<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini &#8211; Kabar NTT</title>
	<atom:link href="https://kabarntt.id/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<description>Kompeten, Kritis, Kredibel</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2026 23:07:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://kabarntt.id/wp-content/uploads/2025/02/cropped-icon-situs-e1738830134956-32x32.png</url>
	<title>Opini &#8211; Kabar NTT</title>
	<link>https://kabarntt.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapakah Sulit Mengalami Sisi Plus Dalam Diri Sesama? (Sebatas Satu Permenungan)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/mengapakah-sulit-mengalami-sisi-plus-dalam-diri-sesama-sebatas-satu-permenungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 23:07:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29483</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD Alam hidup ini sudah penuh alarm. Tak usahlah bicara pada tingkat&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/mengapakah-sulit-mengalami-sisi-plus-dalam-diri-sesama-sebatas-satu-permenungan/">Mengapakah Sulit Mengalami Sisi Plus Dalam Diri Sesama? (Sebatas Satu Permenungan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD</p>
<p>Alam hidup ini sudah penuh alarm. Tak usahlah bicara pada tingkat luas melebar. Di dalam dan di seputar lingkungan kita, alarm ini senantiasa bergema.</p>
<p>Kita tak asing lagi dengan alarm akan ini dan itu. Iya, terhadap tipe pribadi tertentu, yang selalu &#8216;bikin hati tak nyaman.&#8217;<br />
Tidakkah ada alarm akan ciri-ciri orang toxic? Dan bahwa itu harus diwaspadai?</p>
<p>Singkatnya begini! Di hadapan pribadi toxic, cepat atau lambat, Anda bakal jadi korban &#8211; victim. Anda bakal merasa &#8216;tak nyaman, selalu salah, mati langkah dalam percaya diri. Bukan tak mungkin Anda alami tingkatan stres dan depresi yang sungguh tak menentu.</p>
<p>Oh iya, ciri-ciri orang toxic itu nyata dalam terlihat dan teralami: &#8216;Putar balik fakta. Lihai dalam manipulasi. Demi kepentingannya sendiri, ia sungguh tampil sebagai pengendali situasi.<br />
Anda mesti waspada sebab kaum toxic bakal tetap saja &#8216;menghina, merendahkan dan mengeritik Anda. Bagi insan toxic, Anda harus tetaplah &#8216;di bawah, sekunder, inferior, level kaki lima, tersudutkan.&#8217;</p>
<p>Bagi kaum toxic tak ada ruang atau spasi di hati demi hadirnya gelombang empati. Itu jelas! &#8216;Emangnya Gue Pikirin&#8217; (EGP), Epen (Emangnya Penting?, &#8216;Persetan dengan kau! Tidak urus.&#8217; Itulah kobaran hati kaum toxic.</p>
<p>Masih ditambahkan lagi. Egoisme sempit dan narsistik serta tak tahu batasan, juga terbaca nyata dalam diri kaum toxic. Sebab ia hanya berkiblat pada diri sendiri dan demi segala kepentingannya. Anda bakal dilihat sebagai &#8216;ancaman dan musuh&#8217; yang mesti disingkirkan.</p>
<p>Dan masih lagi&#8230;</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/mengapakah-sulit-mengalami-sisi-plus-dalam-diri-sesama-sebatas-satu-permenungan/">Mengapakah Sulit Mengalami Sisi Plus Dalam Diri Sesama? (Sebatas Satu Permenungan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sabda Tuhan Sabda Hidup (Sebatas Satu Perenungan)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/sabda-tuhan-sabda-hidup-sebatas-satu-perenungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 08:14:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Pengarang injil]]></category>
		<category><![CDATA[St Matius]]></category>
		<category><![CDATA[St Matius Rasul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29463</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD Mari berkaca lagi pada Sabda Tuhan. Salah satu sumber iman kemuridan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/sabda-tuhan-sabda-hidup-sebatas-satu-perenungan/">Sabda Tuhan Sabda Hidup (Sebatas Satu Perenungan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD</p>
<p>Mari berkaca lagi pada Sabda Tuhan. Salah satu sumber iman kemuridan kristiani.<br />
