<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Robertus Tjeunfin &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/robertus-tjeunfin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2025 06:43:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Robertus Tjeunfin &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sejak Januari hingga Sekarang, 1.030 Kasus Diare Ditangani Puskesmas di TTU, 2 Pasien Meninggal Dunia</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/sejak-januari-hingga-sekarang-1-030-kasus-diare-ditangani-puskesmas-di-ttu-2-pasien-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 06:43:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Timor Tengah Utara]]></category>
		<category><![CDATA[PKM]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Robertus Tjeunfin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28252</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID – Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Kabupaten Timor&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/sejak-januari-hingga-sekarang-1-030-kasus-diare-ditangani-puskesmas-di-ttu-2-pasien-meninggal-dunia/">Sejak Januari hingga Sekarang, 1.030 Kasus Diare Ditangani Puskesmas di TTU, 2 Pasien Meninggal Dunia</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID –</strong> Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Data yang dihimpun Dinas Kesehatan TTU menunjukkan bahwa sejak bulan Januari hingga sekarang, tercatat 1.030 kasus diare yang ditangani oleh 25 Puskesmas di seluruh wilayah kabupaten. Dari jumlah tersebut, 2 pasien meninggal dunia, masing-masing seorang bayi berusia 3 bulan di Puskesmas Maubesi dan seorang anak berusia 1 tahun di Puskesmas Lurasik.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robertus Tjeunfin, SKM., MPh, menegaskan bahwa meskipun angka kematian relatif rendah dibandingkan dengan jumlah total kasus, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.</p>
<p>“Diare merupakan salah satu penyakit yang sering dianggap sepele, padahal jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan dehidrasi berat dan berujung pada kematian, terutama pada bayi dan balita. Oleh karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk segera mengakses layanan kesehatan begitu gejala diare muncul,” ujar Robertus Tjeunfin.</p>
<p>Berdasarkan data per puskesmas, Puskesmas Eban mencatat kasus tertinggi dengan 155 pasien. Disusul Puskesmas Ponu (98 kasus) dan Puskesmas Lurasik (84 kasus). Beberapa puskesmas lain juga menunjukkan angka cukup tinggi seperti Puskesmas Tasinifu (83 kasus), Kaubele (78 kasus), dan Nunpene (63 kasus).</p>
<p>Sementara itu, puskesmas dengan jumlah kasus terendah adalah Puskesmas Tamis dan Puskesmas Tublopo, masing-masing hanya mencatat 3 kasus. Perbedaan angka ini menunjukkan adanya variasi faktor lingkungan, kepadatan penduduk, serta pola hidup masyarakat di tiap wilayah.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/sejak-januari-hingga-sekarang-1-030-kasus-diare-ditangani-puskesmas-di-ttu-2-pasien-meninggal-dunia/">Sejak Januari hingga Sekarang, 1.030 Kasus Diare Ditangani Puskesmas di TTU, 2 Pasien Meninggal Dunia</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angka Diare di TTU Meningkat, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Bersih</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/angka-diare-di-ttu-meningkat-dinkes-ajak-masyarakat-terapkan-hidup-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 05:41:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ajak masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Timor Tengah Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Robertus Tjeunfin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28094</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212; Kasus diare di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menunjukkan tren peningkatan dalam&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/angka-diare-di-ttu-meningkat-dinkes-ajak-masyarakat-terapkan-hidup-bersih/">Angka Diare di TTU Meningkat, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Bersih</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212;</strong> Kasus diare di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan TTU mencatat sebanyak 165 kasus telah dilaporkan di 20 puskesmas, dengan angka tertinggi berada di Puskesmas Ponu, Maubesi, Tasi Nifu, Bijaepasu, dan Eban.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robert Tjeunfin, menyebut lonjakan ini perlu menjadi perhatian serius masyarakat. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat harus semakin ditingkatkan untuk mencegah penularan.</p>
<p>“Masyarakat perlu memastikan kebersihan tangan sebelum mengolah makanan, menjaga kualitas air bersih, serta memperhatikan pola asuh yang baik agar anak terhindar dari diare,” ujarnya di ruang kerja, Selasa (26/8/2025).</p>
