Pemkab SBD Akui Sebagian Aset Wisata Pantai SBD Dikuasai Pihak Luar

sbd konferensi pers

TAMBOLAKA kabarntt.id—Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengakui sebagian  wilayah pesisir pantai di sepanjang pantai Kecamatan Loura hingga pesisir Pantai Kecamatan Kodi Bangedo, telah dikuasai pihak luar (investor).

Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan, para pengusaha itu membeli  tanah masyarakat  dengan iming-iming segera membangun usaha perhotelan dan lainnya. Sayangnya sampai saat ini baru satu dua pengusaha yang mulai membangun usahanya. Sedangkan lainnya tak jelas meski sudah puluhan tahun menguasai  lokasi pesisir pantai SBD itu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Masyarakat SBD diharapkan tidak terpengaruh dengan keberadaan para investor dari luar  itu. Masyarakat diajak membangun pariwisata SBD dengan memulai membangun aset wisata yang ada di wilayah desa masing-masing.

“Banyak potensi obyek wisata yang belum maksimal  dikembangkan desa demi meningkatkan pendapatan desa ke depan.  Bila semua warga bersatu membangun pariwisata maka pasti daerah ini cepat maju dan berkembang,” kata Bupati Kodi Mete dalam jumpa pers dengan media beberapa waktu lalu tentang pembangunan pariwisata SBD pada masa pandemi virus corona di Pantai Pero, Desa Pero Konda.

Bupati Kodi Mete menyampaikan hal itu ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang apa sikap pemerintah daerah Sumba Barat Daya terhadap penguasaan sebagian besar obyek wisata  pesisir pantai SBD oleh pihak luar  sebagaimana terjadi sampai sekarang.

Para pengusaha hanya berjanji akan membangun hotel tetapi  hingga puluhan tahun tak kunjung terjadi.

Bupati Kodi Mete tampil bersama Wakil Bupati, Marthen Christian Taka, S.Ipem, Plt Sekda SBD, Franxiskus M.Adi Lalo, Kadis Kominfo SBD, drh.Rihi Meha Praing, M.P, Kepala Dinas Pariwisata SBD, I Nyoman  Agus, M.T,  Kabag Kesra Setda SBD, Elisebeth Kaka, S.Pd dan sejumlah tokoh lintas agama.

Bupati Kornelius Kodi Mete lebih lanjut menjelaskan, pemerintah juga akan mencermati pembangunan pariwisata di pesisir pantai agar jangan sampai menutup akses bagi masyarakat umum. Ruang terbuka bagi masyarakat harus tetap tersedia ketika berwisata ke Pantai di Sumba Barat Daya.

Kodi Mete berharap suasana pandemi virus corona segera berlalu sehingga aktivitas warga kembali normal. Dengan demikian, geliat pembangunan pariwisata di Sumba Barat Daya kembali meningkat pula. (ota)

Pos terkait