Ini tak berarti bahwa ajaran tentang Allah atau seputar Tuhan itu tak penting. Bukan! Toh, agama apapun tentu punya barisan litania &#8216;depositum fidei&#8217; (perbendaharaan iman). Iman kristiani dengan banyak pendekatan dan sudut pandangnya pun teramu dalam sekian banyak tesis tentang Allah dan Ketuhanan.</p>
<p>Dan tesis-tesis tentang Tuhan itu, atau teologi, dipagar mati sebagai karakter dasar ajaran. Semuanya mesti diakui, diimani dan dipertahankan internal. Dan dalam perelasian dengan alam eksternal, &#8216;yang bukan kita,&#8217; sering riak-riak apologetik tak terhindarkan. Bahkan sampai pada titik-titik nadir..</p>
<p>Artinya&#8230;?</p>
<p>&#8216;Tesis-tesis teologis kamilah yang sahi, benar, rasional, historis, tradisional, biblis, atau bahkan ilahi&#8230;&#8217; Dan itu (sering) sudah cukup sebagai modal tebal untuk masuk ke alam apa yang sering disebut sebagai &#8216;nafsu kemurnian.&#8217;</p>
<p>Dan bagi yang lain? Yang bukan kita?</p>
<p>Amatlah mudah untuk didakwah sebagai bidaah, sesat, kafir, dengan semua efek kenajisannya. Dan, lihatlah! Agar terkesan dan ternilai &#8216;murni dan benar,&#8217; maka akrobatisasi tesis-tesis teologis jadi modus tak terhindarkan.</p>
<p>Praktisnya?</p>
<p>Muara sejarah yang pasti telah dibikin belok arah. Tradisi dihujat dan disangkal. Kebijaksanaan lokal dan kultural dikangkangi. Dan, lebih dari itu doktrin lalu diberi pakaian Alkitab dalam tafsiran serius atau pun ala kadarnya pada pasal ini dan ayat itu.</p>
<p>Dan terjadilah&#8230;</p>
<p>Tampak, tak ada perjalanan menuju kebenaran. Yang teralami nyata itulah geliat pembenaran diri sepihak. Dan, itu tadi, di situlah segala kiat dan modus apapun dipakai.</p>
<p>Satu catatan ingatkan.</p>
<p>&#8220;Pada saat orang beragama mulai bicara tentang kebenaran, orang menjadi cemas. Ini dapat mengerti. Di seluruh dunia, kekerasan dikaitkan dengan iman yang berbeda yang mempertengkarkan kebenaran.&#8221;</p>
<p>Masih dilanjutkan&#8230;.</p>
<p>&#8220;Pewartaan tentang itu tidak mungkin semuanya benar, lalu umat beriman mulai saling membunuh.&#8221;<br />
Iya, karena pewartaan agama (iman) yang berbeda, terlahirlah sikap dan tindak intoleran, tekanan, lagak aroganis, kekerasan, serta indoktrinasi maut yang terlumpuri dalam aksioma haram, kafir, berhala atau najis bagi yang berbeda. Tetapi juga tak disangkal, bahwa dalam satu agama, atau tepatnya satu gerakan religius, penafsiran atas Kitab Suci pun sekian variatif serta sengit penuh tarung. Berbeda telak satu dengan lain.</p>
<p>Tetapi, sesungguhnya, tetap terdapat harapan bahwa kebenaran itu dapat dicari dan dicapai dalam kesabaran dan terutama dengan kerendahan hati.</p>
<p>Albert Camus, setidaknya, dalam satu ceramahnya di Paris, sesudah Perang Dunia Kedua, pernah idealkan jalan berdialog di antara kaum beriman. Dan Camus ada pada keyakinannya, &#8220;Dialog hanya mungkin di antara orang yang tetap menyadari siapa dirinya, dan siapa yang menyatakan kebenaran.&#8221;</p>
<p>Yang umum terjadi dan teralami adalah kebenaran bersama gagal dicapai. Dan kaum beragama terblok hanya pada perbedaan-perbedaan. Dan perbedaan dengan pihak lain, yang tak terjangkau dengan akal sehat yang sanggup memahami dan hati yang teduh, akan mudah diganti dengan berondongan obyektivisasi sinisme, hinaan, pencemaran. Dikemas dalam kata-kata dan aksi-aksi theatrikal yang sempit, konyol dan juga menggelikan. Dan tentu saja dilulur dengan ramuan-ramuan logika yang pincang dan memabukkan. Penuh ilusi, kabur dan tebal penyesatannya.</p>
<p>Tentang agama, tepatnya isi iman, yang lalu dirayakan, sejatinya, itulah zona eksklusif bagi penganutnya. Itulah teritori otonomi doktrinal iman dan bagaimana cara setiap penganut merayakan imannya.</p>
<p>Namun, yang sering terjadi, &#8216;yang bukan kita&#8217; ditakar dalam ukuran punya kita. Iya, dalam segala keharusan standar kita. Dan terjadilah biasan-biasan suram bermuncratan tempias sana-sini. Inilah awal dari suasana keruh dan kekisruhan antar penganut agama.</p>
