<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>QRIS &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/qris/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Apr 2022 14:55:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>QRIS &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bayar Pajak dan Retribusi Non Tunai via Kios Pajak dan Agen Dia Bisa</title>
		<link>https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/bayar-pajak-dan-retribusi-non-tunai-via-kios-pajak-dan-agen-dia-bisa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2022 14:55:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Korinus Masneno]]></category>
		<category><![CDATA[QRIS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=14885</guid>

					<description><![CDATA[<p>OELAMASI kabarntt.id&#8212; Masyarakat wajib pajak Kabupaten  Kupang akan semakin mudah membayar pajak dan retribusi daerah&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/bayar-pajak-dan-retribusi-non-tunai-via-kios-pajak-dan-agen-dia-bisa/">Bayar Pajak dan Retribusi Non Tunai via Kios Pajak dan Agen Dia Bisa</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>OELAMASI kabarntt.id</strong>&#8212; Masyarakat wajib pajak Kabupaten  Kupang akan semakin mudah membayar pajak dan retribusi daerah secara non tunai melalui aplikasi Kios Pajak dan Agen Dia Bisa.  Karya inovatif Bank Indonesia dan Bank NTT ini  sebagai upaya konstruktif guna menguatkan peran kapasitas fiskal daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian diungkap Bupati Kupang, Korinus Masneno, saat membuka kegiatan sosialisasi pembayaran pajak dan petribusi non tunai di Oelamasi, Selasa (5/4/2022).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Korinus, episentrum dari kebijakan  terletak pada kemampuan Pemerintah Daerah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik melalui kewenangan atas pungutan pajak dan retribusi daerah, maupun melalui berbagai skenario keuangan lainnya, seperti pinjaman daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya dilakukan untuk mengurangi ketergantungan tinggi daerah terhadap dana transfer pemerintah pusat.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Masneno mengaatakan, untuk memitigasi kelemahan fiskal daerah saat ini dan demi mencapai akselerasi menuju daerah yang progresif, langkah strategis yang telah diambil yaitu ekstensifikasi pendapatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini berarti memudahkan wajib pajak dan wajib retribusi melalui metode pembayaran yang efektif seperti sistem pembayaran non tunai &#8220;Kios Pajak&#8221; dan &#8220;Agen Dia Bisa&#8221; dari Bank NTT.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya inginkan semua pihak dapat samakan persepsi untuk memaksimalkan pencapaian target PAD. Pada tahun 2020 PAD yang kita terima hanya 73% dari target yang ditetapkan. Namun pada 2021 dengan mengoptimalkan potensi sumber pendapatan yaitu hasil sewa hypermart, kita over target dengan 102,39%. Prestasi seperti ini harus selalu kita kembangkan, terus gali potensi yang ada, sehingga PAD meningkat dan tentunya dapat berdampak positif terhadap belanja pembangunan dan hidup masyarakat,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, salah satu masalah utama optimalisasi PAD, kata Mesneno, akibat masih kurangnya keinginan wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya. Hambatan ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses wajib pajak terhadap tempat pembayaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, penggunaan fasilitas seperti internet banking belum begitu familiar di masyarakat, karena kendala terbatasnya internet serta fakta, bahwa baru terdapat 9 Bank NTT di wilayah Kabupaten Kupang, yang semuanya terletak di ibukota kecamatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai konsekuensinya, motivasi wajib pajak dalam penyelesaian kewajibannya cukup menurun.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu, sangat perlu mengubah pola pikir masyarakat yang masih terbiasa dengan pembayaran tunai langsung ke bank.</p>
<p style="text-align: justify;">Kerja sama Pemkab Kupang dan Bank NTT dalam melakukan pendekatan pembayaran secara non tunai melalui aplikasi tersebut, sebagai solusi untuk meminimalisir persoalan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Inovasi ini memampukan pelaku usaha dan masyarakat berpartisipasi langsung bukan saja untuk memenuhi kewajiban perpajakan dan kebutuhan lainnya, tetapi juga untuk menambah penghasilan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dikatakan Masneno, modernisasi perpajakan ini digiatkan oleh Bank Indonesia menggunakan metode kode respon cepat standar Indonesia atau QRIS. Inovasi ini secara paralel dilaksanakan Pemkab Kupang sebagai suatu pemenuhan amanat regulasi tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik.  (<strong>sem</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/bayar-pajak-dan-retribusi-non-tunai-via-kios-pajak-dan-agen-dia-bisa/">Bayar Pajak dan Retribusi Non Tunai via Kios Pajak dan Agen Dia Bisa</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BI Masuk Kampus, Mengajar Mahasiswa Unwira  Kedaulatan Rupiah</title>
