<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mgr. Petrus Turang &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/mgr-petrus-turang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Apr 2025 03:17:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Mgr. Petrus Turang &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mgr. Petrus Turang, Uskup Yang Tegas Itu Telah Pergi</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/mgr-petrus-turang-uskup-yang-tegas-itu-telah-pergi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 03:17:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr. Petrus Turang]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Kupang meninggal dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=27028</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Tony Kleden  SEKITAR 1,5 jam kami bincang-bincang dengan Mgr. Petrus Turang, Pr di Istana&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/mgr-petrus-turang-uskup-yang-tegas-itu-telah-pergi/">Mgr. Petrus Turang, Uskup Yang Tegas Itu Telah Pergi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Tony Kleden </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>SEKITAR </strong>1,5 jam kami bincang-bincang dengan Mgr. Petrus Turang, Pr di Istana Uskup Agung Kupang, Selasa (16/4/2024) pagi. Terbilang lama. Suasananya cair. Santai.</p>
<p>Di senja usianya yang sudah 77 tahun,Mgr. Turang terlihat masih <em>fit</em>. Penuh semangat bicara tentang kondisi umat Keuskupan Agung Kupang (KAK). Juga situasi sosial kemasyarakatan secara umum di NTT.</p>
<p>Dia sangat paham konteks sosio-antropologis masyarakat di Kupang, juga di NTT. Dia tahu bagaimana kondisi ekonomi masyarakat di sini. Pikiran-pikirannya yang dibahasakan dengan lugas dan apa adanya seperti menegaskan posisinya tidak saja sebagai gembala umat Katolik, tetapi juga sebagai tokoh masyarakat lintas agama dengan pengaruh dan karakter kuat.</p>
<p>Latar belakang studi S2 bidang sosiologi di Universitas Gregoriana, Roma menjadi bekal dan pegangan berharga mengemban tugas kegembalaannya di KAK. Latar belakang keluarga dari Manado, dengan mayoritas pemeluk<br />
Kristen Protestan, sangat membantu dan memudahkan uskup kelahiran  Tataaran, Tondano Selatan, Minahasa, 23 Februari 1947 ini memimpin umat KAK dalam rentang waktu 27 tahun.</p>
<figure id="attachment_27030" aria-describedby="caption-attachment-27030" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-27030" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/04/Mengenang-Mgr.-Petrus-Turang_1.jpg" alt="Mengenang Mgr. Petrus Turang 1" width="650" height="488" title="Mgr. Petrus Turang, Uskup Yang Tegas Itu Telah Pergi 1"><figcaption id="caption-attachment-27030" class="wp-caption-text">Diskusi jadi cair tentang lika-lika hidup umat</figcaption></figure>
<p>Latar belakang sosial itulah yang menjadikan Mgr. Turang dikenal tidak hanya sebatas di lingkungan umat Katolik, tetapi juga lintas agama. Dia menerabas benteng SARA. Dia bersahabat karib dengan Haji Umar Said Badjideh, mantan Ketua MUI NTT. “Kalau ada pertemuan, saya tahu Bapak Haji Badjideh tidak bisa tahan duduk lama. Kami dua baku lihat lalu keluar istirahat dan isap rokok di luar,” kenang Mgr. Turang.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/mgr-petrus-turang-uskup-yang-tegas-itu-telah-pergi/">Mgr. Petrus Turang, Uskup Yang Tegas Itu Telah Pergi</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>25  Tahun Paroki Oeleta,  Uskup Kupang Minta Jaga Kerukunan</title>
		<link>https://kabarntt.id/humaniora/25-tahun-paroki-oeleta-uskup-kupang-minta-jaga-kerukunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2022 15:11:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Agung Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr. Petrus Turang]]></category>
		<category><![CDATA[Paroki Oeleta Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=17717</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, meminta umat Katolik selalu  menjaga persekutuan dalam&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/25-tahun-paroki-oeleta-uskup-kupang-minta-jaga-kerukunan/">25  Tahun Paroki Oeleta,  Uskup Kupang Minta Jaga Kerukunan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8212;Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, meminta umat Katolik selalu  menjaga persekutuan dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.</p>
<p>Permintaan Mgr. Petrus Turang ini disampaikannya  pada perayaan ekaristi 25 tahun Paroki St. Gregorius Agung Oeleta Kupang, Rabu (31/8/2022).</p>
<p>Menurut  Mgr. Petrus Turang, persekutuan kian berkembang dan iman umat semakin dewasa sehingga selalu ada suka cita.</p>
<p>“Umat bersukacita membangun persaudaraan satu sama lain, mengalami persekutuan iman yang sejuk dan nyaman, di mana setiap orang diterima dengan baik,” ujar Mgr. Petrus Turang.</p>
<p>Mgr. Petrus Turang mengajak umat mencontohi Santo Gregorius Agung. Santo Gregorius Agung dalam perjalanaan hidupnya, kata Mgr. Petrus Turang,  banyak mendapat tantangan. Namun dapat dilewati dengan baik karena mampu membangun komunikasi dengan pemerintah, selanjutnya menyelesaikan tantangan, permasalahan dengan suka cita.</p>
<p>“Dalam perjalanan 25 tahun persekutuan gereja di sini berkembang, semakin hari semakin dewasa. Suka cita senantiasa merasuki semua umat. Menjaga persekutuan ini tidak boleh diceraikan oleh satu keluarga yang kelaparan dalam paroki ini. Tetap saja ada kesejukan dalam paroki ini untuk pengembangan iman. Semoga menjadi mercusuar yang terus menerus bernyala,” kata Mgr. Petrus Turang.</p>
<p>Misa syukur 25 Tahun Paroki St. Gregorius Agung dirangkai dengan pemberian sakramen krisma.</p>
