpa balas. Sementara Jerman?</p>
<p>Ia harus menantang Spanyol bermodalkan rasa malu. Tersungkur di tangan Jepang 1 – 2. Dunia terperangah. Seakan tak percaya. Persis seperti ketika Arab Saudi <em>sikat </em>Argentina 2 – 1. Malam ini, ya dini hari di tanah air, duel Spanyol vs Jerman memang tak terhindarkan.</p>
<p>Pertandingan akan berjalan “<em>saling menyerang</em>.” Itu keyakinan Luis Enrique<em>, </em>Pelatih Tim Matador, <em>La Furia Roja,</em> Spanyol<em>. </em>Ini bukan saja demi unjuk level main tingkat tinggi antar dua jawara sepakbola. Keduanya memang bukan timnas sembarangan. Bisa saja, Spanyol vs Jerman juga ingin tunjuk betapa wibawanya <em>Bundesliga </em>dan berbobotnya <em>La lega. </em></p>
<p>Tapi, yang sesungguhnya, bagi Jerman, inilah pertandingan hidup mati. Tak boleh kalah dari Spanyol bila ingin berpeluang untuk fase selanjutnya.</p>
<p>Di dini hari tadi, dua tim sudah berlaga. Saling serang tersaji. Tampaknya ada duel antara kekuatan fisik dan seninya bermain. Tak gampang Spanyol hadapi ketangguhan Jerman. Tak semudah seperti saat hadapi Costa Rica.</p>
<p>Sepertinya keduanya  tak ada gerak-gerik <em>maen</em> <em>santai</em>. Serasa penuh sengit dan serba tegang. Uji kecepatan dan ketangguhan diperagakan. Spanyol tetap berjuang jaga aura di trend positif.  Dan Jerman, itu tadi, tak mau kalah beruntun.  Dan pasti lebih malu lagi bila harus <em>bale kampung </em>lebih awal.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/spanyol-vs-jerman-berakhir-seri-hansi-flick-pemenangnya/">Spanyol vs Jerman Berakhir Seri:  Hansi Flick Pemenangnya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