		<link>https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/bi-masuk-kampus-mengajar-mahasiswa-unwira-kedaulatan-rupiah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2021 00:13:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indoensia Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Masuk Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[QRIS]]></category>
		<category><![CDATA[Unwira Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=11096</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212; Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT kembali menggelar Program BI Mengajar. Kali ini BI&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/bi-masuk-kampus-mengajar-mahasiswa-unwira-kedaulatan-rupiah/">BI Masuk Kampus, Mengajar Mahasiswa Unwira  Kedaulatan Rupiah</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8212; Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT kembali menggelar Program BI Mengajar. Kali ini BI masuk ke kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang  mengajar tentang Kedaulatan Pangan, Selasa (28/9/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Program BI Mengajar  di Unwira kali ini mengambil topik peran BI sebagai bank sentral dalam digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Program BI Mengajar ini, kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja,  rutin digelar saat ulang tahun Bank Indonesia dan HUT RI.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Nyoman, peran Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam digitalisasi keuangan dan ekonomi nasional adalah melalui stabilitas moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepada para mahasiswa diperkenalkan QRIS, GPN dan  keuangan inklusi. QRIS, kata Nyoman, dimaksudkan untuk mendukung ekosistem keuangan dengan 12 juta merchant. Sejauh ini sudah 10 juta merchant yang tercapai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kedaulatan rupiah, kata Nyoman, dimaksudkan bahwa di seluruh Indonesia transaksi menggunakan rupiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Rektor Unwira  Kupang, P. Dr. Philipus Tule, SVD merespon dan memberi apresiasi atas kegiatan  Program BI Mengajar.</p>
<p style="text-align: justify;">P. Philipus mengakui sudah sejak Juli 2018 Unwira telah bekerja sama menyediakan BI Corner sebagai sumber belajar dengan 300 buah buku koleksi dan 1000 e-book.</p>
<p style="text-align: justify;">BI Corner setahun kemudian, 27 September 2019, kata Pater Philipus, diresmikan Deputi Senior Bank Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahli ilmu agama Islam ini memberi apresiasi tinggi kepada BI. Program BI Mengajar ini dapat mengembangkan efektivitas belajar di tengah pandemi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Daniel Agus Prasetyo, Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, ketika membawa materi tentang QRIS (<em>Quick Response Code Indonesian Standard)</em> dan GPN (Gerbang Pembayaran Nasional), menjelaskan tentang sistem pembayaran dari tunai hingga non tunai atau digital.</p>
<p style="text-align: justify;">Interkoneksi dan interoperabel menjadi syarat pembayaran sistem secara digital misalnya dengan QR code atau menggunakan aplikasi dan sistem pembayaran lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Daniel  menegaskan, QRIS juga sangat cocok sebagai alat transaksi dalam masa pandemi ini. Misalnya melalui OVO, GO-PAY dan mobile banking Bank NTT. QRIS juga sangat aman  dalam transaksi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sudah ada 60 penyelenggara bank dan non bank yang menggunakan QRIS ini,&#8221; kata Daniel.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembayaran menggunakan QR CODE, kata dia, sudah terintegrasi di aplikasi mobile banking atau mobile payment. QRIS sendiri dibangun bersama oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang didukung penyelenggara bank dan non-bank seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, BSM, CIMB, BPD, Gopay, Ovo, Dana, Linkaja, Shopee, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: justify;">QRIS sendiri menghubungkan dengan sumber dana yang telah familiar seperti tabungan, kartu debet, yang elektronik dan kartu kredit.</p>