<p>Menurut Pastor Paroki St. Gregorius Agung Oeleta, Rm Bob Muda ada  308 orang yang menerima sakramen krisma.</p>
<p>Setelah misa syukur yang berlangsung di dalam gereja acara dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng di pelataran rumah pastoran.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/humaniora/25-tahun-paroki-oeleta-uskup-kupang-minta-jaga-kerukunan/">25  Tahun Paroki Oeleta,  Uskup Kupang Minta Jaga Kerukunan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadiri Tahbisan Imam, Gubernur NTT Minta Bangun Generasi Penerus</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/hadiri-tahbisan-imam-gubernur-ntt-minta-bangun-generasi-penerus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Dec 2021 22:58:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Agung Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr. Petrus Turang]]></category>
		<category><![CDATA[Tahbisan Imam di Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Viktor Bungtilu Laiskodat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=12696</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG kabarntt.id&#8212;Untuk menghasilkan generasi penerus dari sebuah daerah, maka Pemerintah dan Gereja harus bisa menjadi&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/hadiri-tahbisan-imam-gubernur-ntt-minta-bangun-generasi-penerus/">Hadiri Tahbisan Imam, Gubernur NTT Minta Bangun Generasi Penerus</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>KUPANG kabarntt.id</strong>&#8212;Untuk menghasilkan generasi penerus dari sebuah daerah, maka Pemerintah dan Gereja harus bisa menjadi mitra untuk saling mendukung dalam kemajuan pembangunan daerah, terutama dalam memberikan nilai-nilai karakter kemanusiaan bagi generasi penerus.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian ditegaskan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan sambutan dalam acara misa pentahbisan imam dan diakon baru serta Hari Ulang Tahun (HUT) Imamat ke-47 Mgr.  Petrus Turang, Pr, di Gereja St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua, Kupang, Sabtu (18/12/2021).</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya harapkan semua imam dan diakon dapat berperan aktif dalam pembangunan bersama pemerintah. Gereja dan pemerintah harus bermitra untuk dapat mewujudkan kesejahteraan di NTT, terutama dalam mencetak generasi penerus yang cerdas, berkualitas dan beriman pada Tuhan,&#8221; kata Gubernur Viktor.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, pemerintah dan Gereja harus mampu terus bergandengan tangan dan bermitra untuk dapat mencegah stunting agar nantinya mereka sebagai generasi baru mampu berperan aktif membangun daerah dan juga kita harus bisa bersama menekan angka kemiskinan. Itu tantangan yang harus dikerjakan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kita serius soal stunting, ini masalah penting. Stunting tahun 2018 itu 42%, sedangkan hari ini ada di angka 20,9%. Stunting bisa turun sampai harus 0 %. Oleh sebab itu mari kita semua pihak Pemerintah, Gereja dan stakeholder pembangunan untuk melihat serius hal ini. Membangun generasi atau membangun manusia itu tidak gampang. Untuk menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas itu harus didesain dengan asupan gizi yang baik. Kita harapkan di tahun 2045 nanti negara ini hasilkan generasi emas, maka saya harapkan juga, generasi emas itu harus bebas dari stunting terkhususnya di NTT,&#8221; kata Gubernur Viktor.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Terima kasih kepada Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang yang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dalam karya dan pelayanan di NTT hingga menjalani 47 tahun imamat. Ini sangat unik karena beliau lahir tahun 1947, ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1974 dan kini beliau genap berusia 74 tahun,&#8221; ungkap Gubernur Viktor.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Profisiat juga untuk para imam dan diakon yang ditahbiskan serta para orang tua yang mempersembahkan anaknya untuk melayani umat dan masyarakat kita,&#8221; tambah Gubernur.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang meminta kepada para diakon dan imam untuk setia mengabdi, melayani umat dengan sukacita. &#8220;Kalian terpanggil untuk melayani dan hendaklah kamu setia mengabdi beriman kepada Yesus Kristus dengan benar. Umat akan sangat menghargai kalian jika melayani dengan tulus,&#8221; ujar Mgr. Petrus Turang.</p>
<p style="text-align: justify;">Mgr. Turang juga mengatakan agar dalam menjalankan tugas sebagai pelayan umat, para imam dan diakon tidak boleh menggunakan kuasanya untuk kepentingan-kepentingan pribadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Para imam yang ditahbiskan antara lain Antonius Kobesi, Damianus Bell, F. X. Umbu Taku, Giovanni Aditya L. Arum, Hipolito B. A. Freitas, Hironimus Taolin, Johanes Pius Tas&#8217;asu, Sekundus Missa, Thimotius R. Wake, Vinsensius Oki, Aloysius E. Ganti, Herhianus Jebarus, Kalixtus Kapistrano, dan Silvestre A. Pereira.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu para diakon yang ditahbiskan yakni Dionisius Herson, Hendrikus Naifio, Maximus A. Bulu Manu, Yasintus T. Runesi, Yohanes F. Nino, Daniel Lobo Oba, Maximis Genggeng, Yohanes May Mega, dan Budi A. A. Yosua Ratag. <strong>(biro ap setda ntt/den</strong>)</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/hadiri-tahbisan-imam-gubernur-ntt-minta-bangun-generasi-penerus/">Hadiri Tahbisan Imam, Gubernur NTT Minta Bangun Generasi Penerus</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
