<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SVD &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/svd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 12:33:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>SVD &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menakar Rocky Gerung (Sebatas Tendangan Sudut)</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/menakar-rocky-gerung-sebatas-tendangan-sudut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 12:33:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Rocky Gerung]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29513</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Pater Kons Beo, SVD Gempuran demi gempuran telah dilesatkan. Inti isi gempuran: Kritik penuh&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/menakar-rocky-gerung-sebatas-tendangan-sudut/">Menakar Rocky Gerung (Sebatas Tendangan Sudut)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Pater Kons Beo, SVD</p>
<p>Gempuran demi gempuran telah dilesatkan. Inti isi gempuran: Kritik penuh sinis namun keras! Bernada kesal bahkan segala caci makian. Semua mengarah pada Rocky Gerung.</p>
<p>Lukiskan begini saja! Rocky, yang di arena diskursus publik apa saja, sepertinya telah didaulat sebagai &#8216;maharaja akal sehat&#8217; kini sekian mudah jadi &#8216;hamba sahaja yang kerdil. Yang bakal dibelenggu dalam ketaatan buta pada kekuasaan istana.&#8217;</p>
<p>Dilantiknya Rocky Gerung sebagai salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sungguh berdaya tarik bagi publik. Seorang yang telah dikenal luas sebagai akademisi, filsuf, pengamat politik dan aktif dalam kegiatan demokrasi dan hak asasi manusia, kini dicurigai bakal redup dan tak bertaji dalam suara dan sikapnya.</p>
<p>Rocky boleh saja cerdas atau cerdik dalam varian diskusi, atau bahwa di depan jaksa dan hakim ia sekian terampil mainkan logikanya untuk selalu saja &#8216;lolos dari jerat hukum.&#8217;<br />
Namun, di kisah Jumat 2 Oktober 2026 itu, semua sepertinya menuju ending &#8216;tak tersisa.&#8217;</p>
<p>&#8216;Kata, kalimat, diktum, hegemoni logika dan imperium akal sehat Rocky yang dikenal mendebarkan, tajam, keras, dan kokoh, sepertinya mesti berakhir. Kepercayaan publik mulai menipis. Rocky Gerung benar-benar telah buktikan diri jadi akademisi dan intelektual parsial yang tenggelamkan citra akademisinya. Garang pada kekuasaan itu (Jokowi) namun garing untuk kekuasaan ini (Prabowo).</p>
<p>Istana yang pernah dikritik habis-habisan, istana yang itu pula yang sebenarnya dilirik penuh impian(?).</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/menakar-rocky-gerung-sebatas-tendangan-sudut/">Menakar Rocky Gerung (Sebatas Tendangan Sudut)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapakah Sulit Mengalami Sisi Plus Dalam Diri Sesama? (Sebatas Satu Permenungan)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/mengapakah-sulit-mengalami-sisi-plus-dalam-diri-sesama-sebatas-satu-permenungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 23:07:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29483</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD Alam hidup ini sudah penuh alarm. Tak usahlah bicara pada tingkat&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/mengapakah-sulit-mengalami-sisi-plus-dalam-diri-sesama-sebatas-satu-permenungan/">Mengapakah Sulit Mengalami Sisi Plus Dalam Diri Sesama? (Sebatas Satu Permenungan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD</p>
<p>Alam hidup ini sudah penuh alarm. Tak usahlah bicara pada tingkat luas melebar. Di dalam dan di seputar lingkungan kita, alarm ini senantiasa bergema.</p>
<p>Kita tak asing lagi dengan alarm akan ini dan itu. Iya, terhadap tipe pribadi tertentu, yang selalu &#8216;bikin hati tak nyaman.&#8217;<br />
Tidakkah ada alarm akan ciri-ciri orang toxic? Dan bahwa itu harus diwaspadai?</p>
