Puncak Omicron Akhir Januari atau Awal Februari

Airlangga Hartarto6

JAKARTA kabarntt.id—Pemerintah memperkirakan puncak Covid-19 varian omicron akan terjadi pada akhir Januari atau awal Februari 2022 nanti. Kebanyakan kasus varian omicron terjadi karena transmisi lokal.

Dalam rilis yang diterima media ini, Senin (17/1/2022), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengharapkan agar  vaksinasi booster mulai dioptimalkan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Puncak kasus omicron diperkirakan mulai terjadi pada akhir Januari atau awal Februari 2022. Lebih kurang 40 hari sejak kasus mulai naik. Maka itu, arahan Bapak Presiden meminta kita sebaiknya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, kalau tidak ada hal yang urgent,”  kata Airlangga dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, secara virtual, Minggu (16/1/2022).

Perkembangan penyebaran kasus varian omicron di Indonesia, per 15 Januari 2021 terjadi tren kenaikan kasus dan mulai naiknya kasus karena transmisi lokal. Kasus varian omicron masih didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN)  yakni sebanyak 78,75%, dan paling banyak adalah pelancong yang baru kembali dari Turki.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, belajar dari Afrika Selatan dan Inggris, waktu menuju puncak gelombang varian omicron adalah 37 dan 42 hari. Meskipun angka kasus tinggi, angka kematian akibat varian omicron cukup rendah.

Setelah dilakukan evaluasi berdasarkan Level Asesmen Situasi Pandemi (Kriteria Tingkat Penularan dan Kapasitas Respon), juga dengan mempertimbangkan capaian vaksinasi di Kabupaten/Kota (dengan catatan: Kabupaten/Kota dengan Vaksinasi Dosis-1 di bawah 50% dinaikkan 1 Level PPKM), PPKM di wilayah Luar Jawa-Bali diperpanjang selama 14 hari yaitu 18 – 31 Januari 2022, dengan komposisi:

Pos terkait