Bapperida NTT Kaji Peluang FTZ di Perbatasan, Bupati TTU Tekankan Kesiapan Infrastruktur dan Regulasi

IMG 20261021 103459

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyosialisasikan rencana pengembangan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas di wilayah perbatasan. Dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Viktory, Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (20/10/2026), Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo menekankan pentingnya kajian kelayakan, kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, dan dukungan investasi sebelum kawasan tersebut dibentuk.

Kegiatan tersebut digelar untuk menindaklanjuti surat Gubernur NTT Nomor BU.200.1.4.6/Bapperida/2026 tanggal 7 Oktober 2026 tentang Sosialisasi Free Trade Zone Kawasan Perbatasan NTT.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sosialisasi dibuka oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara daring melalui Zoom dan dihadiri Bupati TTU serta para pemangku kepentingan dari wilayah perbatasan, termasuk Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.

Dalam sambutannya, Bupati TTU menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT melalui Bapperida yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai forum dialog untuk menyamakan persepsi sekaligus mengidentifikasi peluang dan tantangan pembentukan kawasan perdagangan bebas di wilayah perbatasan negara.

Menurutnya, wilayah perbatasan selama ini kerap dipandang dari perspektif geografis dan keamanan. Padahal, kawasan tersebut memiliki potensi ekonomi, sosial, budaya, dan perdagangan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait