KEFAMENANU KABARNTT.ID —Kasus diare di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan signifikan selama musim kemarau tahun ini. Kondisi ini paling banyak menyerang anak-anak yang daya tahan tubuhnya lebih rentan terhadap infeksi.
Data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu menunjukkan, hingga Agustus 2025, tercatat sebanyak 80 pasien rawat jalan akibat diare. Dari jumlah tersebut, 47 orang merupakan anak-anak, sedangkan 33 orang dewasa.
Untuk kasus rawat inap dalam rentang Juni hingga Agustus 2025, jumlahnya lebih tinggi. Tercatat 100 pasien dirawat inap, terdiri dari 64 anak-anak dan 36 orang dewasa. Lonjakan signifikan terjadi pada kasus anak-anak, yang meningkat dari 9 kasus pada Juni, menjadi 22 kasus pada Juli, dan melonjak menjadi 33 kasus pada Agustus.
Kepala Pelayanan Medis dan Rekam Medik RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, menjelaskan bahwa musim kemarau berdampak besar terhadap ketersediaan air bersih. Air yang tercemar dan tidak diolah dengan baik menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus diare.
“Orang tua harus benar-benar memperhatikan kebersihan air minum. Air sebaiknya direbus hingga matang agar aman dikonsumsi. Kalau tidak, kasus diare akan terus meningkat,” tegas dr. Adrianus saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/8/2025).
Selain air yang tidak higienis, ia juga mengingatkan bahaya debu selama musim kemarau yang dapat membawa bakteri penyebab infeksi, terutama jika anak-anak terlalu sering beraktivitas di luar rumah.







