“Kami ingin desa kami menjadi pilot projek di bidang pertanian hortikultura, dengan target menjadikan desa kami sebagai desa agrowisata sayuran hidroponik,” ungkapnya.
Irwan mengaku ide itu muncul berdasarkan hasil diskusi dan pengamatan anak-anak muda yang tergabung dalam karang taruna di desanya. Hasil pengamatan mereka, bahwa mayoritas penyuplai sayuran di Kota Labuan Bajo rata-rata dari luar Manggarai Barat.
Karena itu dirinya bersama pemuda lainnya berinisiatif untuk mengembangkan tanaman hidroponik dengan menggandeng BOPLBF.
“Kami berterima kasih karena para pelatih yang membimbing adalah tenaga yang handal dan berkompeten. Target kami ke depannya ingin menjadi petani sayur sukses dan menjadi penyuplai untuk kebutuhan warga Labuan Bajo, perhotelan juga restoran untuk menyokong pariwisata,” ujar Irwan.
Sementara itu, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) yang diwakili Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Pariwisata, Wijnu Handoko, mengatakan kepada peserta dirinya begitu bangga, karena keberlangsungan acara tersebut atas inisiatif masyarakat sendiri.
“Mereka adalah kumpulan anak muda Desa Golo Bilas juga tergabung sebagai karang taruna di desa yang penuh energik,” ujar Handoko. (obe)







