<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 05:33:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemprov NTT</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/pengendalian-inflasi-daerah-dan-pengakuan-nasional-atas-kinerja-pemprov-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 05:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi di NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Informasi NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Daniel Tonu Inflasi bukan sekadar istilah teknokratis dalam laporan ekonomi. Inflasi adalah realitas yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pengendalian-inflasi-daerah-dan-pengakuan-nasional-atas-kinerja-pemprov-ntt/">Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemprov NTT</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Daniel Tonu</strong></p>
<p>Inflasi bukan sekadar istilah teknokratis dalam laporan ekonomi. Inflasi adalah realitas yang langsung menyentuh ruang paling dasar kehidupan masyarakat: dapur keluarga, harga beras, minyak goreng, telur, cabai, ikan, ongkos transportasi, biaya sekolah anak, hingga kemampuan rumah tangga menjaga daya beli. Karena itu, keberhasilan suatu pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi tidak boleh dilihat semata-mata sebagai prestasi statistik, melainkan sebagai keberhasilan tata kelola publik dalam melindungi masyarakat dari tekanan harga.</p>
<p>Dalam konteks Nusa Tenggara Timur, pengendalian inflasi memiliki tingkat kesulitan yang khas. NTT adalah provinsi kepulauan dengan bentang geografis yang luas, struktur distribusi yang kompleks, ketergantungan antardaerah, kerentanan cuaca, serta biaya logistik yang relatif tinggi. Harga barang di pasar tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh kelancaran transportasi laut dan udara, ketersediaan stok, keterhubungan antarwilayah, dan efektivitas pengawasan distribusi. Karena itu, ketika inflasi NTT dapat dijaga dalam koridor yang terkendali, capaian tersebut patut dibaca sebagai hasil kerja pemerintahan yang serius, terukur, dan kolaboratif.</p>
<p>Pengakuan atas kerja tersebut semakin memperoleh legitimasi nasional ketika Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meraih penghargaan dalam kegiatan “Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026” yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa malam, 19 Mei 2026. Dalam forum tersebut, Provinsi NTT memperoleh penghargaan kategori Pengendalian Inflasi tingkat provinsi untuk Regional Nusa Tenggara dan Maluku. Tidak hanya menerima penghargaan, Pemerintah Provinsi NTT juga memperoleh dana insentif sebesar Rp 3 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pengendalian-inflasi-daerah-dan-pengakuan-nasional-atas-kinerja-pemprov-ntt/">Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemprov NTT</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayo Bangun NTT: Lindungi Tradisi Budaya dengan HKI demi Ekonomi Mandiri</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/ayo-bangun-ntt-lindungi-tradisi-budaya-dengan-hki-demi-ekonomi-mandiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 05:16:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pentahelix]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Florianus Apolonius Koten Slogan “Ayo Bangun NTT” yang diusung kepemimpinan Melki-Johni bukan sekadar pemanis&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ayo-bangun-ntt-lindungi-tradisi-budaya-dengan-hki-demi-ekonomi-mandiri/">Ayo Bangun NTT: Lindungi Tradisi Budaya dengan HKI demi Ekonomi Mandiri</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Florianus Apolonius Koten</strong></p>
<p>Slogan “Ayo Bangun NTT” yang diusung kepemimpinan Melki-Johni bukan sekadar pemanis retorika politik. Kata “Ayo” adalah panggilan solidaritas, sementara “Bangun” merupakan alarm kebangkitan kesadaran untuk mengubah potensi mati menjadi realitas ekonomi. “NTT” dianugerahi kekayaan alam sekelas komodo dan Kelimutu, serta warisan budaya adiluhung seperti tenun ikat dan lagu daerah. Namun, ironisnya, stigma daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) masih melekat erat.</p>
<p>Stigma inilah yang harus dikikis habis melalui momentum progresif pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu, ketika 58 lagu daerah NTT resmi tercatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) oleh Kemenkum NTT sebagaimana dirilis oleh akun media sosial ig @kemenkumntt. Peristiwa ini ditandai dengan penyerahan sertifikat EBT secara simbolis oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) NTT kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT. Legalitas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ini adalah jembatan, meminjam istilah Steve Jobs, yang menghubungkan hak kreator dengan kebebasan publik menikmati buah cipta, sekaligus sebagai salah satu jalan keluar Flobamora dari belenggu keterbatasan ekonomi.</p>