<p>Singkatnya begini! Di hadapan pribadi toxic, cepat atau lambat, Anda bakal jadi korban &#8211; victim. Anda bakal merasa &#8216;tak nyaman, selalu salah, mati langkah dalam percaya diri. Bukan tak mungkin Anda alami tingkatan stres dan depresi yang sungguh tak menentu.</p>
<p>Oh iya, ciri-ciri orang toxic itu nyata dalam terlihat dan teralami: &#8216;Putar balik fakta. Lihai dalam manipulasi. Demi kepentingannya sendiri, ia sungguh tampil sebagai pengendali situasi.<br />
Anda mesti waspada sebab kaum toxic bakal tetap saja &#8216;menghina, merendahkan dan mengeritik Anda. Bagi insan toxic, Anda harus tetaplah &#8216;di bawah, sekunder, inferior, level kaki lima, tersudutkan.&#8217;</p>
<p>Bagi kaum toxic tak ada ruang atau spasi di hati demi hadirnya gelombang empati. Itu jelas! &#8216;Emangnya Gue Pikirin&#8217; (EGP), Epen (Emangnya Penting?, &#8216;Persetan dengan kau! Tidak urus.&#8217; Itulah kobaran hati kaum toxic.</p>
<p>Masih ditambahkan lagi. Egoisme sempit dan narsistik serta tak tahu batasan, juga terbaca nyata dalam diri kaum toxic. Sebab ia hanya berkiblat pada diri sendiri dan demi segala kepentingannya. Anda bakal dilihat sebagai &#8216;ancaman dan musuh&#8217; yang mesti disingkirkan.</p>
<p>Dan masih lagi&#8230;</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/mengapakah-sulit-mengalami-sisi-plus-dalam-diri-sesama-sebatas-satu-permenungan/">Mengapakah Sulit Mengalami Sisi Plus Dalam Diri Sesama? (Sebatas Satu Permenungan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Nyawa  Melayang, JPIC SVD Timor Nyatakan Sikap</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/29474/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 03:11:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[JPIC SVD]]></category>
		<category><![CDATA[JPIC SVD Timor]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29474</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARNTT.ID-Empat warga sipil meninggal dalam dua insiden kekerasan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dalam rentang&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/29474/">Empat Nyawa  Melayang, JPIC SVD Timor Nyatakan Sikap</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARNTT.ID</strong>-Empat warga sipil meninggal dalam dua insiden kekerasan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dalam rentang waktu hanya enam hari.​ Rangkaian tragedi itu mendorong JPIC SVD Timor menyerukan penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, penegakan hukum yang transparan, serta pembukaan ruang dialog untuk mencari jalan damai di Tanah Papua.​</p>
<p>Seruan tersebut disampaikan Koordinator JPIC SVD Timor, P. Domi Kadju, SVD, dalam pernyataan bertajuk &#8220;Suara JPIC SVD Provinsi Timor tentang Tragedi Kemanusiaan di Papua Pegunungan&#8221;, yang dikeluarkan dari Nenuk-Atambua, 17 September 2026.</p>
<p>​JPIC menempatkan tragedi tersebut terutama sebagai persoalan kemanusiaan.​Bagi lembaga pelayanan keadilan dan perdamaian SVD itu, siapa pun pelakunya dan apa pun alasan yang dikemukakan, warga sipil tidak boleh dijadikan sasaran kekerasan.​</p>
<p><strong>Tiga ASN Tewas Saat Bertugas​</strong></p>
<p>Tragedi pertama terjadi pada 9 September 2026 di wilayah Muliama, Jayawijaya.​Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan ketika rombongan mereka sedang menjalankan tugas, termasuk membawa bantuan pangan berupa bibit ternak untuk masyarakat dan meninjau program pertanian.​</p>
<p>Ketiga korban adalah Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Mehan (35), dan Wili Mbuik (25).​Identitas dan kronologi awal penembakan tersebut juga telah diberitakan ANTARA berdasarkan keterangan Kodim 1702/Jayawijaya.​Aparat menyebut rombongan tersebut diserang kelompok bersenjata.​</p>