<p style="text-align: justify;">Lexy Alexander Nggelan yang juga dari BI NTT mengatakan, mata uang rupiah merupakan pemersatu bangsa.  Penggunaan uang rupiah di Indonesia ikut menjaga kedaulatan rupiah di wilayah NKRI.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau ada uang yang rusak atau robek dapat ditukar di Bank Indonesia atau kas titipan Bank Indonesia bersama bank-bank lainnya,&#8221; kata dia. (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/bi-masuk-kampus-mengajar-mahasiswa-unwira-kedaulatan-rupiah/">BI Masuk Kampus, Mengajar Mahasiswa Unwira  Kedaulatan Rupiah</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jaga Kedaulatan Rupiah, Bank Indonesia-Bank NTT Bersinergi Terobos Pasar Rakyat</title>
		<link>https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/jaga-kedaulatan-rupiah-bank-indonesia-bank-ntt-bersinergi-terobos-pasar-rakyat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2021 22:38:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[QRIS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=10480</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Bank Indonesia sebagai regulator layanan jasa keuangan di Indonesia terus bersinergi dengan dunia perbankan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/jaga-kedaulatan-rupiah-bank-indonesia-bank-ntt-bersinergi-terobos-pasar-rakyat/">Jaga Kedaulatan Rupiah, Bank Indonesia-Bank NTT Bersinergi Terobos Pasar Rakyat</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>KUPANG kabarntt.id&#8212;</strong>Bank Indonesia sebagai regulator layanan jasa keuangan di Indonesia terus bersinergi dengan dunia perbankan untuk mensosialisasikan layanan pembayaran non tunai dengan jenis QRIS (<em>Quick Response Code Indonesian Standard</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Penetrasi terhadap metode transaksi menggunakan kode QR berstandar Indonesia ini terus dilakukan, di seluruh cabang serta kalangan direksi sangat ketat memantaunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Selasa (24/8/2021), bersama Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dan pejabat di dua institusi itu, melakukan kunjungan ke Pasar Kasih Kelurahan Naikoten I Kupang. Di sana mereka menyerahkan plakat barcode, lengkap dengan nama pemilik usaha. Uniknya, mereka yang menerima plakat barcode layanan pembayaran menggunakan QRIS tersebut adalah penjual sayur dan tukang pangkas rambut.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang penjual sayur, Melianus Tino, merupakan nasabah di Bank NTT Kantor Cabang Khusus (KCK) tersebut kaget ketika didatangi rombongan tersebut. Nyoman bertanya padanya tentang layanan QRIS yang dia pakai.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya baru saja memakai QRIS hari ini, tapi dari penjelasan petugas dari Bank NTT, katanya kami akan diuntungkan karena uang akan aman di bank, kami tidak pegang lagi sehingga tidak hilang dan tekor,&#8221; ujarnya sembari tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu rombongan bergeser ke Mas Hadi, salah seorang penjual cendol yang seharian berjualan di area parkiran rombengan. Sebagai pedagang kecil, dia bersyukur karena diajak menggunakan layanan pembayaran yang sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Karena pandemi Covid-19 begini kami juga hati-hati pegang uang sehingga dengan membayar cukup pake scan begini kami dimudahkan,&#8221;serunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang sama disampaikan Daeng Rahman, Mosez Punga dan Welmince Taek Paris. Daeng Rahman, pedagang asal Bugis ini mengaku, walau masih baru dengan QRIS, namun dia yakin kedepan ada yang akan menggunakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Beta akan ajak orang yang datang belanja untuk pake QRIS saja,&#8221; ujarnya dengan dialek Kupang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Kantor BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, kepada wartawan di sela-sela kunjungannya menegaskan bahwa terobosan yang dilakukan saat itu adalah salah satu cara untuk membangun ekonomi tanah air.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kita berharap semoga pertumbuhan ekonomi kita mudah-mudahan di atas tujuh persen di tahun-tahun mendatang. Masa NTT kalah dari daerah lain,&#8221; ujarnya dengan nada guyon.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia sangat berharap Bank NTT sukses menjalankan fungsinya sebagai <em>agent of development</em>. Dia optimis Bank NTT mampu menjabarkan program nasional ini secara baik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Karena Pak Dirut bersama seluruh jajaran sudah siap untuk itu dan kita akan masuk ke seluruh pasar-pasar di 22 kabupaten  dan kota di NTT. Kita siap jalan ke sana. Mudah-mudahan segera dalam waktu dekat,&#8221; pungkasnya penuh semangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada wartawan di Pasar Naikoten berterima kasih kepada Bank Indonesia yang tak kenal lelah memberi edukasi kepada pihaknya sebagai salah satu layanan jasa keuangan di NTT untuk terus berubah menggunakan model-model layanan pembayaran yang modern.