<p><strong>Menolak Stigma 3T dengan Kekayaan Komunal</strong></p>
<p>Labelling Daerah 3 T terekam dalam memori kolektif masyarakat dan menimbulkan ekses negatif berupa inferiority complex atau rasa rendah diri yang akut. Perasaan ini membuat masyarakat daerah NTT lupa bahwa mereka memiliki alam yang kaya, modal sosial yang kuat dan potensi budaya luar biasa yang dapat menjelma menjadi sumber ekonomi baru. Kekontrasan ini membuat miris. Di satu sisi, cap Daerah 3 T yang tidak dapat terpungkiri dan disangkal tetapi di sisi lain, memiliki berbagai potensi budaya dan nilai ekonomi kultural yang signifikan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ayo-bangun-ntt-lindungi-tradisi-budaya-dengan-hki-demi-ekonomi-mandiri/">Ayo Bangun NTT: Lindungi Tradisi Budaya dengan HKI demi Ekonomi Mandiri</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Everyday Resistence (Membaca Kisah &#8216;Pesta Babi&#8217;)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/everyday-resistence-membaca-kisah-pesta-babi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 08:12:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta babi]]></category>
		<category><![CDATA[Stipar Atma Reksa Ende]]></category>
		<category><![CDATA[stipar ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29329</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge Film dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ (2026) karya&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/everyday-resistence-membaca-kisah-pesta-babi/">Everyday Resistence (Membaca Kisah &#8216;Pesta Babi&#8217;)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge</p>
<p>Film dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ (2026) karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale telah menjadi ‘diskusi hangat’ di Tanah Air Indonesia. Narasi utamanya adalah tentang pembangunan yang bakal mengorbankan masyarakat. Film ini tidak dihadirkan hanya sebagai sebuah tontonan, melainkan &#8216;lukisan&#8217; yang menggemakan wajah ganda pembangunan Indonesia. Film ini membuka ruang kritik terhadap bagaimana kebijakan melahirkan kekerasan struktural yang sistematis terhadap masyarakat adat Papua.</p>
<p>Di balik gagah-gempita wacana “lumbung pangan dan energi”, hutan hujan Papua, paru-paru terakhir Indonesia yang masih bernapas utuh, terancam sirna. Dua setengah juta hektar tanah leluhur dibabat untuk ‘food estate’, perkebunan tebu, kelapa sawit, dan peternakan, demi janji kemajuan yang justru mengulangi pola kolonialisme modern. Seluruh konsesi itu terpusat pada satu dinasti bisnis, ditopang legitimasi politik lintas presiden, dan dikawal puluhan ribu aparat. Di balik angka-angka kebijakan, yang tersisa adalah tanah yang terusik, pangan yang dirampas, dan identitas yang perlahan tergerus.</p>
<p>Film ini menyuarakan denyut nadi perlawanan melalui lima wajah Papua Selatan. Yasinta Mowen menyaksikan rawa dan hutannya runtuh dihajar alat berat. Natalis Buer, petani muda Tanah Miring, bergulat dengan mimpi bertani yang terbentur tembok modal. Vincent Quipalo teguh mempertahankan hak adat dari alih fungsi lahan dan markas militer. Frankie Waro menancapkan “Palang Adat &amp; Salib Merah” sebagai pagar sakral penolak korporasi. Dan, Willem Kimko menghidupkan kembali ‘Awon Atatbon’, Pesta Babi suku Muyu, yang bertransformasi dari ritual sepuluh tahunan menjadi ruang konsolidasi marga dan deklarasi damai atas kedaulatan wilayah.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/everyday-resistence-membaca-kisah-pesta-babi/">Everyday Resistence (Membaca Kisah &#8216;Pesta Babi&#8217;)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ende Baru &#8211; Ini Baru Ende (Sekadar Kata dari Kejauhan)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/ende-baru-ini-baru-ende-sekadar-kata-dari-kejauhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 00:10:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Irian Jaya Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Irian Jaya Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[SVD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29326</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD Inikah yang disebut jalan tol menuju Ende Baru? Semua mesti bertolak&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ende-baru-ini-baru-ende-sekadar-kata-dari-kejauhan/">Ende Baru &#8211; Ini Baru Ende (Sekadar Kata dari Kejauhan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Inikah yang disebut jalan tol menuju Ende Baru? Semua mesti bertolak dari Ende sebagai ibukota kabupaten. Tampilannya mesti asri. Sedap dipandang.</p>