<p>Sementara kelompok yang menamakan diri TPNPB-OPM Kodap III Ndugama mengklaim bertanggung jawab dan menyampaikan tuduhan bahwa korban merupakan agen intelijen.​ Tuduhan tersebut merupakan klaim pihak yang mengaku bertanggung jawab dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta tanpa pembuktian hukum.​</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/29474/">Empat Nyawa  Melayang, JPIC SVD Timor Nyatakan Sikap</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Frater SVD Gelar Konser Musik Animasi Panggilan dan Cari Dana</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/frater-svd-gelar-konser-musik-animasi-panggilan-dan-cari-dana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 02:42:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Auditorium Undana]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Musik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<category><![CDATA[SVD Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29383</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARNTT.ID&#8212;Para frater tarekat SVD (Societas Verbi Divini/Serikat Sabda Allah) dari Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero,&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/frater-svd-gelar-konser-musik-animasi-panggilan-dan-cari-dana/">Frater SVD Gelar Konser Musik Animasi Panggilan dan Cari Dana</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARNTT.ID</strong>&#8212;Para frater tarekat SVD (<em>Societas Verbi Divini</em>/Serikat Sabda Allah) dari Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, menggelar konser musik dan teater. Konser dengan tujuan untuk animasi panggilan dan mencari dana ini sudah digelar di beberapa kota di Jawa, Bali, Flores dan di Timor.  Di Kota Kupang, konser musik dan teater ini akan digelar di Auditorium Undana, Sabtu (11/7/2026) pukul 17.00-22.00 Wita.</p>
<p>Ketua Panitia Konser di Kupang, Kristo Blasin, mengapresiasi Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero yang menggelar konser musik dan teater ini Kupang. “Apresiasi yang tinggi kepada Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero yang menggelar konser musik dan teater ini di Kupang, dan beberapa kota di daratan Timor,” kata Kristo di Kupang, Selasa (7/7/2026).</p>
<p>Sebelum tampil di daratan Timor, para frater juga sudah menggelar konser dan teater yang sama di Jakarta, Surabaya, Denpasar, beberapa kota di daratan Flores.</p>
<figure id="attachment_29385" aria-describedby="caption-attachment-29385" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-large wp-image-29385" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2026/07/kristo-blasin-300x170.jpg" alt="kristo blasin" width="300" height="170" title="Frater SVD Gelar Konser Musik Animasi Panggilan dan Cari Dana 1" srcset="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2026/07/kristo-blasin-300x170.jpg 300w, https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2026/07/kristo-blasin-200x112.jpg 200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29385" class="wp-caption-text">Kristo Blasin</figcaption></figure>
<p>Kristo meyakini para frater SVD bakal tampil prima dan mampu menghibur para peminat musik dan teater. “Kita tidak ragu dengan kualitas para frater Ledalero. Mereka sangat piawai memainkan alat musik apa saja, mereka jago mengolah vokal. Pasti menghibur dan sangat memuaskan,” kata mantan Wakil Ketua DPRD NTT itu.</p>
<p>Kristo mengharapkan warga Kota Kupang tidak melewatkan kesempatan langka ini untuk menonton di Auditorium Undana akhir pekan ini. Sejak beberapa minggu lalu, tiket konser ini sudah mulai dijual di gereja-gereja di Kota Kupang, juga dijual oleh relawan dari Pemuda Katolik. “Bisa juga dengan menghubungi  ketua KUB,” kata Kristo.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/frater-svd-gelar-konser-musik-animasi-panggilan-dan-cari-dana/">Frater SVD Gelar Konser Musik Animasi Panggilan dan Cari Dana</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian Kamis, 7 Agustus 2025</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-kamis-7-agustus-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 00:22:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=27921</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bacaan I Bilangan 20: 1-13 Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2.6-7.8-9 Ref: &#8220;Pada hari ini, kalau kamu&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-kamis-7-agustus-2025/">Renungan Harian Kamis, 7 Agustus 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan I Bilangan 20: 1-13<br />
Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2.6-7.8-9<br />
Ref: &#8220;Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara TUHAN, janganlah bertegar hati&#8221;</p>
<p>Injil Matius 16: 13-23<br />
&#8220;TUHAN, kiranya ALLAH menjauhkan hal itu. Hal itu sekali-kali tidak menimpa Engkau&#8221;<br />
Matius 16:22<br />
(Absit a te, Domine: non erit tibi hoc)</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Mari kita lihat jauh ke dalam. Momotret ke dalam diri kita sendiri. Siapakah kita di hadapan TUHAN, pun di hadapan sesama di lintasan kembara kehidupan ini?</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Banyak puja-puji publik menuju telinga kita: Berkemampuan, banyak talenta, serba bisa, daya nalar tajam. Dalam keadaan darurat kita diyakini bakal jadi pemecah kebuntuan ini dan itu.</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Dengan segala litani kehebatan itu, tidak kah kita berdua gampang tergoda untuk jadi tenar? Lihatlah! Kita dikepung banyak puja-puji. Kalung dan gelang emas serta cincin berlian popularitas melingkar dan menempel di tubuh kita.</p>
<p>Kawan ku..<br />
Tak ingatkah dulu itu, saat kita berdua, yang sebenarnya &#8216;belum ada apa-apanya, dan baru saja mulai, kita berdua ini malah sudah didaulat di panggung oleh orang sekampung sebagai: putra-putri terbaik&#8230;.</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Ternyata, &#8216;kita yang rasa diri hebat, pun diyakini tak tertimpa apa yang berat dan sulit, bisa saja telah hadapi hari-hari yang tak mudah dan tak pasti. Kita terkapar letih seperti tanpa daya dan dipenuhi rasa sesak di dada. Toh, ternyata kita bukanlah siapa-siapa &#8216;yang mesti terus saja dilambai-lambai sebagai pahlawan, superman atau superwoman.&#8217; Tidak sama sekali!<br />
YESUS tak mau dinilai sebagai pahlawan atau sebagai manusia sakti oleh kata-kata Petrus. &#8220;Bahwa hal itu sekali-kali tak menimpaNYA.&#8221;</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-kamis-7-agustus-2025/">Renungan Harian Kamis, 7 Agustus 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renunan Harian Selasa, 5 Agustus 2025</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/renunan-harian-selasa-5-agustus-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 01:56:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=27892</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bacaan I Bilangan 12: 1 &#8211; 13 Mazmur Tanggapan: Mzm 51: 3-4.5-6a.6bc-7.12-13 Ref: &#8220;Kasihanilah aku,&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renunan-harian-selasa-5-agustus-2025/">Renunan Harian Selasa, 5 Agustus 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan I Bilangan 12: 1 &#8211; 13</p>
<p>Mazmur Tanggapan: Mzm 51: 3-4.5-6a.6bc-7.12-13</p>
<p>Ref: &#8220;Kasihanilah aku, ya ALLAH, sebab aku orang berdosa.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Injil Matius 14: 12 &#8211; 36</p>
<p>&#8220;Ketika hari sudah malam, IA seorang diri di situ&#8221;</p>
<p>Mat 14:23</p>
<p>(Vespere autem facto solus erat ibi)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kawan ku&#8230;</p>
<p>Ke tempat sunyi? Menyepi dan menyendiri? Maaf! Ini bukanlah satu aksi pelarian dari kenyataan hidup. Bukan! Justru, ini semua demi sebuah perjumpaan. Sebuah perjumpaan dengan Yang Ilahi, Yang Sakral, TUHAN semesta.</p>
<p>Kawan ku&#8230;</p>
<p>Di dalam kesendirian perjumpaan dengan TUHAN itulah kita lalu dicahayai. Demi melihat dan mengalami yang benar. Melihat dan mengalami diri sendiri, sesama dan juga alam &#8211; situasi lingkungan dengan semestinya.</p>
<p>Kawan ku&#8230;</p>
<p>Bila mesti menelisik lebih jauh, aku, di banyak momentum keseharian, sebenarnya terperangkap dalam jebakan, iya dalam kamuflase diriku sendiri.</p>
<p>Artinya begini, Kawan ku&#8230;.</p>
