<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dugaan gigitan anjing rabies &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/dugaan-gigitan-anjing-rabies/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Feb 2026 04:16:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Dugaan gigitan anjing rabies &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RSUD Kefamenanu Pastikan Pasien Isolasi Bukan Rabies, Masyarakat Tetap Diminta Waspada</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/rsud-kefamenanu-pastikan-pasien-isolasi-bukan-rabies-masyarakat-tetap-diminta-waspada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 04:16:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dr Adrianus Antonius Berkanis Abi]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan gigitan anjing rabies]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Timor Tengah Utara]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kefamenanu]]></category>
		<category><![CDATA[tahun 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29166</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu memastikan pasien yang sempat dirawat di&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/rsud-kefamenanu-pastikan-pasien-isolasi-bukan-rabies-masyarakat-tetap-diminta-waspada/">RSUD Kefamenanu Pastikan Pasien Isolasi Bukan Rabies, Masyarakat Tetap Diminta Waspada</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID</strong> &#8212; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu memastikan pasien yang sempat dirawat di ruang isolasi karena dugaan rabies tidak terjangkit penyakit tersebut. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan pasien mengalami hipokalemia, sementara masyarakat diimbau tetap waspada karena wilayah Timor Tengah Utara belum bebas rabies.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kefamenanu, Adrianus Antonius Berkanis Abi, menjelaskan pasien awalnya datang dengan keluhan demam dan sakit kepala sehingga perlu dilakukan observasi lebih lanjut.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan medis, pasien mengalami hipokalemia atau kadar kalium rendah. Penanganan tetap dilakukan sesuai prosedur oleh dokter yang menangani,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, langkah isolasi dilakukan sebagai tindakan antisipatif karena sebelumnya terdapat kecurigaan ke arah rabies. Hal itu setelah diketahui pasien sempat mengonsumsi daging RW (anjing) dalam sebuah acara keluarga beberapa hari sebelum dirawat.</p>
<p>Namun setelah pemeriksaan lanjutan tidak menunjukkan indikasi rabies, pasien direncanakan dipindahkan ke ruang perawatan umum dan dapat dirawat bersama pasien lain.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, pihak rumah sakit juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat TTU agar sementara waktu menghindari konsumsi daging RW, mengingat wilayah tersebut masih memiliki risiko kasus rabies.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari konsumsi RW. Kita belum bebas rabies sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan bersama,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan warga agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gigitan anjing untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) sesegera mungkin.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/rsud-kefamenanu-pastikan-pasien-isolasi-bukan-rabies-masyarakat-tetap-diminta-waspada/">RSUD Kefamenanu Pastikan Pasien Isolasi Bukan Rabies, Masyarakat Tetap Diminta Waspada</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seorang Anak Kecil di Desa Manikin TTU Meninggal Dunia Diduga Tertular Rabies</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/seorang-anak-kecil-di-desa-manikin-ttu-meninggal-dunia-diduga-tertular-rabies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Mar 2024 09:06:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[anak kecil]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan gigitan anjing rabies]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Timor Tengah Utara]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=23772</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU kabarntt.id &#8211; Seorang anak kecil di Desa Manikin, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/seorang-anak-kecil-di-desa-manikin-ttu-meninggal-dunia-diduga-tertular-rabies/">Seorang Anak Kecil di Desa Manikin TTU Meninggal Dunia Diduga Tertular Rabies</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU kabarntt.id</strong> &#8211; Seorang anak kecil di Desa Manikin, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga meninggal dunia akibat tertular rabies.</p>
<p>Korban bernama Agustinus Meol (11) dengan alamat Baanfaun, Desa Manikin, RT/RW; 015/008.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini pada Sabtu, 16 Maret 2024 lalu, korban Agustinus pertama kali mengeluh sakit panas dan sakit badan bagian belakang.</p>
<p>Pada Senin, 18 Maret 2024 korban kemudian diantar oleh kakaknya ke puskesmas dan bertemu dokter serta menyampaikan keluhannya. Korban kemudian diberi obat.</p>
<p>Keesokan harinya Selasa, 19 Maret 2024, korban mengalami sakit kepala, muntah-muntah, gelisah dan mulai takut dengan cahaya dan angin. Keluarga kemudian mengantar korban ke Puskesmas Haekto pada, Rabu, 20 Maret 2024.</p>
<p>Ketika tiba di Puskesmas Haekto, korban kemudian dirujuk ke RSUD Kefamenanu untuk berobat. Korban dirawat di ruang isolasi RSUD Kefamenanu dan meninggal pada dini hari, Kamis, 21 Maret 2024. (<strong>Siu</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/seorang-anak-kecil-di-desa-manikin-ttu-meninggal-dunia-diduga-tertular-rabies/">Seorang Anak Kecil di Desa Manikin TTU Meninggal Dunia Diduga Tertular Rabies</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
