<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>petani milenial malaka &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/tag/petani-milenial-malaka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Feb 2025 14:43:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>petani milenial malaka &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pupuk Subsidi Tembus Pelosok Desa, Pacu Petani Milenial di  Batas Negeri</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/pupuk-subsidi-tembus-pelosok-desa-pacu-petani-milenial-di-batas-negeri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 14:43:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Malaka Barat]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian di malaka]]></category>
		<category><![CDATA[petani milenial malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Yos Seran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=26599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh  Yoseph P Seran Suara gemericik air mengalir bersahut-sahutan di antara petak-petak sawah. Di atas&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/pupuk-subsidi-tembus-pelosok-desa-pacu-petani-milenial-di-batas-negeri/">Pupuk Subsidi Tembus Pelosok Desa, Pacu Petani Milenial di  Batas Negeri</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh  Yoseph P Seran</strong></p>
<p>Suara gemericik air mengalir bersahut-sahutan di antara petak-petak sawah. Di atas pematang, petang perlahan pamit menjemput malam.</p>
<p>Dari arah barat petak sawah, Nando Nahak (29 tahun), seorang petani milenial sedang asyik mencabut ilalang di antara rimbunnya hijau padi di Dusun Lo&#8217;okmi, Desa Motaulun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>Dengan kaki telanjang dibalut lumpur hitam, Nando  melangkah keluar dari petak sawah. Tangannya menggenggam beberapa helai gulma yang baru saja dicabutnya karena mengganggu tanaman padi.</p>
<p>Tampak daun padi menghijau, subur dan berbaris rapi. Ketinggian padi sudah melewati lutut orang dewasa. &#8220;Umur padi sudah mencapai tiga puluh enam hari. Target sembilan puluh dua hari lagi akan panen, jika tak ada halangan atau terjadi bencana alam,&#8221; ungkap Nando kepada <em>kabarntt.id</em>, Sabtu (22/2/2025).</p>
<p>Pria lulusan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang itu  meniti karirnya di dunia pertanian sejak menamatkan kuliahnya tahun 2019 silam.</p>
<p>Tidak hanya menggarap lahannya sendiri. Berbekalkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi, Nando  hadir sebagai seorang guru yang mampu memberi pencerahan bagi para petani tentang dunia pertanian. Paling kurang, meminimalisir gaya pengolahan lahan secara tradisional menjadi lebih modern di beberapa desa itu.</p>
<p>Pola penggarapan lahan dan proses penanaman hingga perawatan dilakukan secara modern. Mulai dari persediaan bibit, pemupukan, penyemprotan, dengan tujuan agar proses pertumbuhan padi lancar dan terhindar dari gangguan hama.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/pupuk-subsidi-tembus-pelosok-desa-pacu-petani-milenial-di-batas-negeri/">Pupuk Subsidi Tembus Pelosok Desa, Pacu Petani Milenial di  Batas Negeri</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sarjana Komputer Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Sayur</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/sarjana-komputer-sulap-lahan-tidur-jadi-lahan-sayur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 00:59:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Bateti A]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[petani milenial malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Program Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Viky Rikho]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=26554</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Yos P Seran Seperti biasa. Sebelum terik matahari bertamu di langit Malaka, Viky Rikho&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/sarjana-komputer-sulap-lahan-tidur-jadi-lahan-sayur/">Sarjana Komputer Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Sayur</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Yos P Seran</strong></p>
<p>Seperti biasa. Sebelum terik matahari bertamu di langit Malaka, Viky Rikho (31), petani milenial asal Dusun Bateti A, Desa Lo&#8217;ofoun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, sudah berada di lahan sayur miliknya di Dusun Kotafoun B, Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman,  Malaka.</p>
<p>Usai membereskan semua pekerjaan rumah tangga layaknya seorang kepala keluarga, Viky menyiapkan peralatan yang hendak dibawanya ke kebun sayur di Desa Haitimuk. Jarak dari rumah ke kebun sayur sekitar 15-16 Km. Butuh  waktu tempuh sekitar 30 menit.</p>
<p>Pria muda berjambang itu selalu ceria setiba di lahan sayur miliknya. Lahan kedua yang digarap Viky berbeda ukuran dengan lahan pertama di rumahnya. Di lahan kedua, dengan ukuran 50 x 100 meter itu, ia manfaatkan dan optimalkan untuk tanaman pertanian dan hortikultura.</p>
<p>Ada jagung, pepaya, dan juga jenis tanaman hortikultura; kacang panjang, paria, tomat, lombok, dan terung. Ada juga jenis sayuran, seperti kangkung, sawi, dan beberapa jenis sayuran lainnya.</p>
<p>Siapa saja yang berdiri di pintu masuk kebun sayur, akan menyaksikan hijauan tanaman sayuran.  Sungguh memanjakan mata.</p>
<figure id="attachment_26566" aria-describedby="caption-attachment-26566" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-26566" src="https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/malaka2.jpg" alt="malaka2" width="650" height="488" title="Sarjana Komputer Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Sayur 1"><figcaption id="caption-attachment-26566" class="wp-caption-text">Tekun merawat tanaman sayuran (foto : yos seran)</figcaption></figure>
<p>Viky memulai usaha tanam sejak tahun 2024. Awalnya hanya bermodalkan uang senilai Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) untuk membeli bibit sayur kangkung. Dari modal itu, ia kemudian mengembangkan usahanya sebagai petani milenial hingga saat ini.</p>
<p>Meskipun baru setahun lebih berkecimpung dalam dunia tani, ia tak pernah lelah. Daya juang dan semangatnya justru semakin tinggi.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/sarjana-komputer-sulap-lahan-tidur-jadi-lahan-sayur/">Sarjana Komputer Sulap Lahan Tidur Jadi Lahan Sayur</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
