Larantuka Darurat Sampah, Butuh Ketegasan Pemerintah

flotim sampah
Sampah mengotori salah satu titik pantai di Kota Larantuka

LARANTUKA kabarntt.id—Sampah sepertinya sudah menjadi masalah sangat serius  di Kota Larantuka. Kawasan pantai paling parah dengan sampah yang bertebaran.

Dari hasil pantauan kabarntt.id beberapa hari terakhir, sampah berserakan di kawasan pantai, jalan umum, juga di Pasar Inpres Larantuka.

Ketua OMK Waibalun,  Emil Fernandez,  mengaku sangat prihatin dengan kondisi sampah di Kota Larantuka saat ini.

Emil, yang juga pemerhati dan pencinta lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Kopi (Kelompok Orang Muda Peduli Isu Iklim),  mengharapkan peran lebih dari pemerintah setempat.

Perhatian itu, menurut Emil, misalnya penyediaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang masih kurang. sosialisai soal bahaya sampah dan inovasi. Juga peraturan yang mengikat agar bisa menuntaskan masalah sampah.

Menurut Emil, meski komunitas lingkungan di Flores Timur banyak, namun perhatian pemerintah setempat sangat diperlukan. Pemerintah, kata Emil, misalnya menyediakan peraturan daerah (Perda) yang mengikat.

Emil khawatir, jika sampah tidak ditangani dan dikelola dengan baik, tagline Larantuka Kota Reinha bisa berubah menjadi Larantuka Kota Sampah.

“Sampah ini milik kita semua yang masih hidup di bumi  untuk mengatasinya. Yang pertama bangkitkan kesadaran diri terlebih dahulu. Contohnya isap rokok puntungnya jangan dibuang sembarang, lihat tempat sampah buang atau kalau tempat sampahnya jauh ya simpan di saku celana,” jelasnya.

Emil mengharapkan,  kalau boleh pendekatan komunitas dan stakeholder dalam hal ini pemerintah lebih intim lagi, sehingga tercipta kolaborasi yang baik antarpegiat isu lingkungan dan pemerintah.

“Harapan saya  kalau bisa  pemda mengeluarkan suatu aturan dalam hal ini Peraturan Daerah. Contoh, kalau pemerintah membuat aturan setiap minimarket atau toko dilarang membungkus belanjaan dengan kantong plastik saya yakin masyarakat pasti akan bawa keranjang. Memang terkesan mustahil tapi kalau belum dicoba kita tidak akan tahu hasilnya. Dan juga  kalau bisa pasang CCTV di titik-titik  atau lokasi yang urgen,” katanya.

Dari pantauan kabarntt.id, Sabtu  (22/4/2023), terdapat banyak titik tumpukan sampah yang berserakan dan tak terurus.  Di antaranya Pelabuhan Pelni Larantuka, Pelabuhan Feri Waibalun,Terminal Bus Oka, sepanjang jalan trans Flores dalam Kota Larantuka, pesisir Pantai Weri, Pelabuhan Penyeberangan Pantai Palo, Taman Kota Larantuka, bahkan depan Rumah Jabatan Bupati Flotim pun sampah terlihat berhamburan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Flores Timur, Servulus Satel Demoor,  melalui WhatsApp, mengatakan akan memberi penjelasan terkait penanganan sampah usai liburan hari raya Idul Fitri.

“Ama ketemu saya setelah liburan,” jawab Servulus via pesan WhatsApp. (abh)

Pos terkait