<p>Seorang pengkotbah tenar pernah bersaksi lurus tanpa belok, &#8220;Di mimbar ada Alkitab. Dan aku sebenarnya tak membukanya penuh. Kubaca sepintas belaka, bahkan sering tak kubaca mendalam. Datar seadanya. Dan jadilah, yang keluar dari mulutku bukanlah Kabar Gembira.<br />
Semuanya hanyalah tafsirku, hasratku, mimpiku, pikiranku, kenyamananku, popularitasku yang infantil, kepentinganku serta semua berakar pada AKU&#8230;&#8221; Dan di muaranya suasana panas dan kegaduhan pun tercipta.</p>
<p>Dalam segala yang berpangkal pada AKU (bukan Injil atau Kabar Gembira), maka kata-kata tak pernah jadi satu kerygma damai dan kasih persaudaraan. Semuanya telah terlumpur oleh kebencian, hasutan, kepalsuan, pembohongan, dan. penyesatan.</p>
<p>Satu catatan ingatkan, &#8220;Jika kita menabur kata-kata di sekeliling kita tanpa memperhatikan makna dan kebenarannya, secara harafiah kita dapat membunuh orang lain.&#8221;</p>
<p>Sebaliknya&#8230;.</p>
<p>Sabda Tuhan sepantasnya disambut penuh hormat dalam kesadaran iman mendalam. Bahwa Sabda Tuhan miliki &#8216;kekuatan untuk menyembuhkan dan menghidupkan atau sebaliknya bahwa ia bisa melukai dan membunuh ketika dipakai sebagai &#8216;alat suci&#8217; yang dinajiskan oleh selera tafsiran sempit, licik dan sepihak.</p>
<p>Akibatnya lainnya? Yang tertata adalah kebangunan rohani penuh cemas, serba takut-takut serta tebal prasangka&#8230;<br />
Dan justru inilah yang pantas disayangkan.</p>
<p>Jemaat, umat, masyarakat kini, benarlah, telah terjerembab dalam prasangka dan kecurigaan yang menebal. Dan tugas Gereja, tentu bukanlah sekadar cermat memilih dan memakai kata-kata. Jauh dari itu, bahwa bagaimana daya kata-kata itu terungkap dalam forma dan isi rencana dan kehendak Allah sendiri.</p>
<p>Dan karena itulah kita, Gereja, sepantasnya mesti kembali. Kembali pada Firman. Firman yang berdaya hidup&#8230;.</p>
<p>Verbo Dei Amorem Spiranti.</p>
<p>* Penulis, rohaniwan Katolik, tinggal di Collegio San Pietro, Roma.</p>
<p>Pada pesta S Matius Rasul dan Penulis Injil</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/sabda-tuhan-sabda-hidup-sebatas-satu-perenungan/">Sabda Tuhan Sabda Hidup (Sebatas Satu Perenungan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Egoisme vs Altruisme?  (Sekadar Satu Dua Gempa Susulan)</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/egoisme-vs-altruisme-sekadar-satu-dua-gempa-susulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 22:17:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Pater Kons Beo, SVD Seorang perempuan muda jadi teman bicara. Itu terjadi di penerbangan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/egoisme-vs-altruisme-sekadar-satu-dua-gempa-susulan/">Egoisme vs Altruisme?  (Sekadar Satu Dua Gempa Susulan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Pater Kons Beo, SVD</p>
<p>Seorang perempuan muda jadi teman bicara. Itu terjadi di penerbangan Batik Air Labuan Bajo &#8211; Jakarta baru-baru ini. Lupa tanya namanya.</p>
<p>Setelah &#8216;hanya dua pertanyaan&#8217; dari ku, perempuan muda itu berkisah tentang perjalanannya ke Flores. Dan itu untuk pertama kalinya ia ke Flores. Ini semua demi misi kemanusiaan. Ini seputar kisah Gempa Bumi 15 Agustus 2026 itu dan semua akibat mirisnya.</p>
<p>Tampak semangat ia berkisah tentang perjalanannya dari Jakarta, Kupang, Ende dan akhirnya menuju Reo, di wilayah utara Manggarai. Kutahu pada saatnya, perempuan itu adalah anggota dari sebuah Badan Amal Gereja Protestan. Tak lupa, beberapa saat sebelum landing, ia mohonkan doa dan berkat dariku.</p>
<p>Dari raut wajahnya sekilas tertangkap harapan tak tersembunyi. Di balik kata, gaya bicaranya, terbaca adanya ekspetasi personal itu. Di balik hadir, sikap, serta varian perbuatan amal karitatif ada harapan nyata pun tersembunyi untuk dirinya.</p>
<p>Mungkinkah perempuan muda itu ke Flores (Reo) tanpa perhitungan demi diri sendiri? Katakan saja tanpa payung atau bendera egoisme? Untuk tak berkiblat pada pemuasan diri sendiri? Tak ada kesan itu.<br />
