<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tahanan mati di sel &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/tahanan-mati-di-sel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Dec 2021 12:36:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>tahanan mati di sel &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Begini Hasil Otopsi Tahanan Yang Meninggal di Sel</title>
		<link>https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/begini-hasil-otopsi-tahanan-yang-meninggal-di-sel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2021 12:36:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Sumba Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sumba Barat]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan mati]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan mati di sel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=12620</guid>

					<description><![CDATA[<p>WAIBAKUL kabarntt.id&#8212;Tim forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTT dipimpin AKBP dr. Edy&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/begini-hasil-otopsi-tahanan-yang-meninggal-di-sel/">Begini Hasil Otopsi Tahanan Yang Meninggal di Sel</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAIBAKUL kabarntt.id</strong>&#8212;Tim forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTT dipimpin AKBP dr. Edy Saputra Sibuhan, sudah melakukan otopsi terhadap jenazah (alm) Arkin Ana Bira, Selasa (14/12/2021) di Rumah Sakit Umum Daerah Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Otopsi dimulai  pukul 15.33 Wita dan berjalan sekitar tiga jam lebih.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Secara sekilas saya tanya kepada dokter foreksik apakah ada luka tembak atau ada tulang yang patah, dan dokter mengatakan tidak ada luka tembak dan tidak ada tulang yang patah,&#8221; tegas Kapolres Sumba Barat, FX. Irwan, kepada media ini beberapa saat usa otopsi, Selasa (14/12/2021) petang.</p>
<p style="text-align: justify;">Irwan mengatakan, jasad korban harus diotopsi supaya semuanya tranparan dan terbukti secara jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan almarhum sehingga bisa meninggal dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti diketahui Arkin Ana Bira meninggal dunia di sel tahanan Polsek Katiku Tanah, Sumba Tengah, Kamis (9/12/2021) lalu. Korban warga Desa Malinjak, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah ini  diduga meninggal akibat dianiaya oknum polisi sesaat setelah ditangkap sejumlah anggota Polres Sumba Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Otopsi ini kita lakukan supaya ada transparansi terkait dengan penyelidikan yang diduga penganiayaan yang dilakukan oleh anggota kami, dan kami akan segera berkoordinasi dengan Biddokes Polda agar secepatnya mengeluarkan hasil dari otopsi tersebut,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara  kuasa hukum keluarga korban, Semianda Umbu Kabalu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tinggi kepada Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat karena responsif dan tanggap serta cepat terhadap peristiwa ini.  (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/begini-hasil-otopsi-tahanan-yang-meninggal-di-sel/">Begini Hasil Otopsi Tahanan Yang Meninggal di Sel</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahanan  Meninggal di Sel, Jenazah Diotopsi  dr. Edy Saputra Sibuhan</title>
		<link>https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-meninggal-di-sel-jenazah-diotopsi-dr-edy-saputra-sibuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2021 11:50:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Otopsi mayat tahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Polda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sumba Barat]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan mati di sel]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan meninggal dunia di sumba tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=12614</guid>

					<description><![CDATA[<p>WAIBAKUL kabarntt.id&#8212;Tim forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTT dipimpin AKBP dr. Edy&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-meninggal-di-sel-jenazah-diotopsi-dr-edy-saputra-sibuhan/">Tahanan  Meninggal di Sel, Jenazah Diotopsi  dr. Edy Saputra Sibuhan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAIBAKUL kabarntt.id</strong>&#8212;Tim forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTT dipimpin AKBP dr. Edy Saputra Sibuhan, melakukan otopsi terhadap jenazah (Alm) Arkin Ana Bira, Selasa (14/12/2021) di Rumah Sakit Umum Daerah Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikut dalam kegiatan otopsi satu orang dari keluarga korban dan satu penyidik dari Polres Sumba Barat. Otopsi mulai dilakukan pukul 15.33 Wita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolres Sumba Barat, AKBP  FX. Irwan, yang juga mengawal proses otopsi menjelaskan, untuk mengetahui hasil yang pasti harus melalui pemeriksaan otopsi, karena hasil visum sudah membuktikan adanya luka-luka di kaki dan tangan sehingga memang harus dilanjutkan dengan otopsi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hasil visum tidak menerangkan alasan kematian almarhum secara jelas, sehingga otopsi merupakan salah satu yang bisa menerangkan secara jelas kematian almarhum secara transparan,&#8221; tegas Irwan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara kuasa hukum almarhum, Semianda Umbu Kabalu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tinggi kepada Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat karena responsif dan tanggap serta cepat terhadap peristiwa ini sehingga keluarga yang saat ini dalam kondisi berduka dan mencari keadilan merasa puas atas proses otopsi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sekiranya dari hasil otopsi nanti kita dapat tahu bersama sebab kematian korban. Jadi kalau dalam istilah hukum kita kenal istilah <em>cause of dead</em>, mati korban itu karena apa.  Sekalipun hasil visum  sudah ada, tapi untuk lebih akurat hari ini kita lakukan otopsi dan otopsi ini juga diajukan atas permohonan  keluarga korban. Jadi kita berharap supaya setelah proses otopsi dijalankan hasilnya seperti apa nanti kita minta dari pihak kepolisian  supaya oknum-oknum  yang terlibat itu bisa diproses secara hukum dan keadilan itu ada di keluarga,&#8221; kata Kabalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihaknya tetap mempercayakan proses ini kepada penegak hukum, dan sangat percaya masih ada keadilan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kalau dari keluarga, terlebih khusus saya dalam kacamata sebagai advokat, saya pikir kita percayakan seutuhnya kepada aparat penegak hukum.  Negara kita kan jelas negara hukum. Artinya segala sesuatu tindakan hukum apapun ada aturan mainnya, jadi kalau kejadian seperti ini sekiranya ada oknum-oknum, kita berharap supaya kalau terbukti ya diproses secara hukum,&#8221; harapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan otopsi dikawal ketat oleh anggota Polres Sumba Barat dan beberapa personil TNI dari Koramil Anakalang 03 Katiku Tanah. (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-meninggal-di-sel-jenazah-diotopsi-dr-edy-saputra-sibuhan/">Tahanan  Meninggal di Sel, Jenazah Diotopsi  dr. Edy Saputra Sibuhan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahanan Mati di Sel, Keluarga Korban : Terima Kasih Kapolda</title>
		<link>https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-keluarga-korban-terima-kasih-kapolda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 15:21:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sumba Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Polsesk Katikutanah]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan mati di sel]]></category>
		<category><![CDATA[Tahanan meninggal di sel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=12604</guid>

					<description><![CDATA[<p>WAIBAKUL kabarntt.id&#8212;Keluarga almarhum Arkin Anabira (30) tahanan yang meninggal dunia di sel Polsek Katikutanah, Sumba&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-keluarga-korban-terima-kasih-kapolda/">Tahanan Mati di Sel, Keluarga Korban : Terima Kasih Kapolda</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAIBAKUL kabarntt.id</strong>&#8212;Keluarga almarhum Arkin Anabira (30) tahanan yang meninggal dunia di sel Polsek Katikutanah, Sumba Tengah memberi apresasi yang tnggi kepada Kapolda NTT, Irjen Pol  Lotharia Latif.</p>
<p style="text-align: justify;">Apresiasi diberikan karena respon Kapolda dan Kapolres Sumba Barat yang cepat dan transparan mulai mengungkap kasus kematian  Arkian.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti diberitakan sebelumnya, Arkin Anabira (30), warga Desa Malinjak, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, meninggal di ruang tahanan Polsek Katikutanah, Kamis (9/12/2021). Korban diduga meninggal akibat dianiaya oknum polisi sesaat setelah ditangkap sejumlah anggota Polres Sumba Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari hasil visum  yang disampaikan Kapolres Sumba Barat, korban mengalami luka-luka di sekujur badannya. Merespon kejadian itu, Kapolda NTT mencopot dan menahan 4 anak buahnya dari Polses Katikutana dari jabatannya untuk menjalani pemeriksaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuasa hukum keluarga korban, Semianda Umbu Kabalu, sangat berterima kasih kepada Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat, yang dengan baik mengawal kasus ini dengan menurunkan tim khusus secara langsung dari Kupang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami sebagai keluarga sangat bangga serta mengapresiasi langkah Kapolda NTT dalam menangani