<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Jul 2026 22:51:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Opini &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kandidat Baru Juara Piala Dunia 2026</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/kandidat-baru-juara-piala-dunia-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 22:51:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Vinsen A Hayon Usai seluruh tim peserta Piala Dunia 2026 berlaga di fase gugur&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/kandidat-baru-juara-piala-dunia-2026/">Kandidat Baru Juara Piala Dunia 2026</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Vinsen A Hayon</p>
<p>Usai seluruh tim peserta Piala Dunia 2026 berlaga di fase gugur dan atas hasil pertandingan yang diraih, kiranya memudahkan prediksi para “suka bola”, “Tim mana yang bakal menjadi kandidat baru juara Fifa World Cup 2026”. Sangat mungkin itu adalah tim favorit anda. Atau apakah “2026 World Cup Champion” masih tetap bertahan atau harus beralih kepada timnas dari benua lain?</p>
<p>Fakta menjadi mungkin, satu di antara alasannya karena manakala Timnas Argentina sebagai juara bertahan harus jatuh bangun meraih gol dan menang di babak ekstra time melawan Cabo Verde, para suporter, fans, negara kandidat juara baru Piala Dunia 2026, lengkap pelatih kepala dan perangkatnya seperti mendapat “durian runtuh”. Lantas semua bersinergi menyiapkan “segalanya”, misi baru dibangun, spirit juara tercurah, dan siapkan “strategi jitu” untuk mengalahkan “Sang Juara Bertahan” jika bersua di babak berikut.</p>
<p>Alasan lain yang amat-sangat mungkin adalah telah gugur 16 tim dari negara peserta Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Meksiko, Kanada dan USA. (catatan: timnas tuan rumah -Kanada- telah dikandaskan Maroko di laga perdana babak 16 besar, Timnas Paraguay juga). Kisah berkaitan dengan fase gugur, mencatat sejarah dan rekor terbatas, bahwa yang gugur tidak punya harapan lagi menjadi juara baru piala dunia kali ini. Sedangkan harapan menjadi kandidat juara baru masih menggantung kuat di dada ke-16 tim (sisa 14 tim) yang melaju berjuang di babak 8 Besar.</p>
<p>Cerita harapan dan mimpi tim-tim yang tidak melaju ke fase 16 besar, telah gugur dengan sendirinya. Ikut terkubur juga impian dan harapan negara dan warganya. Dengan kepala tegak mereka “angkat topi”, lalu secara terhormat melambaikan tangan ‘sayonara” kepada Fifa World Cup 2026. Kisah gugur dan kepulangan mereka tidak karena putusan pengadil pertandingan dan tidak pula karena hasil ricek pada VAR. Mereka gugur dan pulang karena tim lawan lebih unggul. Besar kemungkinan lain adalah karena sang “dewi fortuna” belum berpihak pada timnya.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/kandidat-baru-juara-piala-dunia-2026/">Kandidat Baru Juara Piala Dunia 2026</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatih Tegang di Akhir Fase Grup Pildun 2026</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/pelatih-tegang-di-akhir-fase-grup-pildun-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 01:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bola kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Vinsen Hayon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Vinsen A Hayon Menang atau kalah dalam laga terakhir di fase grup FIFA World&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pelatih-tegang-di-akhir-fase-grup-pildun-2026/">Pelatih Tegang di Akhir Fase Grup Pildun 2026</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Vinsen A Hayon</p>
<p>Menang atau kalah dalam laga terakhir di fase grup FIFA World Cup 2026 bukanlah kejadian yang biasa-biasa, karena semua tim peserta berada pada level tertinggi perhelatan. Kata-kata tak mampu melukiskan ekspresi jiwa, dan kondisi emosional atas hasil yang diraih di akhir laga. Hal demikian didukung pula oleh sikon yang sangat beda dengan perhelatan di level sedang atau level lokal.</p>