<p>Robert menekankan agar orang tua tidak panik jika anak mengalami diare. Penanganan pertama yang harus dilakukan adalah mengganti cairan tubuh yang hilang.</p>
<p>“Pemberian cairan pengganti sangat penting. Bisa dengan oralit, atau bila tidak ada, gunakan larutan gula garam. Jangan menunda, karena dehidrasi dapat berakibat fatal pada anak,” jelasnya.</p>
<p>Gejala dehidrasi yang patut diwaspadai antara lain mata cekung, kulit keriput, hingga demam. Robert juga menyarankan untuk menghentikan sementara pemberian susu botol jika anak tidak bisa menerimanya, dan menggantinya dengan makanan lunak seperti bubur.</p>
<p>Ia menambahkan, pengobatan medis bukanlah langkah pertama, melainkan upaya lanjutan setelah pemenuhan cairan tubuh. Namun, jika kondisi pasien tidak kunjung membaik, masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/angka-diare-di-ttu-meningkat-dinkes-ajak-masyarakat-terapkan-hidup-bersih/">Angka Diare di TTU Meningkat, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Bersih</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadis Kesehatan TTU Imbau Warga Waspada Kasus Rabies</title>
		<link>https://kabarntt.id/flobamorata/kadis-kesehatan-ttu-imbau-warga-waspada-kasus-rabies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 23:18:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Flobamorata]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Timor Tengah Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Robertus Tjeunfin]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Rabies]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=23084</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU kabarntt.id &#8211; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Robertus Tjeunfin mengimbau masyarakat&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/kadis-kesehatan-ttu-imbau-warga-waspada-kasus-rabies/">Kadis Kesehatan TTU Imbau Warga Waspada Kasus Rabies</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU kabarntt.id</strong> &#8211; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Robertus Tjeunfin mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kasus rabies akibat gigitan hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing.</p>
<p>Hal ini disampaikan Kadis Kesehatan Kabupaten TTU ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/12/2023).</p>
<p>Menurut Robertus, Pemerintah Daerah (Pemda) telah melakukan rapat koordinasi bersama lintas sektor dengan dibentuknya penanganan satu pintu di Kabupaten TTU.</p>
<p>&#8220;Untuk penanganan rabies di Kabupaten TTU, sampai saat ini kita sudah lakukan rapat koordinasi bersama lintas sektor terkait arahan Bupati dengan dibentuknya penanganan satu pintu tapi khusus untuk dinas kesehatan kami sudah melakukan banyak hal sejak rabies ini muncul di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kita (Dinkes-red) sudah lakukan upaya pencegahan melalui <em>calling</em> keliling dan menginformasikan kepada masyarakat, terutama daerah-daerah yang berbatasan dengan Kabupaten TTS,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepada masyarakat kabupaten TTU pada umumnya dan lebih khusus masyarakat di perbatasan Kabupaten TTU dan TTS, Robertus meminta agar apabila terkena gigitan langsung dibawa ke Puskesmas untuk ditangani sesuai SOP.</p>
<p>&#8220;Kita menghimbau ke masyarakat jika ada yang terkena gigitan anjing atau hewan penular rabies, segera diantar ke Puskesmas untuk dilakukan perawatan luka sesuai SOP, dan diberikan vaksinasi karena ketika gigitan pertama, kuman sudah menempel pada luka sehingga upaya penanganan pertama adalah mencuci dengan sabun atau disinfektan di air mengalir selama 15 menit, setelah itu perawatan luka dan diberikan vaksinasi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Jauh lebih lanjut, Robertus mengatakan, penanganan bagi orang yang terkena gigitan anjing tidak boleh lamban sehingga dengan diberikan vaksinasi virus rabies, dapat mencegah orang itu tidak terpapar penyakit yang mematikan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau lamban pemberian vaksinasi atau tidak dilakukan vaksinasi, orang tersebut beresiko untuk terkena rabies, dan jika sudah terkena rabies maka 95 persen orang itu tidak bisa diobati dan meninggal dunia&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Robertus menambahkan, per tanggal 3 Desember 2023 kemarin, kasus gigitan anjing di kabupaten TTU sebanyak 282 dan semuanya sudah divaksin.</p>
<p>&#8220;Semua penderita sudah divaksin karena dari provinsi sudah berikan obat vaksin sebanyak 1350 vial dan itu sudah terpakai dan dialokasikan ke 26 Puskesmas dan Rumah Sakit,&#8221; ucapnya. (<strong>Siu</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/flobamorata/kadis-kesehatan-ttu-imbau-warga-waspada-kasus-rabies/">Kadis Kesehatan TTU Imbau Warga Waspada Kasus Rabies</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
