<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Diare &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/diare/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Sep 2025 00:13:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Diare &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pasien RSUD Kefamenanu Membludak, Kasus Diare Mendominasi</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/pasien-rsud-kefamenanu-membludak-kasus-diare-mendominasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 00:13:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[dr Adrianus Antonius Berkanis Abi]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kefamenanu]]></category>
		<category><![CDATA[tahun 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28333</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengalami&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/pasien-rsud-kefamenanu-membludak-kasus-diare-mendominasi/">Pasien RSUD Kefamenanu Membludak, Kasus Diare Mendominasi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID</strong> – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengalami lonjakan pasien dalam beberapa pekan terakhir.</p>
<p>Kabid Pelayanan Medik RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus A. B. Abi, mengungkapkan bahwa pihaknya tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik meskipun keterbatasan fasilitas tempat tidur menjadi kendala.</p>
<p>“Memang saat ini ada lonjakan pasien. Kita siasati dengan tetap menerima pasien yang datang. Karena jumlah tempat tidur terbatas, pasien diarahkan untuk menunggu di UGD. Setelah visit dokter, jika ada pasien rawat inap yang bisa pulang, baru kita alihkan pasien baru ke ruangan,” jelasnya, Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Menurut dr. Adrianus, banyak pasien tetap memilih dirawat di RSUD Kefamenanu meski ada pilihan rumah sakit lain di daerah tersebut.</p>
<p>“Kita sudah sampaikan ada dua rumah sakit, tapi pasien lebih memilih RSUD. Karena itu, pelayanan terus kita tingkatkan agar mereka tetap merasa nyaman,” tambahnya.</p>
<p>Dari data yang dihimpun, kasus diare mendominasi lonjakan pasien. Pada Agustus tercatat 33 anak dan 13 dewasa dirawat inap akibat diare. Sementara hingga pertengahan September sudah ada 27 anak dan 20 pasien dewasa yang menjalani perawatan dengan kasus serupa.</p>
<p>dr. Adrianus juga mengimbau masyarakat TTU untuk meningkatkan kewaspadaan.</p>
<p>“Masyarakat perlu memperhatikan ketersediaan air bersih, merebus air hingga benar-benar matang, serta menghindari konsumsi mangga muda dan asam yang saat ini sedang musim. Kasus diare bisa berakibat fatal bila terlambat ditangani, meski sejauh ini semua pasien yang datang masih bisa kami tangani dengan baik,” tegasnya. (<strong>Siu</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/pasien-rsud-kefamenanu-membludak-kasus-diare-mendominasi/">Pasien RSUD Kefamenanu Membludak, Kasus Diare Mendominasi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejak Januari hingga Sekarang, 1.030 Kasus Diare Ditangani Puskesmas di TTU, 2 Pasien Meninggal Dunia</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/sejak-januari-hingga-sekarang-1-030-kasus-diare-ditangani-puskesmas-di-ttu-2-pasien-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 06:43:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Timor Tengah Utara]]></category>
		<category><![CDATA[PKM]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Robertus Tjeunfin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28252</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID – Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Kabupaten Timor&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/sejak-januari-hingga-sekarang-1-030-kasus-diare-ditangani-puskesmas-di-ttu-2-pasien-meninggal-dunia/">Sejak Januari hingga Sekarang, 1.030 Kasus Diare Ditangani Puskesmas di TTU, 2 Pasien Meninggal Dunia</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID –</strong> Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Data yang dihimpun Dinas Kesehatan TTU menunjukkan bahwa sejak bulan Januari hingga sekarang, tercatat 1.030 kasus diare yang ditangani oleh 25 Puskesmas di seluruh wilayah kabupaten. Dari jumlah tersebut, 2 pasien meninggal dunia, masing-masing seorang bayi berusia 3 bulan di Puskesmas Maubesi dan seorang anak berusia 1 tahun di Puskesmas Lurasik.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robertus Tjeunfin, SKM., MPh, menegaskan bahwa meskipun angka kematian relatif rendah dibandingkan dengan jumlah total kasus, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.</p>
<p>“Diare merupakan salah satu penyakit yang sering dianggap sepele, padahal jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan dehidrasi berat dan berujung pada kematian, terutama pada bayi dan balita. Oleh karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk segera mengakses layanan kesehatan begitu gejala diare muncul,” ujar Robertus Tjeunfin.</p>
<p>Berdasarkan data per puskesmas, Puskesmas Eban mencatat kasus tertinggi dengan 155 pasien. Disusul Puskesmas Ponu (98 kasus) dan Puskesmas Lurasik (84 kasus). Beberapa puskesmas lain juga menunjukkan angka cukup tinggi seperti Puskesmas Tasinifu (83 kasus), Kaubele (78 kasus), dan Nunpene (63 kasus).</p>