<p>Olehnya titik lain yang menjadi sorotan terletak pada “kondisi tegang” yang menghantui tidak hanya para supporter tim yang sedang berlaga, fans yang sedang menyaksikan, para beking di bens dan para pengatur strategi dan taktik pertandingan dan segenap perangkat kepelatihan di sisi lapangan.</p>
<p>Fakta demikian jelas tampak pada beberapa tim di laga terakhir fase grup. Sebut saja di grup L: Timnas Inggris versus Panama dan Timnas Kroasia bentrok dengan Ghana, wakil dari Afrika. Inggris menang dan lolos ke fase gugur sedangkan Timnas Panama tersingkir. Timnas Kroasia juga menang, dan Ghana kalah, namun keduanya lolos ke Babak 32 Besar.</p>
<p>Pada grup J, laga antara Timnas Aljazair versus Austria (3-3). Hasil ini memungkinkan Timnas Aljazair terdaftar pada klasemen grup sebagai peringkat 3 terbaik dan Austria lolos ke fase eliminasi. Sementara pada laga lain, Timnas Argentina menekuk Yordania 3-1, lalu wakil dari Asia itu harus “angkat kaki” dari arena Pildun 2026.</p>
<p>Lebih seru lagi pada grup A, laga antara Timnas Korea Selatan versus Afrika Selatan. Hasil akhir, hanya satu tim dari bagian selatan dari dua benua yang berbeda itu lolos ke fase 32 besar. Timnas Korea berharap cemas untuk bisa lolos juga ke fase gugur, namun sirna harapan itu. Tidak cukup nilai yang dikoleksi.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pelatih-tegang-di-akhir-fase-grup-pildun-2026/">Pelatih Tegang di Akhir Fase Grup Pildun 2026</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemain Tim Monster di Laga Perdana Piala Dunia</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/pemain-tim-monster-di-laga-perdana-piala-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 06:59:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29356</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Al Hayon Vinsens Pertandingan perdana pada fase grup G, H, I, J dan K&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pemain-tim-monster-di-laga-perdana-piala-dunia/">Pemain Tim Monster di Laga Perdana Piala Dunia</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Al Hayon Vinsens</p>
<p>Pertandingan perdana pada fase grup G, H, I, J dan K Piala Dunia (Pildun) 2026, kelihatan mudah diprediksi hasil akhirnya. Kiranya tidak hanya pengamat kawakan, komentator berpengalaman dan punya jam terbang ok dan eks pemain “beken” yang dapat melakukannya tetapi siapapun yang pernah menonton bola kaki dapat dengan mudah memprediksi tim-tim mana yang bakal menang.</p>
<p>Indikator dominan adalah karena tim di grup tersebut merupakan tim favorit dan langganan piala dunia. Punya pemain-pemain bintang, dan NCP &amp; T (New Comer Player &amp; Team) -Pemain dan tim pendatang baru yang amat bersinar, dan jadi pemain dan tim debutan di Pildun 2026 dengan “spirit killer”.</p>
<p>Dukungan indikator lain adalah karena tim di grup-grup tersebut memiliki pemain-pemain peraih gelar liga, baik di negaranya maupun bersama timnya di liga-laga Eropa, Afrika, Amerika, Asia, Australia, dan Amerika Latin. Mereka punya skill individu mumpuni. Bahkan katanya, yang paling menentukan adalah karena ada pemain-pemain &#8220;monster” yang menghuni tim-tim Pildun tersebut.</p>
<p>Sebut saja beberapa nama sesuai indikator di atas. Kita mulai dari predikat paling “Ok punya” alias GOAT; Messi. Ada pemain bintang lain di Timnas Albiceleste: Emiliano Martines, De Paul, Enso Hernandes, dan Julian Alvares. Dari Timnas Perancis, ada Kyllian Mbappe dan Ousmane Dembele. Sadio Mane dan Kalidou dari Senegal. Columbia dengan James Rodriques, Louis Dias dan Zuarez. Pada Timnas Aljazair: Mohamad Amoura dan Nouri. Dari Irak: Aymen Hussein, Ali Jasim dan Ibrahim Bayes. Kemudian dari Timnas Norwegia, semua tahu yang namanya Erling Haaland.