<p>Yang kukisahkan, iya yang kuungkapkan dan kutampilkan dalam kata, sikap dan tindakan sebenarnya adalah sebuah &#8216;alam hingar bingar keramaian pikiran dan rasa yang tipis. Pinggiran. Yang tak berakar jauh dan dalam. Penuh hiasan-hiasan yang mengecoh.</p>
<p>Dan, di situlah kawan ku&#8230;</p>
<p>Diriku lalu memberontak. Agar ia dijumpai, dialami dan diterima sebagaimana adanya! Dan karena itulah, aku mesti ke &#8216;area sunyi, ke suasana malam-malam menyendiri.&#8217; Semuanya demi mendekap diri dan memeluk kesendirianku. Yang utuh. Dalam &#8216;lebih dan kurangnya.&#8217; Dalam &#8216;cemerlang dan redupnya.&#8217; Dalam &#8216;kuat dan rapuhnya.&#8217;</p>
<p>Kawan ku&#8230;.</p>
<p>Tetapi, kita memang sepantasnya mencari alam sepi sendiri. Juga untuk bebaskan diri dari rantai popularitas, dari belenggu ketenaran, dari puja-puji penuh sanjungan. Iya, bebas dari &#8216;haus pujian dan pengakuan murahan yang kita reguk dari sesama.&#8217;</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renunan-harian-selasa-5-agustus-2025/">Renunan Harian Selasa, 5 Agustus 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian Minggu, 3 Agustus 2025</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-minggu-3-agustus-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 02:05:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo SVD]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=27880</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bacaan I Pengkotbah 1:2; 2:21-23 Mazmur Tanggapan: Mzm 90: 3-4.5-6.12-13.14.17 Ref: &#8220;TUHAN, Engkaulah tempat perlindungan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-minggu-3-agustus-2025/">Renungan Harian Minggu, 3 Agustus 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan I Pengkotbah 1:2; 2:21-23<br />
Mazmur Tanggapan: Mzm 90: 3-4.5-6.12-13.14.17<br />
Ref: &#8220;TUHAN, Engkaulah tempat perlindungan kami turun temurun&#8221;<br />
Bacaan II Kolose 3:1-5.9-11</p>
<p>Injil Lukas 12: 13-21<br />
&#8220;Demikianlah jadinya orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri , jika ia tidak kaya di hadapan ALLAH.&#8221;<br />
Lukas 12:21<br />
(Sic est qui sibi thesaurizat, et non est in DEUM dives)</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Ini kita bicara soal harta benda. Sesuatu yang wajar. Manusia itu insan jasmani &#8211; ragawi. Agar dapat bertahan hidup dibutuhkan makan &#8211; minum, pakaian, dan tempat kediaman. Ini demi raga kita yang sehat nan bugar.</p>
<p>Dan tak hanya itu, kawan ku&#8230;.<br />
Agar hidup itu berjalan mudah, tak sekian menyusahkan, dibutuhkan pula berbagai sarana. Katakanlah fasilitas yang memadai. Kita butuh kendaraan, misalnya, atau peralatan ini dan itu. Kita butuh pula sejumlah uang&#8230;.<br />
Semuanya ini ada di titik wajar kan?</p>
<p>Bagaimana pun, kawan ku&#8230;.<br />
Persoalan seputar harta tetaplah menantang. Ia bisa menggoda dan menjurumuskan siapapun ke dalam lembah keterlekatan. Ini sebenarnya hendak berbicara tentang hati yang selalu cemas akan harta. Akan barang-barang duniawi.</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Marilah kita jujur. Kenapa kah kita ini tak pernah merasa cukup? Mengenai harta sepertinya kita tak pernah tiba di titik puncak kepuasan. Katakan saja begini, praktisnya, kita ini:<br />
-tetap saja merasa telanjang padahal pakaian kita sudah lumayan banyak;<br />
-tetap saja merasa lapar walau sesungguhnya kita berkelimpahan di meja hidangan;<br />
-tetap saja kita merasa &#8216;kantong kering&#8217; padahal nyata-nyata tabungan kita itu gendut.<br />