<p>Sementara itu, puskesmas dengan jumlah kasus terendah adalah Puskesmas Tamis dan Puskesmas Tublopo, masing-masing hanya mencatat 3 kasus. Perbedaan angka ini menunjukkan adanya variasi faktor lingkungan, kepadatan penduduk, serta pola hidup masyarakat di tiap wilayah.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/sejak-januari-hingga-sekarang-1-030-kasus-diare-ditangani-puskesmas-di-ttu-2-pasien-meninggal-dunia/">Sejak Januari hingga Sekarang, 1.030 Kasus Diare Ditangani Puskesmas di TTU, 2 Pasien Meninggal Dunia</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angka Diare di TTU Meningkat, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Bersih</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/angka-diare-di-ttu-meningkat-dinkes-ajak-masyarakat-terapkan-hidup-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 05:41:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ajak masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Timor Tengah Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Robertus Tjeunfin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28094</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212; Kasus diare di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menunjukkan tren peningkatan dalam&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/angka-diare-di-ttu-meningkat-dinkes-ajak-masyarakat-terapkan-hidup-bersih/">Angka Diare di TTU Meningkat, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Bersih</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212;</strong> Kasus diare di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan TTU mencatat sebanyak 165 kasus telah dilaporkan di 20 puskesmas, dengan angka tertinggi berada di Puskesmas Ponu, Maubesi, Tasi Nifu, Bijaepasu, dan Eban.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robert Tjeunfin, menyebut lonjakan ini perlu menjadi perhatian serius masyarakat. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat harus semakin ditingkatkan untuk mencegah penularan.</p>
<p>“Masyarakat perlu memastikan kebersihan tangan sebelum mengolah makanan, menjaga kualitas air bersih, serta memperhatikan pola asuh yang baik agar anak terhindar dari diare,” ujarnya di ruang kerja, Selasa (26/8/2025).</p>
<p>Robert menekankan agar orang tua tidak panik jika anak mengalami diare. Penanganan pertama yang harus dilakukan adalah mengganti cairan tubuh yang hilang.</p>
<p>“Pemberian cairan pengganti sangat penting. Bisa dengan oralit, atau bila tidak ada, gunakan larutan gula garam. Jangan menunda, karena dehidrasi dapat berakibat fatal pada anak,” jelasnya.</p>
<p>Gejala dehidrasi yang patut diwaspadai antara lain mata cekung, kulit keriput, hingga demam. Robert juga menyarankan untuk menghentikan sementara pemberian susu botol jika anak tidak bisa menerimanya, dan menggantinya dengan makanan lunak seperti bubur.</p>
<p>Ia menambahkan, pengobatan medis bukanlah langkah pertama, melainkan upaya lanjutan setelah pemenuhan cairan tubuh. Namun, jika kondisi pasien tidak kunjung membaik, masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/angka-diare-di-ttu-meningkat-dinkes-ajak-masyarakat-terapkan-hidup-bersih/">Angka Diare di TTU Meningkat, Dinkes Ajak Masyarakat Terapkan Hidup Bersih</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musim Kemarau Picu Wabah Diare di TTU, Anak-anak Paling Rentan</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/28080/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 07:55:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak paling rentan]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[dr Adrianus Antonius Berkanis Abi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten TTU]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kefamenanu]]></category>
		<category><![CDATA[tahun 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=28080</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212;Kasus diare di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/28080/">Musim Kemarau Picu Wabah Diare di TTU, Anak-anak Paling Rentan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID</strong> &#8212;Kasus diare di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan signifikan selama musim kemarau tahun ini. Kondisi ini paling banyak menyerang anak-anak yang daya tahan tubuhnya lebih rentan terhadap infeksi.</p>
<p>Data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu menunjukkan, hingga Agustus 2025, tercatat sebanyak 80 pasien rawat jalan akibat diare. Dari jumlah tersebut, 47 orang merupakan anak-anak, sedangkan 33 orang dewasa.</p>
<p>Untuk kasus rawat inap dalam rentang Juni hingga Agustus 2025, jumlahnya lebih tinggi. Tercatat 100 pasien dirawat inap, terdiri dari 64 anak-anak dan 36 orang dewasa. Lonjakan signifikan terjadi pada kasus anak-anak, yang meningkat dari 9 kasus pada Juni, menjadi 22 kasus pada Juli, dan melonjak menjadi 33 kasus pada Agustus.</p>
<p>Kepala Pelayanan Medis dan Rekam Medik RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, menjelaskan bahwa musim kemarau berdampak besar terhadap ketersediaan air bersih. Air yang tercemar dan tidak diolah dengan baik menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus diare.</p>
<p>“Orang tua harus benar-benar memperhatikan kebersihan air minum. Air sebaiknya direbus hingga matang agar aman dikonsumsi. Kalau tidak, kasus diare akan terus meningkat,” tegas dr. Adrianus saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/8/2025).</p>
<p>Selain air yang tidak higienis, ia juga mengingatkan bahaya debu selama musim kemarau yang dapat membawa bakteri penyebab infeksi, terutama jika anak-anak terlalu sering beraktivitas di luar rumah.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/28080/">Musim Kemarau Picu Wabah Diare di TTU, Anak-anak Paling Rentan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