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pemain-tim-monster-di-laga-perdana-piala-dunia/">Pemain Tim Monster di Laga Perdana Piala Dunia</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idul Adha dan Solidaritas Kemanusiaan</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/idul-adha-dan-solidaritas-kemanusiaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 14:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Stipar Atma Reksa Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29343</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge Salah satu ritus kalenderi dalam Islam, Idul Adha tiba lagi.&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/idul-adha-dan-solidaritas-kemanusiaan/">Idul Adha dan Solidaritas Kemanusiaan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge</p>
<p>Salah satu ritus kalenderi dalam Islam, Idul Adha tiba lagi. Ia merupakan fenomena keagamaan yang mengandung muatan teologis, etis, dan sosiologis yang saling berkelindan. Narasi pengorbanan Ibrahim dan Ismail yang diperingati setiap tahun ini menyimpan dimensi historis-spiritual yang telah membentuk imajiner peradaban Islam.</p>
<p>Namun, dalam konteks sosial kontemporer, perayaan ini memerlukan pembacaan yang melampaui aspek ritualistik menuju dimensi praksis kemanusiaan. Tulisan ini berupaya merumuskan makna Idul Adha dengan mengintegrasikan penafsiran kontekstual dan gagasan tokoh Islam moderat, guna mempertegas posisi qurban sebagai instrumen penguat solidaritas dan keadilan sosial.</p>
<p>Al-Qur’an (QS. As-Saffat: 102–107) menempatkan peristiwa penyembelihan Ismail sebagai balā’ (ujian) keimanan yang direspon dengan sikap taslīm (penyerahan diri) oleh kedua figur utama, Ibrahim dan Ismail. Namun, teks suci secara eksplisit mencatat intervensi ilahi melalui fidyah berupa domba yang besar.</p>
<p>Sejumlah tokoh kontemporer, seperti Quraish Shihab, menegaskan bahwa kisah ini bukan legitimasi atas pengorbanan manusia, melainkan simbolisasi kesiapan mental-spiritual untuk melepaskan keterikatan duniawi yang berpotensi menghalangi ketaatan kepada Allah. Substitusi hewan kurban menjadi penanda normatif bahwa Islam menolak kekerasan atas nama agama dan mengarahkan energi spiritual pada bentuk ibadah yang bersifat sosial, berkelanjutan, dan manusiawi.</p>
<p>Secara etimologis, kata qurbān berakar dari qarīb yang bermakna ‘kedekatan’. Dalam kerangka fikih dan akhlak tasawuf, qurban dimaknai sebagai sarana taqarrub ilallāh melalui pengorbanan harta yang sah. Namun, dimensi sosialnya tidak kalah substantif. Distribusi daging kepada fakir, miskin, dan kerabat (QS. Al-Hajj: 28, 36) mencerminkan mekanisme redistribusi kekayaan yang berkeadilan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/idul-adha-dan-solidaritas-kemanusiaan/">Idul Adha dan Solidaritas Kemanusiaan</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemprov NTT</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/pengendalian-inflasi-daerah-dan-pengakuan-nasional-atas-kinerja-pemprov-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 05:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi di NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Informasi NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29336</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Daniel Tonu Inflasi bukan sekadar istilah teknokratis dalam laporan ekonomi. Inflasi adalah realitas yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pengendalian-inflasi-daerah-dan-pengakuan-nasional-atas-kinerja-pemprov-ntt/">Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemprov NTT</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Daniel Tonu</strong></p>
<p>Inflasi bukan sekadar istilah teknokratis dalam laporan ekonomi. Inflasi adalah realitas yang langsung menyentuh ruang paling dasar kehidupan masyarakat: dapur keluarga, harga beras, minyak goreng, telur, cabai, ikan, ongkos transportasi, biaya sekolah anak, hingga kemampuan rumah tangga menjaga daya beli. Karena itu, keberhasilan suatu pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi tidak boleh dilihat semata-mata sebagai prestasi statistik, melainkan sebagai keberhasilan tata kelola publik dalam melindungi masyarakat dari tekanan harga.</p>