Jadinya, kita diumpamakan &#8220;bagai kapal berbendera kemiskinan, terbatas dan serba kurang, padahalnya sebenarnya muatannya itu berkelimpahan.&#8221;</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-minggu-3-agustus-2025/">Renungan Harian Minggu, 3 Agustus 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian Sabtu, 2 Agustus 2025</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-sabtu-2-agustus-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 00:56:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=27870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bacaan I Imamat 25: 1.8-17) Mazmur Tanggapan: Mzm 67: 2-3.5.7.8 Ref: &#8220;Hendaknya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMU,&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-sabtu-2-agustus-2025/">Renungan Harian Sabtu, 2 Agustus 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan I Imamat 25: 1.8-17)<br />
Mazmur Tanggapan: Mzm 67: 2-3.5.7.8<br />
Ref: &#8220;Hendaknya bangsa-bangsa bersyukur kepadaMU, ya ALLAH, hendaknya semua bangsa bersyukur kepadaMU&#8221;</p>
<p>Injil Matius 14: 1 &#8211; 12<br />
&#8220;Lalu sedihlah hati raja&#8230;&#8221;<br />
Mat 14: 9<br />
(Et contristatus est rex)</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Ingat kah kita akan petuah guru kita di tempo silam itu? Tentang sebuah keputusan, janganlah cepat-cepat diambil, disimpukan atau ditetapkan!</p>
<p>Dan sang guru lanjutkan, kawan ku&#8230;<br />
Saat kalian ceriah bersinar binar, pun saat kamu larut dalam kesedihan atau apalagi saat terbakar amarah, janganlah terpancing segera ambil satu keputusan!</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Terus-terus sang guru ingatkan: Biarkan hati tenang. Alami dulu keteduhan hati itu. Cerahkan dulu ruang kepala itu. Timbangkan semuanya dengan tenang. Bayangkan juga konsekwensi dari keputusan itu, yang pasti bakal menyusul. Dan semuanya mesti ditanggung.</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Semaraknya pesta hari ulang tahun, nikmatnya santapan perjamuan, dan terlebih sekian mengandung umpannya lentur gemulai gerak tarian si Putri Herodias, Raja jadi kehilangan kendali dalam berkeputusan. Dan hal itu sungguh berisiko: Yohanes Pemandi kehilangan nyawa. Tragis,!<br />
Sesalnya sang Herodes pun menjadi sia-sia.</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Aku sendiri memang mesti terus belajar untuk &#8216;tahu &#8211; sadar &#8211; penuh awas dan bijak&#8217; dalam berkeputusan.<br />
Toh, semuanya, sekecil apapun, pasti memiliki konsekwensi, iya risikonya.</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Kiranya kita berdua belajar untuk teduh hati, tak terseret halu dan rasa, tak sekian segera bersemangat untuk mengambil satu keputusan. Tetapi, biarlah kita, dalam berkeputusan itu, sungguh diilhami oleh kehendak TUHAN, dalam kerangka kebaikan bersama serta demi perkembangan diri kita sendiri yang wajar.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-sabtu-2-agustus-2025/">Renungan Harian Sabtu, 2 Agustus 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian Kamis, 31 Juli 2025</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-ja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 23:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=27859</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bacaan I Keluaran 40:16-19.34-38 Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3.4.5-6a.8a.11 Ref: &#8220;Betapa menyenangkan tempat kediamanMU, ya TUHAN&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-ja/">Renungan Harian Kamis, 31 Juli 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan I Keluaran 40:16-19.34-38<br />
Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3.4.5-6a.8a.11<br />
Ref: &#8220;Betapa menyenangkan tempat kediamanMU, ya TUHAN semesta alam!&#8221;<br />
Injil Matius 13: 47 &#8211; 53</p>
<p>&#8220;Jika TUHAN membuatmu banyak menderita, itulah tanda bahwa DIA memiliki rencana besar untukmu&#8221;<br />
(St Ignasius dr Loyola).</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Adakah sebuah titik akhir cita-cita kehidupan nan indah dilewati tanpa perjuangan? Bahwa tiba-tiba saja seseorang ada di titik kemapanan serta serba penuh keterjaminan dalam hidup? Rasanya tidak!</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Ingin kubilang padamu:<br />
