Keterbatasan Tak Halangi Prestasi, Atlet SLBN Benpasi TTU Bawa Pulang 6 Emas untuk NTT

IMG 20261019 WA0004

“Raihan ini membuktikan bahwa meskipun belum ada wadah resmi, semangat anak-anak sangat besar. Ke depan, ketika mereka akan berlomba, paling tidak pemerintah daerah juga tahu dan memberikan dukungan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

Yustina berharap Pemerintah Kabupaten TTU, khususnya Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) TTU, dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan atlet disabilitas intelektual.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ia mendorong pembentukan kepengurusan Special Olympics Indonesia (SoIna) tingkat kabupaten serta National Paralympic Committee (NPC) di TTU agar pembinaan atlet memiliki wadah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut penting untuk membuka akses pembinaan, mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya, serta memperkuat koordinasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan pihak terkait.

Yustina juga menaruh harapan terhadap Rosalinda Abi, salah satu atlet putri SLBN Benpasi, yang dinilainya memiliki peluang untuk mengikuti Special Olympics World Games 2027 di Santiago, Chile.

Harapan tersebut menjadi tantangan bagi semua pihak agar potensi atlet tidak berhenti setelah meraih prestasi di tingkat nasional.
Dukungan berupa pembinaan, fasilitas latihan, pendampingan, dan kesempatan mengikuti seleksi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Prestasi di PESONAS II 2026 menjadi pengingat bahwa kemampuan untuk berprestasi tidak ditentukan oleh keterbatasan fisik maupun intelektual, tetapi juga oleh kesempatan, dukungan, dan pembinaan yang tersedia.

Pos terkait