<p>Maka, apapun yang dinilai sebagai batu sandungan menuju Ende nan cantik sepantasnya &#8216;diatur ulang.&#8217; Dan tentu rencana Pemda Ende bakal berlanjut untuk apa pun yang tak teratur  itu&#8230;.</p>
<p>Dari kisah di Jalan Irian Jaya itu (4 Mei 2026) gelombang reaksi jadi tak terbendung. Pro versus kontra itu biasa. Kenyataan tetaplah kenyataan! Rumah kediaman telah rata tanah. Reaksi simpati gelora membara. Bertumpuh pada rasa kemanusiaan!</p>
<p>Di sisi lain, pijakan yuridis mesti bermarwah. Mengamini ketegasan dan berpihak pada kepastian. Bagaimana pun kenyataan telah terjadi: &#8216;hukum telah bertindak.&#8217;  Dan tangis telah pecah. Dan air mata telah membasahi ladang rasa hati penuh solider&#8230;</p>
<p>Tentu tak berhenti di situ. Perang kata pun tak terhindar. Opini, sudut pandang, analisis, tafsiran hingga refleksi kudus telah digulirkan. Ini belum terhitung lagi dengan saling lontar kata rata dan rentetan caci maki. Yang penting bikin lebih seru keadaan. Iya, hanya ingin kibarkan suasana panas.</p>
<p>Ssst&#8230;Mungkinkah kisah Jalan Irian Jaya itu pun telah jadi &#8216;nutrisi bergizi di meja resepsi bermenu politik?&#8217; Pasti iyalah!  Paket Deo Do, yang tengah memimpin  dalam duet bupati  dan wabup ini disinis dan bahkan dikata rata. Pantaskah duet <em>leadership</em> &#8216;model begini&#8217; dipertahankan? Atau sepantasnya secepatnya dimazhulkan?  Isu berhembus. Menjalar ke sana ke mari.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ende-baru-ini-baru-ende-sekadar-kata-dari-kejauhan/">Ende Baru &#8211; Ini Baru Ende (Sekadar Kata dari Kejauhan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Calon Jamaah Haji Asal TTU Resmi Dilepas Menuju Tanah Suci</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/tiga-calon-jamaah-haji-asal-ttu-resmi-dilepas-menuju-tanah-suci/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 05:37:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten TTU]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasan calon jemaah haji]]></category>
		<category><![CDATA[tahun 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29322</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212; Tiga calon jamaah haji asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) resmi dilepas&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/tiga-calon-jamaah-haji-asal-ttu-resmi-dilepas-menuju-tanah-suci/">Tiga Calon Jamaah Haji Asal TTU Resmi Dilepas Menuju Tanah Suci</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID</strong> &#8212; Tiga calon jamaah haji asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) resmi dilepas Pemerintah Kabupaten TTU untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.</p>
<p>Prosesi pelepasan berlangsung di Lantai II Kantor Bupati TTU, Jumat (8/5/2026), dan dilakukan oleh Asisten II Setda TTU, Drs. Kristoforus Ukat, MM mewakili Bupati TTU.</p>
<p>Dalam sambutan Bupati TTU yang dibacakan Kristoforus Ukat, disampaikan rasa syukur karena tiga putra-putri terbaik Kabupaten TTU mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tersebut.</p>
<p>&#8220;Ibadah haji merupakan panggilan suci yang tidak diperoleh semua orang. Karena itu, patut kita bersyukur dan berbangga karena tahun ini ada tiga orang dari Kabupaten Timor Tengah Utara yang mendapat kehormatan menjadi tamu Allah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pemerintah daerah juga menyampaikan selamat kepada para calon jamaah haji serta berharap seluruh rangkaian perjalanan ibadah dapat berjalan lancar.</p>
<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara, saya menyampaikan selamat kepada para jamaah haji. Semoga perjalanan ini menjadi perjalanan yang penuh berkah, dilancarkan dalam setiap tahapan, serta diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, para calon jamaah haji juga diingatkan untuk menjaga kesehatan, memperkuat niat ibadah, serta menaati arahan petugas haji selama berada di Tanah Suci.</p>
<p>Selain itu, Kristoforus Ukat meminta para jamaah menjaga nama baik daerah dengan menunjukkan sikap santun, toleran, dan saling membantu sesama jamaah.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/tiga-calon-jamaah-haji-asal-ttu-resmi-dilepas-menuju-tanah-suci/">Tiga Calon Jamaah Haji Asal TTU Resmi Dilepas Menuju Tanah Suci</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mantan Kepala SLB Negeri Benpasi Ellen Makatita Dihukum 1 Tahun Penjara</title>