&#8216;Jika mesti merunut ke hari-hari silam, maka kita dapati kembali jejak-jejak langkah kita penuh perjuangan. Di situ pernah ada keringat dan bahkan air mata. Di situ pernah ada pula rasa nyaris putus asa dan kehilangan semangat.&#8217;</p>
<p>Dan kawan ku&#8230;.<br />
Tidak kah kita pernah dianggap manusia tanpa harapan? Dicemooh dan tak dipedulikan? Yang memang tak masuk dalam hitungan? Yang telah dilaknatkan dengan &#8216;banyak kurangnya?&#8217; Dan sepertinya kita memang dinasibkan untuk &#8216;kalah dan mati di dalam hidup?&#8217;</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Derita dan sakit ternyata banyak mengajarkan kita berdua tentang apa sebenarnya lika-liku jalan kehidupan itu. Di balik semuanya selalu ada hikmah. Rahmat terselubung dalam kabut, pekat, suram dan kusam. TUHAN tak pernah dikalahkan dalam &#8216;sakit, derita, dan lemah yang kita hadapi.&#8217;</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Mari kita berjuang untuk mengalami dan menerima &#8216;yang sakit dan derita, yang lemah dan kurang, yang dianggap memar, cemar dan aib. Dalam kesabaran, kesetiaan, yang dibalut teguh dalam iman, kasih dan harapkan, TUHAN pasti tunjukan kuasa dan kebesaranNya. Rencana dan penyelenggaraanNYA selalu lebih kuat.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-ja/">Renungan Harian Kamis, 31 Juli 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Renungan Harian Rabu, 30 Juli 2025</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-rabu-30-juli-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 23:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=27854</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bacaan I Keluaran 34: 29-35 Mazmur Tanggapan: Mzm 99: 5.6.7.9 Ref: &#8220;Kuduslah TUHAN, ALLAH kita&#8221;&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-rabu-30-juli-2025/">Renungan Harian Rabu, 30 Juli 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan I Keluaran 34: 29-35<br />
Mazmur Tanggapan: Mzm 99: 5.6.7.9<br />
Ref: &#8220;Kuduslah TUHAN, ALLAH kita&#8221;</p>
<p>Injil Matius 13: 44 &#8211; 46<br />
&#8220;&#8230;.Kerajaan Surga itu seumpama seorang yang mencari mutiara yang indah&#8221;<br />
Matius 13:45<br />
(Iterum simile est regnum caelorum homini negotiatori, quaerenti bonas margaritas)</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Benarlah bahwa kita mesti merasa puas dari apa yang kita usahakan untuk diraih. Di situ, kita jedah sejenak untuk &#8216;nikmati&#8217; hasil juang kita. Hal yang wajar kan?</p>
<p>Namun, kawan ku&#8230;<br />
Lika-liku kehidupan acapkali punya rahasianya sendiri. Yang sering sulit dipikirkan dan terbayangkan. &#8220;Sudah dapatkan dan miliki nyaris semuanya. Hidup dikitari oleh banyak jaminan.&#8221;<br />
Lalu, apalagi yang mesti dicari?</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Bukan kah dari banyak kisah yang kita tangkap, terdapat sekian banyak orang yang rela &#8216;jual, tinggalkan, dan melepaskan&#8217; berbagai hal dan keadaan mapan atau sekurang-kurangnya keadaan wajar baginya, demi mencari hal lain lagi?</p>
<p>Kawan ku&#8230;<br />
Mari kita tafsir dan paham walau sederhana dan seadanya. Yang tetap dan selalu dicari itu adalah &#8220;mutiara indah.&#8221; Dan ia bisa saja terbingkai dalam &#8216;seperangkat nilai.&#8217; &#8220;Mutiara indah&#8221; itu adalah KASIH. itulah yang selalu dikejar untuk diraih.</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Apa artinya miliki sekian banyak hal, sekiranya kita tak miliki Kasih itu? Tidak kah &#8216;Kasih Kristus itu mendesak kita untuk:<br />
-Berbagi?<br />
-Berbelahrasa?<br />
-Berkorban?<br />
-Berkeadilan?<br />
-Ciptakan alam perdamaian dan persaudaraan?</p>
<p>Kawan ku&#8230;.<br />
Renungkan si pedagang itu. Ia tak hanya berjuang untuk memiliki &#8220;mutiara yang indah itu.&#8221; Tapi bahwa dengan penuh kelepasan hati menjual seluruh miliknya demi &#8220;mutiara yang indah itu.&#8221;</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/renungan-harian-rabu-30-juli-2025/">Renungan Harian Rabu, 30 Juli 2025</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