<p>Dalam konteks Nusa Tenggara Timur, pengendalian inflasi memiliki tingkat kesulitan yang khas. NTT adalah provinsi kepulauan dengan bentang geografis yang luas, struktur distribusi yang kompleks, ketergantungan antardaerah, kerentanan cuaca, serta biaya logistik yang relatif tinggi. Harga barang di pasar tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh kelancaran transportasi laut dan udara, ketersediaan stok, keterhubungan antarwilayah, dan efektivitas pengawasan distribusi. Karena itu, ketika inflasi NTT dapat dijaga dalam koridor yang terkendali, capaian tersebut patut dibaca sebagai hasil kerja pemerintahan yang serius, terukur, dan kolaboratif.</p>
<p>Pengakuan atas kerja tersebut semakin memperoleh legitimasi nasional ketika Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meraih penghargaan dalam kegiatan “Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026” yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa malam, 19 Mei 2026. Dalam forum tersebut, Provinsi NTT memperoleh penghargaan kategori Pengendalian Inflasi tingkat provinsi untuk Regional Nusa Tenggara dan Maluku. Tidak hanya menerima penghargaan, Pemerintah Provinsi NTT juga memperoleh dana insentif sebesar Rp 3 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pengendalian-inflasi-daerah-dan-pengakuan-nasional-atas-kinerja-pemprov-ntt/">Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemprov NTT</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayo Bangun NTT: Lindungi Tradisi Budaya dengan HKI demi Ekonomi Mandiri</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/ayo-bangun-ntt-lindungi-tradisi-budaya-dengan-hki-demi-ekonomi-mandiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 05:16:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pentahelix]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Florianus Apolonius Koten Slogan “Ayo Bangun NTT” yang diusung kepemimpinan Melki-Johni bukan sekadar pemanis&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ayo-bangun-ntt-lindungi-tradisi-budaya-dengan-hki-demi-ekonomi-mandiri/">Ayo Bangun NTT: Lindungi Tradisi Budaya dengan HKI demi Ekonomi Mandiri</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Florianus Apolonius Koten</strong></p>
<p>Slogan “Ayo Bangun NTT” yang diusung kepemimpinan Melki-Johni bukan sekadar pemanis retorika politik. Kata “Ayo” adalah panggilan solidaritas, sementara “Bangun” merupakan alarm kebangkitan kesadaran untuk mengubah potensi mati menjadi realitas ekonomi. “NTT” dianugerahi kekayaan alam sekelas komodo dan Kelimutu, serta warisan budaya adiluhung seperti tenun ikat dan lagu daerah. Namun, ironisnya, stigma daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) masih melekat erat.</p>
<p>Stigma inilah yang harus dikikis habis melalui momentum progresif pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu, ketika 58 lagu daerah NTT resmi tercatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) oleh Kemenkum NTT sebagaimana dirilis oleh akun media sosial ig @kemenkumntt. Peristiwa ini ditandai dengan penyerahan sertifikat EBT secara simbolis oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) NTT kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT. Legalitas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ini adalah jembatan, meminjam istilah Steve Jobs, yang menghubungkan hak kreator dengan kebebasan publik menikmati buah cipta, sekaligus sebagai salah satu jalan keluar Flobamora dari belenggu keterbatasan ekonomi.</p>
<p><strong>Menolak Stigma 3T dengan Kekayaan Komunal</strong></p>