Sepertinya ada &#8216;ruang-ruang yang masih kosong dalam diri&#8217; yang ingin dipenuhinya melalui petualangan karitatif di Reo. Ia ingin didengar dan diakui sebagai &#8216;orang baik.&#8217; Setidaknya demikian.</p>
<p>Tentu ini bukan area justifikasi moral antara benar atau salah motivasional di balik semua aksi &#8216;buat baiknya itu.&#8217; Sekiranya kita berakar pada pikiran Ayn Rand, seorang filsuf dan penulis perempuan kelahiran Rusia, maka ada yang dapat dimengerti:</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/egoisme-vs-altruisme-sekadar-satu-dua-gempa-susulan/">Egoisme vs Altruisme?  (Sekadar Satu Dua Gempa Susulan)</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Bumi : Antara Virus Nafsu Kemurnian dan Suara Nabi Palsu</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/gempa-bumi-antara-virus-nafsu-kemurnian-dan-suara-nabi-palsu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2026 05:56:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa bumi Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Kons Beo]]></category>
		<category><![CDATA[koting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Pater Kons Beo, SVD Koq entah bagaimana ya alur pikir itu? Bahwa Gempa&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/gempa-bumi-antara-virus-nafsu-kemurnian-dan-suara-nabi-palsu/">Gempa Bumi : Antara Virus Nafsu Kemurnian dan Suara Nabi Palsu</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Pater Kons Beo, SVD</p>
<p>Koq entah bagaimana ya alur pikir itu? Bahwa Gempa bumi itu bisa dikaitkan secara paksa, liar dan sembrono dengan &#8216;dogma, patung, devosi religius.&#8217; Intinya, karena sembah berhala (patung), karena sesat ajaran, maka datanglah gempa bumi!</p>
<p>Inti dari suara itu?</p>
<p>Tuhan tersinggung berat. Penuh amarahlah Dia. Maka diturunkanlah gempa bumi. Dan kutukan itu menyasar telak pada tempat tertentu itu. Pada semua mereka yang masih tersesat.</p>
<p>Tuhan, dengan peristiwa gempa ini, beri teguran keras dan maut agar semua yang tersesat itu bersegeralah kembali ke ajaran dan jalan keagamaan yang benar.</p>
<p>Bagaimanapun&#8230;</p>
<p>Tetap kembali pada soal utama itu: Sedemikian murkakah Tuhan pada umatNya sampai-sampai harus turunkan laknat gempa bumi sedahsyat itu? Apa benar gempa ini sungguh akibat salah total manusia dalam praktek beragama dan beriman?</p>
<p>Sesungguhnya ada hal tersembunyi namun nyata. Gempa bumi telah bikin mata manusia terbuka dalam pilihan pasti: mana agama yang benar dan mana kisah beriman sesat yang datangkan murka Allah?</p>
<p>Dan ujung-ujungnya&#8230;</p>
<p>Dalam bahasa populer, kira-kira begini tesisnya: &#8220;Kami benar, kamu salah; kalian kabur, kami terang; kalian palsu dan kamilah yang murni; kamilah tanah dan kaum terberkati, sementara kalianlah kaum dan tanah terkutuk.</p>
<p>Maka&#8230;.</p>
<p>Agamanisasi kisah gempa bumi dalam &#8216;dogma pribadi&#8217; seperti ini sungguh menggelikan dan patut disayangkan. Apalagi ketika Firman Tuhan diplintir suka-suka dan bebas merdeka, copot sana copot sini demi mendukung, atau tepatnya membenarkan &#8216;tafsiran atau opini pribadi.&#8217;</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/gempa-bumi-antara-virus-nafsu-kemurnian-dan-suara-nabi-palsu/">Gempa Bumi : Antara Virus Nafsu Kemurnian dan Suara Nabi Palsu</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa Bumi: di Titik Cahaya Teologi Berada dan Teologi Terlibat</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/gempa-bumi-di-titik-cahaya-teologi-berada-dan-teologi-terlibat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 10:37:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[gempa flores 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Ende]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29441</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Kons Beo, SVD Jelaslah! Sejatinya, tak  ada yang terlalu istimewa atau amatlah luar biasa.&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/gempa-bumi-di-titik-cahaya-teologi-berada-dan-teologi-terlibat/">Gempa Bumi: di Titik Cahaya Teologi Berada dan Teologi Terlibat</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Kons Beo, SVD</strong></p>