kasus ini secara baik dan transparan. Dengan begitu kami sangat mendukung seluruh proses yang dilakukan oleh Polres Sumba Barat dalam menangani kasus ini sampai pada dilakukan otopsi besok,&#8221;  kata Umbu Kabalu kepada <em>kabarntt.id</em>, Senin (13/12/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">Umbu Kabalu juga akan mengawal secara ketat dan memastikan bahwa seluruh proses otopsi besok akan berjalan dengan baik dan lancar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dengan proses yang transparan dan dukungan penuh dari Kapolda NTT dan jajaran Polres Sumba Barat, kami akan memastikan bahwa seluruh proses otopsi yang dilakukan oleh dokter forensik besok akan berjalan dengan baik dan tidak akan ada siapapun dari kami atau keluarga yang mengganggu proses tersebut,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Kapolres Sumba Barat, AKBP FX. Irwan Ariyanto, dalam sambutannya pada penguburan almarhum Arkin Anabira, Senin (13/12/2021) di Kampung Galu Wotu, Desa Malinjak, Kecamatan Katikutanah Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, menyampaikan hasil visum dari Rumah Sakit Umum Waikabubak Sumba Barat, bahwa memang benar ada luka-luka di beberapa tubuh korban, yakni di kaki dan di tangan dan akan menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh dokter forensik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya akan pastikan menindak seluruh anggota yang terlibat dan 4 anggota yang terlibat langsung saya sudah tahan dan tinggal menunggu pemecatan secara resmi. Saya tidak main-main dengan kejadian ini, sehingga saya ada di sini untuk memberikan kejelasan hukum kepada almarhum dan sekiranya saya juga diterima di sini sebagai saudara dari almarhum,&#8221;  kata Ariyanto.  (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-keluarga-korban-terima-kasih-kapolda/">Tahanan Mati di Sel, Keluarga Korban : Terima Kasih Kapolda</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahanan Mati di Sel, Keluarga Sudah Teken untuk Otopsi</title>
		<link>https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-keluarga-sudah-teken-untuk-otopsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 10:49:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Polda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sumba Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Katikutanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumba Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan mati di sel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=12600</guid>

					<description><![CDATA[<p>WAIBAKUL kabarntt.id&#8212;Keluarga almarhum Arkin Anabira (30), warga Desa Malinjak, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-keluarga-sudah-teken-untuk-otopsi/">Tahanan Mati di Sel, Keluarga Sudah Teken untuk Otopsi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAIBAKUL kabarntt.id</strong>&#8212;Keluarga almarhum Arkin Anabira (30), warga Desa Malinjak, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah yang meninggal dunia di ruang tahanan Polsek Katiku Tanah sudah siap merelakan jasad korban diotopsi untuk kepentingan penyelidikan tindak kriminal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Juru bicara keluarga korban,  Antonius Galla, menyampaikan pihaknya sudah menandatangani surat pernyataan persetujuan untuk otopsi, Senin (13/12/2024). Keluarga berpandangan  otopsi perlu dilakukan untuk menggungkap kebenaran di balik kematian almarhum.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti diberitakan sebelumnya, tahanan Polres Sumba Barat, Arkin Anabira (30), warga Desa Malinjak, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, meninggal di ruang tahanan Polsek Katiku Tanah, Kamis (9/12/2021). Korban diduga meninggal akibat dianiaya oknum polisi sesaat setelah ditangkap sejumlah anggota Polres Sumba Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami sudah menandatangani surat pernyataan otopsi tadi pagi. Anggota ada yang bawa tadi pagi, jadi kami setuju dan langsung tanda tangan dan besok akan diotopsi. Kami akan mendukung dan mengawal seluruh kegiatan otopsi.&#8221; tegas Galla kepada <em>kabarntt.id</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Galla mengatakan, dari informasi yang didatpnya dokter forensik yang akan melakukan otopsi akan tiba besok dan langsung melakukan otopsi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sekarang kami lakukan penguburan secara adat. Kita tidak menutup rapat kubur sehingga besok bisa dengan mudah untuk membuka kubur agar dokter forensik lebih mudah mengambil jenazah untuk otopsi,&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak keluarga, kata Galla, akan memastikan situasi jalannya otopsi akan berjalan dengan baik dan lancar karena keluarga menginginkan kebenaran dengan proses otopsi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami pastikan kegiatan otopsi berjalan