		<link>https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/mantan-kepala-slb-negeri-benpasi-ellen-makatita-dihukum-1-tahun-penjara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 08:52:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukrim]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Tindak Pidana Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Elen Makatita]]></category>
		<category><![CDATA[putusan 1 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[SLB Negeri Benpasi]]></category>
		<category><![CDATA[tahun 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29319</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212; Mantan Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Benpasi, Kabupaten Timor Tengah Utara&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/mantan-kepala-slb-negeri-benpasi-ellen-makatita-dihukum-1-tahun-penjara/">Mantan Kepala SLB Negeri Benpasi Ellen Makatita Dihukum 1 Tahun Penjara</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID</strong> &#8212; Mantan Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Benpasi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Ellen Makatita, S.Pd, akhirnya dijatuhi hukuman 1 (satu) tahun penjara setelah terbukti melakukan tindak pidana korupsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang, Kamis (30/4/2026) lalu.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Andri Tri Wibowo melalui Kepala Seksi Intelijen, T. Bastanta Tarigan, mengatakan putusan tersebut menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.</p>
<p>&#8220;Majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman penjara selama 1 tahun,&#8221; ujar T. Bastanta Tarigan, ucapnya kepada awak media, Senin (4/5/2026).</p>
<p>Selain pidana penjara, terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp100 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.</p>
<p>Tak hanya itu, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp208.594.637. Jika dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap tidak dibayarkan, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi kerugian negara. Apabila tidak mencukupi, diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan.</p>
<p>&#8220;Majelis hakim juga menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyatakan sikap pikir-pikir selama tujuh hari sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sementara itu, pihak terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan menerima putusan tersebut.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/hukum-dan-kriminal/mantan-kepala-slb-negeri-benpasi-ellen-makatita-dihukum-1-tahun-penjara/">Mantan Kepala SLB Negeri Benpasi Ellen Makatita Dihukum 1 Tahun Penjara</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>May Day Tak Sekadar Tanggal Merah</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/may-day-tak-sekadar-tanggal-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 23:03:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ansel Atasoge]]></category>
		<category><![CDATA[May Day]]></category>
		<category><![CDATA[stipar ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29316</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge Tanggal 1 Mei menjadi tanggal yang spesial. Orang kebanyakan menyebutnya&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/may-day-tak-sekadar-tanggal-merah/">May Day Tak Sekadar Tanggal Merah</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge</strong></p>
<p>Tanggal 1 Mei menjadi tanggal yang spesial. Orang kebanyakan menyebutnya sebagai ‘tanggal merah’. Tentu dia beda dengan ‘nilai merah’ pada buku Rapor Pendidikan. Dunia internasional menyebutnya sebagai ‘<em>May Day</em>’.  Hari peringatan untuk merayakan perjuangan, kontribusi, dan pencapaian para pekerja serta kelas pekerja di seluruh dunia dalam memperjuangkan hak-hak ketenagakerjaan dan keadilan sosial. Ungkapan kerennya ‘International Workers&#8217; Day’ (Hari Buruh Internasional).</p>
<p>Sejarah mencatat bahwa peringatan ini berakar pada peristiwa ‘kerusuhan Haymarket’ di Chicago, Amerika Serikat, pada 1 Mei 1886. ‘Kerusuhan Haymarket’ di Chicago, Amerika Serikat, pada 1 Mei 1886. Ketika itu, para pekerja menggelar aksi demonstrasi menuntut hari kerja delapan jam dan tuntutan akan kesejahteraan hidup yang lebih baik. Aksi berakhir dengan berdarah-darah.</p>