<p>Jelaslah! Sejatinya, tak  ada yang terlalu istimewa atau amatlah luar biasa. Itu sekiranya para religius, para imam apalagi seorang uskup, pada peristiwa gempa bumi seperti ini, lebih banyak berada atau tinggal di antara umat (korban).</p>
<p>Berada di antara umat (korban), bagi kaum berjubah-bertudung, adalah sebuah tanggapan atau sikap misioner yang sehat dan hakiki. Ini bukanlah serial dari kiat demi karier. Tidaklah demi jabatan, atau harapan akan raihan posisi kunci, ataupun demi popularitas picisan akan diri. Tidaklah!</p>
<p>Karena itulah&#8230;</p>
<p>Ketika &#8216;Teologi Kehadiran dan Teologi Terlibat&#8217;  ditanggapi dan jadi nyata, itulah kisah pastoral &#8211; misioner yang semestinya. Tak perlu diributkan. Tak usah digembar-gemborkan penuh heboh nan eforial-sensasional.&#8217;</p>
<p>Kaum klerus tentu tahu persis seperti apa kekuatan peta dari gaung-gema seputar &#8216;Teologi Berada dan Teologi Terlibat.&#8217; Ketika terjadi bencana, semua, termasuk kaum klerus, mengalami kisah terdampak. Semua alami kisah derita yang sama walau dalam kualitas akibat yang bisa berbeda.</p>
<p>Ketika seorang uskup, misalnya, di peristiwa suram ini datang dan hadir serta menyapa sesama (umat) yang terdampak, ia tidak sedang &#8216;membajak kisah bencana&#8217; demi atensi bagi dirinya. Atau bahwa dia  sedang menegaskan karakter dirinya sebagai pribadi yang rendah hati, sederhana dan mengumat. Tidaklah!</p>
<p>Kaum klerus, kaum religius, semuanya dipanggil untuk &#8216;berada bersama dan terlibat.&#8217; Gereja berziarah bersama dalam tawa dan tangis. Dalam senyum melebar dan dalam rasa sesak di dada (cf Roma 12: 25).</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/gempa-bumi-di-titik-cahaya-teologi-berada-dan-teologi-terlibat/">Gempa Bumi: di Titik Cahaya Teologi Berada dan Teologi Terlibat</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>In Memoriam Lambertus Tulen Hadjon: &#8220;Tuhan Tidak Ingin Saya Terlibat Dalam Permainan Kotor&#8221;   </title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/in-memoriam-lambertus-tulen-hadjon-tuhan-tidak-ingin-saya-terlibat-dalam-permainan-kotor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2026 13:48:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Lambertus Tulen Hadjon]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP Flotim]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN Larantuka]]></category>
		<category><![CDATA[Waibalun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29419</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Anselmus DW Atasoge Siang ini, Minggu, 9 Agustus 2026, waktu seolah berhenti sejenak di&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/in-memoriam-lambertus-tulen-hadjon-tuhan-tidak-ingin-saya-terlibat-dalam-permainan-kotor/">In Memoriam Lambertus Tulen Hadjon: &#8220;Tuhan Tidak Ingin Saya Terlibat Dalam Permainan Kotor&#8221;   </a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Anselmus DW Atasoge</strong></p>
<p>Siang ini, Minggu, 9 Agustus 2026, waktu seolah berhenti sejenak di Waibalun, Flores Timur. Tepat pukul 13.00, sebuah kabar duka menyelimuti bumi Lamaholot. Bapak Lambertus Tulen Hadjon, sang tokoh pemberani yang hatinya selalu tertambat pada kejujuran, telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta di rumahnya,  tempatnya biasa merenung dan berdoa.</p>
<p>Kepergiannya meninggalkan jejak panjang yang tak akan pernah terhapus oleh waktu. Sebuah warisan keberanian, ketulusan, dan keteguhan iman. Ia pergi dengan meninggalkan nama baik, persis seperti keyakinannya bahwa Tuhan selalu menjaganya dari segala permainan kotor dunia.</p>