<p>Labelling Daerah 3 T terekam dalam memori kolektif masyarakat dan menimbulkan ekses negatif berupa inferiority complex atau rasa rendah diri yang akut. Perasaan ini membuat masyarakat daerah NTT lupa bahwa mereka memiliki alam yang kaya, modal sosial yang kuat dan potensi budaya luar biasa yang dapat menjelma menjadi sumber ekonomi baru. Kekontrasan ini membuat miris. Di satu sisi, cap Daerah 3 T yang tidak dapat terpungkiri dan disangkal tetapi di sisi lain, memiliki berbagai potensi budaya dan nilai ekonomi kultural yang signifikan.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ayo-bangun-ntt-lindungi-tradisi-budaya-dengan-hki-demi-ekonomi-mandiri/">Ayo Bangun NTT: Lindungi Tradisi Budaya dengan HKI demi Ekonomi Mandiri</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Everyday Resistence (Membaca Kisah &#8216;Pesta Babi&#8217;)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/everyday-resistence-membaca-kisah-pesta-babi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 08:12:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta babi]]></category>
		<category><![CDATA[Stipar Atma Reksa Ende]]></category>
		<category><![CDATA[stipar ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29329</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge Film dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ (2026) karya&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/everyday-resistence-membaca-kisah-pesta-babi/">Everyday Resistence (Membaca Kisah &#8216;Pesta Babi&#8217;)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge</p>
<p>Film dokumenter ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ (2026) karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale telah menjadi ‘diskusi hangat’ di Tanah Air Indonesia. Narasi utamanya adalah tentang pembangunan yang bakal mengorbankan masyarakat. Film ini tidak dihadirkan hanya sebagai sebuah tontonan, melainkan &#8216;lukisan&#8217; yang menggemakan wajah ganda pembangunan Indonesia. Film ini membuka ruang kritik terhadap bagaimana kebijakan melahirkan kekerasan struktural yang sistematis terhadap masyarakat adat Papua.</p>
<p>Di balik gagah-gempita wacana “lumbung pangan dan energi”, hutan hujan Papua, paru-paru terakhir Indonesia yang masih bernapas utuh, terancam sirna. Dua setengah juta hektar tanah leluhur dibabat untuk ‘food estate’, perkebunan tebu, kelapa sawit, dan peternakan, demi janji kemajuan yang justru mengulangi pola kolonialisme modern. Seluruh konsesi itu terpusat pada satu dinasti bisnis, ditopang legitimasi politik lintas presiden, dan dikawal puluhan ribu aparat. Di balik angka-angka kebijakan, yang tersisa adalah tanah yang terusik, pangan yang dirampas, dan identitas yang perlahan tergerus.</p>
<p>Film ini menyuarakan denyut nadi perlawanan melalui lima wajah Papua Selatan. Yasinta Mowen menyaksikan rawa dan hutannya runtuh dihajar alat berat. Natalis Buer, petani muda Tanah Miring, bergulat dengan mimpi bertani yang terbentur tembok modal. Vincent Quipalo teguh mempertahankan hak adat dari alih fungsi lahan dan markas militer. Frankie Waro menancapkan “Palang Adat &amp; Salib Merah” sebagai pagar sakral penolak korporasi. Dan, Willem Kimko menghidupkan kembali ‘Awon Atatbon’, Pesta Babi suku Muyu, yang bertransformasi dari ritual sepuluh tahunan menjadi ruang konsolidasi marga dan deklarasi damai atas kedaulatan wilayah.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/everyday-resistence-membaca-kisah-pesta-babi/">Everyday Resistence (Membaca Kisah &#8216;Pesta Babi&#8217;)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ende Baru &#8211; Ini Baru Ende (Sekadar Kata dari Kejauhan)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/ende-baru-ini-baru-ende-sekadar-kata-dari-kejauhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 00:10:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Irian Jaya Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Irian Jaya Ende]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[SVD Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29326</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD Inikah yang disebut jalan tol menuju Ende Baru? Semua mesti bertolak&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ende-baru-ini-baru-ende-sekadar-kata-dari-kejauhan/">Ende Baru &#8211; Ini Baru Ende (Sekadar Kata dari Kejauhan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Inikah yang disebut jalan tol menuju Ende Baru? Semua mesti bertolak dari Ende sebagai ibukota kabupaten. Tampilannya mesti asri. Sedap dipandang.</p>
