Sementara itu berkaitan dengan program Propinsi Nusa Tenggara Timur yakni Tanam Jagung Panen Sapi, Marianus mengatakan tengah berjalan. Dari sebelumnya disiapkan lahan seluas 100 hektar namun kini sudah dikerjakan seluas 50 hektar.
Sebelumnya juga, kata Marianus, sudah diintervensi dengan anggaran APBN seluas 2.500 hektar.
“Kita sudah intervensi juga dengan anggaran APBN seluas 2.500 hektar dan ditambah dengan 100 hektar dari APBD provinsi, namun yang sekarang dikerjakan baru 50 hektar,” kata dia.
Program Tanam Jagung Panen Sapi, harap Marianus, bisa berjalan baik sehingga jika tidak ada halangan tiga bulan ke depannya atau pada bulan Maret awal sudah panen dan selanjutnya bisa membeli sapi.
“Petani yang menjalankan Program TJPS adalah mereka yang sama yang menerima bibit dari anggaran APBN. Karena itu diharapkan bisa terealisasi baik,” pungkasnya. (ase)