<p>Tragedi berdarah inilah yang menjadi inspirasi gerakan buruh internasional untuk menjadikan 1 Mei sebagai simbol perjuangan hak pekerja. Hak mereka sebagai pekerja. Substansi peringatannya adalah kenangan akan perjuangan historis gerakan buruh dalam meraih hak-hak dasar mereka. Di sisi lain, di momen ini disoroti pula isu ketenagakerjaan yang merupakan salah satu isu yang senantiasa relevan hingga kini seperti upah layak, jam kerja manusiawi, keselamatan kerja dan jaminan sosial.</p>
<p>Dua substansi lainnya pun tak kalah sengitnya. Pertama, mendorong solidaritas global antarpekerja lintas negara untuk terus memperjuangkan keadilan ekonomi dan sosial. Kedua, menghargai kontribusi pekerja terhadap pembangunan ekonomi dan kemajuan masyarakat. Jadi, aksi-aksi demonstrasi yang selalu dihadirkan oleh siapapun di tanggal 1 Mei sebenarnya mau mengarahkan siapapun juga kepada substansi memoria ini.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/may-day-tak-sekadar-tanggal-merah/">May Day Tak Sekadar Tanggal Merah</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hak untuk Memiliki Hak (Merenungi Hari Kartini)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/hak-untuk-memiliki-hak-merenungi-hari-kartini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 06:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ansel Dore Woho Atasoge]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[stipar ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29312</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April memiliki makna mendalam.&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/hak-untuk-memiliki-hak-merenungi-hari-kartini/">Hak untuk Memiliki Hak (Merenungi Hari Kartini)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge</p>
<p>Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April memiliki makna mendalam. Inti utama peringatan Hari Kartini adalah memperingati dan menghormati perjuangan R.A. Kartini dalam mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan dan segala lini kehidupan. Perayaan ini mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan dalam kesetaraan gender.</p>
<p>Gagasan-gagasan dan perjuangannya dapat kita baca dalam surat-suratnya. Seorang sahabatnya yang berasal dari Belanda, J.H. Abendanon, mengumpulkan surat-surat itu dan dibukukan. Buku itu diterbitkan pada tahun 1911 dengan judul ‘Door Duisternis tot Lich’ (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa (Inggris, Prancis, Jerman). Bagi pembaca Eropa pada masa itu, surat-surat Kartini adalah kesaksian langka dan menyentuh tentang kehidupan perempuan pribumi di bawah kolonialisme. Mereka melihat Kartini sebagai &#8220;subjek jajahan&#8221;, tetapi sebagai pemikir humanis yang cerdas, kritis, dan universal.</p>
<p>Sementara itu, para aktivis hak perempuan di Eropa dan Amerika Serikat pada awal abad ke-20 sering mengutip Kartini sebagai contoh perjuangan perempuan di negara non-Barat. Mereka melihat paralel antara perjuangan Kartini dengan gerakan ‘suffragette’ (hak pilih perempuan) di Barat, meskipun konteks budayanya berbeda.</p>
<p>Tak ketinggalan pula sejumlah tokoh feminis dan penulis internasional yang menulis atau menyebutkan Kartini dalam karya mereka sebagai simbol perlawanan halus dan intelektual. Ada dua point penting dari tulisan dan sebutan itu. Pertama, Kartini sebagai simbol &#8220;Feminisme Timur&#8221;. Dalam literatur studi gender pasca-kolonial, Kartini sering ditulis sebagai figur kunci yang menunjukkan bahwa feminisme bukanlah impor Barat semata, tetapi memiliki akar lokal yang kuat. Penulis-penulis akademis dari universitas di Belanda, Australia, dan Amerika Serikat sering menganalisis surat-surat Kartini untuk memahami dinamika gender di Asia Tenggara.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/hak-untuk-memiliki-hak-merenungi-hari-kartini/">Hak untuk Memiliki Hak (Merenungi Hari Kartini)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NasDem TTU Minta Tempo Klarifikasi, Sebut Ada Framing Negatif</title>
		<link>https://kabarntt.id/berita/nasdem-ttu-minta-tempo-klarifikasi-sebut-ada-framing-negatif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 05:30:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan pimpinan daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten TTU]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[minta tempo]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[tahun 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29309</guid>