<p>Maka, apapun yang dinilai sebagai batu sandungan menuju Ende nan cantik sepantasnya &#8216;diatur ulang.&#8217; Dan tentu rencana Pemda Ende bakal berlanjut untuk apa pun yang tak teratur  itu&#8230;.</p>
<p>Dari kisah di Jalan Irian Jaya itu (4 Mei 2026) gelombang reaksi jadi tak terbendung. Pro versus kontra itu biasa. Kenyataan tetaplah kenyataan! Rumah kediaman telah rata tanah. Reaksi simpati gelora membara. Bertumpuh pada rasa kemanusiaan!</p>
<p>Di sisi lain, pijakan yuridis mesti bermarwah. Mengamini ketegasan dan berpihak pada kepastian. Bagaimana pun kenyataan telah terjadi: &#8216;hukum telah bertindak.&#8217;  Dan tangis telah pecah. Dan air mata telah membasahi ladang rasa hati penuh solider&#8230;</p>
<p>Tentu tak berhenti di situ. Perang kata pun tak terhindar. Opini, sudut pandang, analisis, tafsiran hingga refleksi kudus telah digulirkan. Ini belum terhitung lagi dengan saling lontar kata rata dan rentetan caci maki. Yang penting bikin lebih seru keadaan. Iya, hanya ingin kibarkan suasana panas.</p>
<p>Ssst&#8230;Mungkinkah kisah Jalan Irian Jaya itu pun telah jadi &#8216;nutrisi bergizi di meja resepsi bermenu politik?&#8217; Pasti iyalah!  Paket Deo Do, yang tengah memimpin  dalam duet bupati  dan wabup ini disinis dan bahkan dikata rata. Pantaskah duet <em>leadership</em> &#8216;model begini&#8217; dipertahankan? Atau sepantasnya secepatnya dimazhulkan?  Isu berhembus. Menjalar ke sana ke mari.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/ende-baru-ini-baru-ende-sekadar-kata-dari-kejauhan/">Ende Baru &#8211; Ini Baru Ende (Sekadar Kata dari Kejauhan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>May Day Tak Sekadar Tanggal Merah</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/may-day-tak-sekadar-tanggal-merah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 23:03:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ansel Atasoge]]></category>
		<category><![CDATA[May Day]]></category>
		<category><![CDATA[stipar ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29316</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge Tanggal 1 Mei menjadi tanggal yang spesial. Orang kebanyakan menyebutnya&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/may-day-tak-sekadar-tanggal-merah/">May Day Tak Sekadar Tanggal Merah</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge</strong></p>
<p>Tanggal 1 Mei menjadi tanggal yang spesial. Orang kebanyakan menyebutnya sebagai ‘tanggal merah’. Tentu dia beda dengan ‘nilai merah’ pada buku Rapor Pendidikan. Dunia internasional menyebutnya sebagai ‘<em>May Day</em>’.  Hari peringatan untuk merayakan perjuangan, kontribusi, dan pencapaian para pekerja serta kelas pekerja di seluruh dunia dalam memperjuangkan hak-hak ketenagakerjaan dan keadilan sosial. Ungkapan kerennya ‘International Workers&#8217; Day’ (Hari Buruh Internasional).</p>
<p>Sejarah mencatat bahwa peringatan ini berakar pada peristiwa ‘kerusuhan Haymarket’ di Chicago, Amerika Serikat, pada 1 Mei 1886. ‘Kerusuhan Haymarket’ di Chicago, Amerika Serikat, pada 1 Mei 1886. Ketika itu, para pekerja menggelar aksi demonstrasi menuntut hari kerja delapan jam dan tuntutan akan kesejahteraan hidup yang lebih baik. Aksi berakhir dengan berdarah-darah.</p>