<p>Untuk mengenang sang legenda, melalui tulisan ini saya hendak memutar kembali waktu, membuka lembar memori dari sebuah pagi yang tenang di 20 April 2016, ketika ia masih duduk di teras rumahnya, membagikan hikmah hidup dengan penuh kesahajaan kepada saya yang kala itu diminta Om Tony Kleden, Pemimpin Redaksi <strong><em>Kabar NTT</em></strong>.</p>
<p>Hari itu, mentari belum lagi meninggi. Angin sepoi-sepoi menerpa pepohonan membuat pagi itu menjadi indah sekali. Di pelataran rumahnya di Waibalun, Flores Timur, Sang Tokoh duduk menekuni halaman-halaman <em>Ruah</em>, buku renungan harian untuk umat kristiani. Rabu, 20 April 2016, menjadi saksi bisu ketika kami ‘mendulang kisah’ dari bibir seorang lelaki yang oleh Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, pernah dicari secara khusus di tengah keramaian MUKSI (Musyawarah Umat Katolik Seluruh Indonesia) di Klender. Sang Uskup ingin bertemu dengannya karena satu alasan yang penuh bobot. Sang Uskup memandang lelaki itu sebagai ‘tokoh pemberani dari Flores Timur’.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/in-memoriam-lambertus-tulen-hadjon-tuhan-tidak-ingin-saya-terlibat-dalam-permainan-kotor/">In Memoriam Lambertus Tulen Hadjon: &#8220;Tuhan Tidak Ingin Saya Terlibat Dalam Permainan Kotor&#8221;   </a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tes Kemampuan Akademik : Sebuah Kebutuhan, Bukan Ancaman</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/tes-kemampuan-akademik-sebuah-kebutuhan-bukan-ancaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 00:37:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 1 Larantuka]]></category>
		<category><![CDATA[Tes Kemampuan Akademik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Silvester Kian Witi, S.Fil Hari-hari belakangan ini, guru-guru di Pelosok Indonesia umumnya dan&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/tes-kemampuan-akademik-sebuah-kebutuhan-bukan-ancaman/">Tes Kemampuan Akademik : Sebuah Kebutuhan, Bukan Ancaman</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Silvester Kian Witi, S.Fil</p>
<p>Hari-hari belakangan ini, guru-guru di Pelosok Indonesia umumnya dan guru-guru SMA di Propinsi Nusa Tenggara Timur khususnya disibukkan dengan kegiatan Penguatan serta Pendalaman materi-materi esensial berkaitan dengan Tes Kemampuan Akademik. Kegiatan ini sebenarnya merupakan imbas dari rendahnya hasil Tes Kemampuan Akademik dari para peserta didik SMA dan sederajat yang telah diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada belakangan ini. Hal ini semakin memperkuat pemahaman kita bahwa selain peserta didik, guru juga niscaya diberi ruang untuk belajar sembari bekerja untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya.</p>
<p>Kita tidak bisa menutup mata bahwa mutu pendidikan Indonesia masih tertinggal. Hasil PISA, AKM, dan asesmen lain menunjukkan banyak siswa kita lemah dalam literasi dan berpikir kritis. Salah satu penyebabnya adalah kualitas guru itu sendiri.</p>
<p>Dalam konteks ini, Tes Kemampuan Akademik hadir sebagai alat diagnostik. Dari hasil Tes Kemampuan Akademik, pemerintah dan sekolah bisa mengetahui dengan jelas bahwa sebagian besar guru ternyata masih lemah di literasi sains, ada juga guru yang harus mengikuti pelatihan soal-soal HOTS, ada juga guru yang sudah bagus tapi perlu penguatan teknologi.</p>
<p>Di sisi lain, dengan data ini, guru perlu mengikuti bimbingandan pelatihan yang lebih terarah, sustematis dan terukur. Guru juga dituntut untk bisa melakukan refleksi diri secara terus-menerus, dan menyadari &#8220;Bagian mana yang harus saya perbaiki?&#8221; Jika dipahami dengan baik dan benar, Tes Kemampuan Akademik bisa menjadi vitamin dan asupan gizi yang baik untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/tes-kemampuan-akademik-sebuah-kebutuhan-bukan-ancaman/">Tes Kemampuan Akademik : Sebuah Kebutuhan, Bukan Ancaman</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pildun 2026: Selesai Sudah Nomor 7, CR-7 Pada Tanggal 7 Bulan 7</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/pildun-2026-selesai-sudah-nomor-7-cr-7-pada-tanggal-7-bulan-7/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 04:08:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Christiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Ronaldo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Al Hayon Vinsens Nama lengkap CR-7 adalah Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro. Nama keren&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pildun-2026-selesai-sudah-nomor-7-cr-7-pada-tanggal-7-bulan-7/">Pildun 2026: Selesai Sudah Nomor 7, CR-7 Pada Tanggal 7 Bulan 7</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Al Hayon Vinsens </strong></p>