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sebagai <em>agent of development</em> masih dalam komitmen dan kebersamaan TPAKD, Bank NTT sebagai salah satu lembaga jasa keuangan harus berkontribusi bagi literasi dan inklusi keuangan serta menciptakan   pembayaran yang aman, mudah, murah cepat dan sehat. Sebagaimana QRIS dibuat dengan tujuan agar masyarakat dimudahkan dalam setiap transaksi dan terhindar dari praktek uang palsu,&#8221;serunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Harry, ada satu hal yang penting, dan perlu dipahami sebagai warga negara bahwa berbagai terobosan yang dilakukan, masih dalam misi menjaga kedaulatan uang. Pasalnya, banyak kita jumpai praktek di masyarakat, ada beberapa transaksi yang tidak sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Di beberapa tempat perbelanjaan, ketika tidak ada uang kecil, maka kembaliannya ditukar dengan gula-gula. Nah QRIS adalah salah satu media untuk menjaga kedaulatan nilai uang Republik Indonesia yakni rupiah. Kita akan masuk lagi ke pasar-pasar yang lain seperti Pasar Oeba, Oesapa, Oebobo, Kuanino dan Pasar Penfui. Targetnya semua pasar kita akan masuk untuk digitalisasi pembayaran,&#8221; pungkas Alex.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara, Kepala Bidang Bisnis Kantor KCU Bank NTT, Vinsensius Rabu Sulu, menjelaskan jauh sebelum diterapkannya pembayaran menggunakan QRIS oleh Bank Indonesia, maka Bank NTT sudah menyiapkan program masuk pasar sehingga ibarat gayung bersambut, ketika ada QRIS dari Bank Indonesia, mereka tinggal menjalankannya saja. (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/jaga-kedaulatan-rupiah-bank-indonesia-bank-ntt-bersinergi-terobos-pasar-rakyat/">Jaga Kedaulatan Rupiah, Bank Indonesia-Bank NTT Bersinergi Terobos Pasar Rakyat</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Walikota Kupang Launching Digitalisasi Retribusi Pasar Gunakan QRIS</title>
		<link>https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/walikota-kupang-launching-digitalisasi-retribusi-pasar-gunakan-qris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2021 15:18:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekobis]]></category>
		<category><![CDATA[Jefri Riwu Kore]]></category>
		<category><![CDATA[PD Pasar Kota kupang]]></category>
		<category><![CDATA[QRIS]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=8684</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R  Riwu Kore, MM, MH, mengapresiasi komitmen Bank Indonesia  mengimplementasikan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/walikota-kupang-launching-digitalisasi-retribusi-pasar-gunakan-qris/">Walikota Kupang Launching Digitalisasi Retribusi Pasar Gunakan QRIS</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8212;Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R  Riwu Kore, MM, MH, mengapresiasi komitmen Bank Indonesia  mengimplementasikan penggunaan <em>Quick Response Code Indonesia Standard</em> (QRIS) yang dilakukan untuk pertama kalinya di NTT.</p>
<p>Apresiasi tersebut disampaikan Jefri Riwu Kore dalam sambutan dalam acara peluncuran Digitalisasi Retribusi Pasar Menggunakan QRIS, Rabu (2/6/2021), di Pasar Oebobo.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Jefri menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia, PT Telkom dan PD Pasar atas terselenggaranya acara launching QRIS bagi sistem retribusi di Pasar Oebobo tersebut.</p>
<p>Jefri mengatakan, Pemkot Kupang akan mendukung komitmen Bank Indonesia untuk mendorong perluasan penggunaan QRIS yang juga menargetkan UMKM-UMKM guna mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).</p>
<p>Penggunaan QRIS yang meluas akan membantu mendukung perluasan jaringan bisnis merchant atau penjual dan penyedia jasa layanan di pasar dan UMKM di Kota Kupang hingga merambah di tingkat nasional bahkan internasional.</p>
<p>Jefri berharap peluncuran Retribusi Pasar dengan QRIS tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus dilanjutkan secara luas. Karena penggunaan QRIS memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran.</p>
<p>Konsumen cukup membayar menggunakan satu QR Code untuk seluruh pembayaran. Di samping itu masyarakat tidak perlu takut akan  kehilangan uang dan diuntungkan karena tidak perlu repot dalam melakukan transaksi secara tunai. &#8220;Hanya membutuhkan scan kodenya saja sehingga tidak membutuhkan waktu proses yang lama,” tuturnya.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/ekonomi-dan-bisnis/walikota-kupang-launching-digitalisasi-retribusi-pasar-gunakan-qris/">Walikota Kupang Launching Digitalisasi Retribusi Pasar Gunakan QRIS</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