<p>Tragedi berdarah inilah yang menjadi inspirasi gerakan buruh internasional untuk menjadikan 1 Mei sebagai simbol perjuangan hak pekerja. Hak mereka sebagai pekerja. Substansi peringatannya adalah kenangan akan perjuangan historis gerakan buruh dalam meraih hak-hak dasar mereka. Di sisi lain, di momen ini disoroti pula isu ketenagakerjaan yang merupakan salah satu isu yang senantiasa relevan hingga kini seperti upah layak, jam kerja manusiawi, keselamatan kerja dan jaminan sosial.</p>
<p>Dua substansi lainnya pun tak kalah sengitnya. Pertama, mendorong solidaritas global antarpekerja lintas negara untuk terus memperjuangkan keadilan ekonomi dan sosial. Kedua, menghargai kontribusi pekerja terhadap pembangunan ekonomi dan kemajuan masyarakat. Jadi, aksi-aksi demonstrasi yang selalu dihadirkan oleh siapapun di tanggal 1 Mei sebenarnya mau mengarahkan siapapun juga kepada substansi memoria ini.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/may-day-tak-sekadar-tanggal-merah/">May Day Tak Sekadar Tanggal Merah</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hak untuk Memiliki Hak (Merenungi Hari Kartini)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/hak-untuk-memiliki-hak-merenungi-hari-kartini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 06:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ansel Dore Woho Atasoge]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[stipar ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29312</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April memiliki makna mendalam.&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/hak-untuk-memiliki-hak-merenungi-hari-kartini/">Hak untuk Memiliki Hak (Merenungi Hari Kartini)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Anselmus Dore Woho Atasoge</p>
<p>Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April memiliki makna mendalam. Inti utama peringatan Hari Kartini adalah memperingati dan menghormati perjuangan R.A. Kartini dalam mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan dan segala lini kehidupan. Perayaan ini mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan dalam kesetaraan gender.</p>
<p>Gagasan-gagasan dan perjuangannya dapat kita baca dalam surat-suratnya. Seorang sahabatnya yang berasal dari Belanda, J.H. Abendanon, mengumpulkan surat-surat itu dan dibukukan. Buku itu diterbitkan pada tahun 1911 dengan judul ‘Door Duisternis tot Lich’ (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa (Inggris, Prancis, Jerman). Bagi pembaca Eropa pada masa itu, surat-surat Kartini adalah kesaksian langka dan menyentuh tentang kehidupan perempuan pribumi di bawah kolonialisme. Mereka melihat Kartini sebagai &#8220;subjek jajahan&#8221;, tetapi sebagai pemikir humanis yang cerdas, kritis, dan universal.</p>
<p>Sementara itu, para aktivis hak perempuan di Eropa dan Amerika Serikat pada awal abad ke-20 sering mengutip Kartini sebagai contoh perjuangan perempuan di negara non-Barat. Mereka melihat paralel antara perjuangan Kartini dengan gerakan ‘suffragette’ (hak pilih perempuan) di Barat, meskipun konteks budayanya berbeda.</p>
<p>Tak ketinggalan pula sejumlah tokoh feminis dan penulis internasional yang menulis atau menyebutkan Kartini dalam karya mereka sebagai simbol perlawanan halus dan intelektual. Ada dua point penting dari tulisan dan sebutan itu. Pertama, Kartini sebagai simbol &#8220;Feminisme Timur&#8221;. Dalam literatur studi gender pasca-kolonial, Kartini sering ditulis sebagai figur kunci yang menunjukkan bahwa feminisme bukanlah impor Barat semata, tetapi memiliki akar lokal yang kuat. Penulis-penulis akademis dari universitas di Belanda, Australia, dan Amerika Serikat sering menganalisis surat-surat Kartini untuk memahami dinamika gender di Asia Tenggara.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/hak-untuk-memiliki-hak-merenungi-hari-kartini/">Hak untuk Memiliki Hak (Merenungi Hari Kartini)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