<p>Nama lengkap CR-7 adalah Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro. Nama keren sebagai bintang sepak bola dunia dan negara Protugal adalah Christian Ronaldo, CR7. Dia adalah “signum dan significans” (tanda sekaligus penanda bermakna), sebagai representasi dari timnas sepak bola dan Portugal. Jadi omon tentang CR-7 berarti tersangkut di dalamnya negara dan timnas Portugal.</p>
<p>Masih segar dalam ingatan pada Liga Negara UEFA 2024-2025, tepatnya 8 Juni 2025 lalu, Portugal di bawah cap CR-7 mengalahkan timnas Spanyol di laga final. Portugal keluar sebagai juara dan Spanyol menempati posisi runer-up. Pada level lebih tinggi -Fifa World Cup 2026- pada 7 -7 -2026 kemarin, dua tim ini bersua lagi di Babak 16 besar. Hasil akhir 1- 0 untuk Spanyol. Dengan hasil ini maka “selesai sudah” perjalanan Portugal dan bintangnya, CR7 di kasta tertinggi sepak bola dunia.</p>
<p>Kekalahan Portugal dan kejatuhan CR-7 pada laga tersebut meletupkan aneka emoji dari para suporter, para fans terhadap idolanya itu. Negara juga mungkin ikut bersedih karena ini faktum yang “tidak enak”. “Mengapa harus kalah di masa injury time, 90+1 menit”? Jawabannya: “Inilah sepak bola”. Pada titik inilah “CR-7, Nomor 7 Pada 7-7-2026 “selesai”.</p>
<p>CR-7 terkulai dalam linangan air mata. Gol balasan di waktu yang kian sempit di masa injury time untuk menyamakan kedudukan dan meneduhkan emoji para suporter, fans dan warga Protugal tidak kunjung muncul. Kebintangan seperti tidak berdaya magis saat itu. Sihir individual seperti mati suri oleh kelincahan dan kekuatan sistem dari tim Spanyol.  CR-7 dan timnya kalah dan terhenti di fase 16 besar Piala Dunia 2026.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pildun-2026-selesai-sudah-nomor-7-cr-7-pada-tanggal-7-bulan-7/">Pildun 2026: Selesai Sudah Nomor 7, CR-7 Pada Tanggal 7 Bulan 7</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kandidat Baru Juara Piala Dunia 2026</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/kandidat-baru-juara-piala-dunia-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 22:51:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Vinsen A Hayon Usai seluruh tim peserta Piala Dunia 2026 berlaga di fase gugur&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/kandidat-baru-juara-piala-dunia-2026/">Kandidat Baru Juara Piala Dunia 2026</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Vinsen A Hayon</p>
<p>Usai seluruh tim peserta Piala Dunia 2026 berlaga di fase gugur dan atas hasil pertandingan yang diraih, kiranya memudahkan prediksi para “suka bola”, “Tim mana yang bakal menjadi kandidat baru juara Fifa World Cup 2026”. Sangat mungkin itu adalah tim favorit anda. Atau apakah “2026 World Cup Champion” masih tetap bertahan atau harus beralih kepada timnas dari benua lain?</p>
<p>Fakta menjadi mungkin, satu di antara alasannya karena manakala Timnas Argentina sebagai juara bertahan harus jatuh bangun meraih gol dan menang di babak ekstra time melawan Cabo Verde, para suporter, fans, negara kandidat juara baru Piala Dunia 2026, lengkap pelatih kepala dan perangkatnya seperti mendapat “durian runtuh”. Lantas semua bersinergi menyiapkan “segalanya”, misi baru dibangun, spirit juara tercurah, dan siapkan “strategi jitu” untuk mengalahkan “Sang Juara Bertahan” jika bersua di babak berikut.</p>