lancar sampai hasil otopsi keluar dan apapun hasilnya akan kami terima,” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Galla berharap, semua oknum polisi yang terlibat mendapat sanksi yang setimpal dengan perbuatan mereka, sehingga menjadi pelajaran berharga bagi siapapun dalam menegakkan keadilan di tengah masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami minta semua yang terlibat siapapun dia mendapatkan sanksi, bukan hanya dicopot sesuai dengan laporan, namun benar-benar ditindak lanjut sampai selesai dan seadil-adilnya dan sebenar-benarnya,” pinta Galla. (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-keluarga-sudah-teken-untuk-otopsi/">Tahanan Mati di Sel, Keluarga Sudah Teken untuk Otopsi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahanan Mati di Sel, Kapolda Sebut  4 Polisi Terlibat Aniaya</title>
		<link>https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-kapolda-sebut-4-polisi-terlibat-aniaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 06:05:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Polda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sumba Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Katikutana]]></category>
		<category><![CDATA[tahanan mati di sel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=12591</guid>

					<description><![CDATA[<p>WAIBAKUL kabarntt.id&#8212;Kapolda NTT, Irjen Pol  Lotharia Latif, menyebut  4 oknum polisi diduga terlibat tindak penganiayaan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-kapolda-sebut-4-polisi-terlibat-aniaya/">Tahanan Mati di Sel, Kapolda Sebut  4 Polisi Terlibat Aniaya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>WAIBAKUL kabarntt.id</strong>&#8212;Kapolda NTT, Irjen Pol  Lotharia Latif, menyebut  4 oknum polisi diduga terlibat tindak penganiayaan terhadap Arkin Anabira (30) seorang  tahanan hingga meninggal dunia di sel Polsek Katikutanah, Kabupaten Sumba Tengah. Empat anggota polisi itu sudah ditindak sesuai dengan prosedur dalam institusi Polri.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dikatakan Kapolda NTT, Irjen Lotharia Latif, Senin (13/12/2021), di Mapolda NTT merespon tahanan yang meninggal dunia di sel Polsek Katiku Tanah, Sumba Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti diberitakan sebelumnya, Arkin Anabira (30), warga Desa Malinjak, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, meninggal di ruang tahanan Polsek Katikutanah, Kamis (9/12/2021). Korban diduga meninggal akibat dianiaya oknum polisi sesaat setelah ditangkap sejumlah anggota Polres Sumba Barat</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya perintahkan hari ini berangkat dari Irwasda dari Profam dan nanti akan bergabung dengan Polres Sumba Barat. Anggota yang indikasi menangani kasus tersebut pada saat itu sudah saya copot dan sudah saya amankan dan periksa di Polres. Ada 4 orang anggota kita amankan dan kita minta pertanggungjawaban dan kita nanti akan melaksanakan pemeriksaan secara utuh. Apabila anggota melakukan pelanggaran menurut SOP maupun protam di luar aturan pasti saya akan tindak tegas,&#8221; tegas Kapolda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolda menyesalkan aksi anak buahnya seperti itu di lapangan. “Ini salah satu contoh apabila saya tanda kutip, ‘kalau mengejar pengakuan seperti itu, saya sudah katakan jangan mengejar pengakuan tersangka. Opini dari mana pun biar sebagai informasi tapi kita harus tetap pada aturan. Karena kita tidak boleh seperti hukum rimba, bahwa ini berlaku pada siapapun dan siapapun tidak ingin dituduh jadi tersangka jika tidak ada bukti yang kuat,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolda meminta agar tetap menjaga situasi kondusif. &#8220;Saya pasti akan berikan sanksi yang tegas kepada anggota. Setelah kejadian tersebut anggota tersebut kita copot dari jabatannya, kita tarik dari Polres dan kita lanjutkan pemeriksaan secara utuh,&#8221; imbuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kapolda menegaskan siapa saja yang menganiaya tahanan, pihaknya masih menunggu kronologi kejadiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Namun siapapun nanti, baik dari polsek maupun polres kalau terlibat langsung tidak sesuai dengan prosedur, saya selalu sampaikan lakukan prosedur secara humanis, menjunjung tinggi hak tersangka. Berulang kali saya sampaikan jangan sampai penyidik atau anggota dia melakukan tugas malah dia yang terjerat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Kapolda, Polri sudah sangat transparan dan sangat terbuka. “Teman-teman bisa lihat sendiri dalam memberikan informasi bahkan mengkritisi Polri,” tandasnya. (<strong>np</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/tahanan-mati-di-sel-kapolda-sebut-4-polisi-terlibat-aniaya/">Tahanan Mati di Sel, Kapolda Sebut  4 Polisi Terlibat Aniaya</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