					<description><![CDATA[<p>KEFAMENANU KABARNTT.ID &#8212; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meminta&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/nasdem-ttu-minta-tempo-klarifikasi-sebut-ada-framing-negatif/">NasDem TTU Minta Tempo Klarifikasi, Sebut Ada Framing Negatif</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEFAMENANU KABARNTT.ID</strong> &#8212; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meminta Majalah Majalah Tempo memberikan klarifikasi terkait pemberitaan edisi 13–19 April 2026 yang dinilai memuat framing negatif terhadap Partai NasDem.</p>
<p>Permintaan klarifikasi tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi yang dibacakan langsung oleh Ketua DPD NasDem TTU, Hendricus K. O. Meko, SE, didampingi Sekretaris DPD NasDem TTU, Stefanus Binsasi, S.IP, Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Kegiatan penyampaian pernyataan sikap itu turut dihadiri jajaran anggota DPRD Kabupaten TTU dari Partai NasDem, yakni Hubertus K. Bana, Hendrik F. Bana, Paulus J. Naibesi, Brando Sonbiko, dan Arnoldus Rusae.</p>
<p>Selain itu, hadir pula pengurus DPD NasDem TTU, pengurus cabang Partai NasDem se-Kabupaten TTU, serta sekitar 100 simpatisan dan kader partai.</p>
<p>Dalam pernyataannya, DPD NasDem TTU menilai pemberitaan Majalah Tempo telah membentuk opini publik yang merugikan nama baik partai, terutama terkait narasi yang dikaitkan dengan isu komersialisasi politik.</p>
<p>Mencermati laporan utama Majalah Tempo edisi 13-19 April 2026, baik Judul dan halaman depan, serta isi tulisan dalam laporan utama, kami berpendapat bahwa:</p>
<p>1. Majalah Tempo telah mem-framing Partai NasDem sebagai Partai Komersial melalui judul cover &#8216;PT NasDem Indonesia Raya TBK&#8217;. Judul cover tersebut bertentangan dengan ideologi Partai NasDem yang menganut prinsip nasionalisme, demokratisasi dan religiusitas.</p>
<p>2. Majalah Tempo telah membentuk opini bahwa Partai NasDem dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/berita/nasdem-ttu-minta-tempo-klarifikasi-sebut-ada-framing-negatif/">NasDem TTU Minta Tempo Klarifikasi, Sebut Ada Framing Negatif</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Pengampunan Mengalir dari Balik Jeruji ke Halal Bihalal</title>
		<link>https://kabarntt.id/feature/ketika-pengampunan-mengalir-dari-balik-jeruji-ke-halal-bihalal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 11:41:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Christian Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Kota Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29303</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halal bihalal sudah menjadi tradisi di lingkungan Kementerian Agama Kota Kupang. Bahkan untuk tahun ini,&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/ketika-pengampunan-mengalir-dari-balik-jeruji-ke-halal-bihalal/">Ketika Pengampunan Mengalir dari Balik Jeruji ke Halal Bihalal</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halal bihalal sudah menjadi tradisi di lingkungan Kementerian Agama Kota Kupang. Bahkan untuk tahun ini, sebelum hari suci Idul Fitri tiba, acara itu sudah diwacanakan rekan-rekan pegawai Muslim dan Muslimah di bawah koordinasi Aladin sebagai Ketua Panitia. Dan, hari ini, Selasa, 14 April 2026, perayaan itu pun terlaksana di aula hotel Timore Kupang.</p>
<p>Gebyar persaudaraan dan sukacita tidak saja dimiliki keluarga besar Kementerian Agama Kota Kupang namun juga menyentuh hati para undangan. Hadir dalam perayaan itu, Walikota Kupang, Christian Widodo, Forkompimda Kota Kupang, FKUB Kota Kupang, MUI dan sejumlah undangan lain.</p>
<p>Semua larut dalam sukacita melalui pelbagai acara yang ditampilkan. Pemandu acara, Saudah Abdullah dan Raka mengundang Muhammad Rizieq, siswa SD Plus Attin Namosain, Kota Kupang, membawakan pidato. Tepuk tangan mengiringi langkahnya menuju panggung. Dan ternyata, siswa tersebut adalah peraih juara pertama lomba Pidato Dai Cilik (Pidacil) tingkat Kota Kupang yang digelar beberapa waktu lalu. Walaupun yang hadir pada umumnya berstatus sebagai ayah dan ibu, dai cilik itu seperti berkata kepada dirinya, betapa pentingnya menghormati orang tua sebagai jalan menuju kesuksesan.</p>
<p>Aplaus panjang dan gemuruh sorak sorai kembali menggema ketika empat ASN beragama Kristen, Nerly, cs, membawakan lagu-lagu rohani bernuansa Islami. Alunan suara mereka tidak hanya merdu di telinga namun mengalirkan damai dalam hati. Perbedaan keyakinan bukan penghalang melainkan perekat dan memperkaya kebersamaan. Hari ini, halal bihalal keluarga besar Kemenag Kota Kupang menggapai tujuannya: sebagai ruang saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/feature/ketika-pengampunan-mengalir-dari-balik-jeruji-ke-halal-bihalal/">Ketika Pengampunan Mengalir dari Balik Jeruji ke Halal Bihalal</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