<p>Alasan lain yang amat-sangat mungkin adalah telah gugur 16 tim dari negara peserta Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Meksiko, Kanada dan USA. (catatan: timnas tuan rumah -Kanada- telah dikandaskan Maroko di laga perdana babak 16 besar, Timnas Paraguay juga). Kisah berkaitan dengan fase gugur, mencatat sejarah dan rekor terbatas, bahwa yang gugur tidak punya harapan lagi menjadi juara baru piala dunia kali ini. Sedangkan harapan menjadi kandidat juara baru masih menggantung kuat di dada ke-16 tim (sisa 14 tim) yang melaju berjuang di babak 8 Besar.</p>
<p>Cerita harapan dan mimpi tim-tim yang tidak melaju ke fase 16 besar, telah gugur dengan sendirinya. Ikut terkubur juga impian dan harapan negara dan warganya. Dengan kepala tegak mereka “angkat topi”, lalu secara terhormat melambaikan tangan ‘sayonara” kepada Fifa World Cup 2026. Kisah gugur dan kepulangan mereka tidak karena putusan pengadil pertandingan dan tidak pula karena hasil ricek pada VAR. Mereka gugur dan pulang karena tim lawan lebih unggul. Besar kemungkinan lain adalah karena sang “dewi fortuna” belum berpihak pada timnya.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/kandidat-baru-juara-piala-dunia-2026/">Kandidat Baru Juara Piala Dunia 2026</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatih Tegang di Akhir Fase Grup Pildun 2026</title>
		<link>https://kabarntt.id/opini/pelatih-tegang-di-akhir-fase-grup-pildun-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[KabarNTT.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 01:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bola kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Vinsen Hayon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarntt.id/?p=29375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Vinsen A Hayon Menang atau kalah dalam laga terakhir di fase grup FIFA World&#160;[&#8230;]</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pelatih-tegang-di-akhir-fase-grup-pildun-2026/">Pelatih Tegang di Akhir Fase Grup Pildun 2026</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Vinsen A Hayon</p>
<p>Menang atau kalah dalam laga terakhir di fase grup FIFA World Cup 2026 bukanlah kejadian yang biasa-biasa, karena semua tim peserta berada pada level tertinggi perhelatan. Kata-kata tak mampu melukiskan ekspresi jiwa, dan kondisi emosional atas hasil yang diraih di akhir laga. Hal demikian didukung pula oleh sikon yang sangat beda dengan perhelatan di level sedang atau level lokal.</p>
<p>Olehnya titik lain yang menjadi sorotan terletak pada “kondisi tegang” yang menghantui tidak hanya para supporter tim yang sedang berlaga, fans yang sedang menyaksikan, para beking di bens dan para pengatur strategi dan taktik pertandingan dan segenap perangkat kepelatihan di sisi lapangan.</p>
<p>Fakta demikian jelas tampak pada beberapa tim di laga terakhir fase grup. Sebut saja di grup L: Timnas Inggris versus Panama dan Timnas Kroasia bentrok dengan Ghana, wakil dari Afrika. Inggris menang dan lolos ke fase gugur sedangkan Timnas Panama tersingkir. Timnas Kroasia juga menang, dan Ghana kalah, namun keduanya lolos ke Babak 32 Besar.</p>
<p>Pada grup J, laga antara Timnas Aljazair versus Austria (3-3). Hasil ini memungkinkan Timnas Aljazair terdaftar pada klasemen grup sebagai peringkat 3 terbaik dan Austria lolos ke fase eliminasi. Sementara pada laga lain, Timnas Argentina menekuk Yordania 3-1, lalu wakil dari Asia itu harus “angkat kaki” dari arena Pildun 2026.</p>
<p>Lebih seru lagi pada grup A, laga antara Timnas Korea Selatan versus Afrika Selatan. Hasil akhir, hanya satu tim dari bagian selatan dari dua benua yang berbeda itu lolos ke fase 32 besar. Timnas Korea berharap cemas untuk bisa lolos juga ke fase gugur, namun sirna harapan itu. Tidak cukup nilai yang dikoleksi.</p>
<p>&lt;p&gt;The post <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id/opini/pelatih-tegang-di-akhir-fase-grup-pildun-2026/">Pelatih Tegang di Akhir Fase Grup Pildun 2026</a> first appeared on <a rel="nofollow" href="https://kabarntt.id">Kabar NTT</a>.&lt;/p&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
