Ini sangat membantu para petani yang tidak mampu mengolah lahan akibat aneka keterbatasan.
“Pemerintah juga menyiapkan bibit unggul, pupuk dan obat-obatan untuk dibagikan ke rakyat sesuai alokasi anggaran yang ditetapkan,” ungkap SBS.
Bupati SBS berharap para petani yang tanahnya sudah dipacul bisa menanam pada musim penghujan dan merawat tanaman yang ada agar bisa memberikan hasil yang optimal karena hasil panenannya seratus persen untuk petani dan pemerintah tidak minta apapun dari petani.
Plt. Kadis TPHP Kabupaten Malaka, Nikolaus Seran, secara terpisah kepada wartawan mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan di lapangan. Hingga tanggal 10 September, kata Seran, sudah 512 hektar lahan warga yang digarap menggunakan traktor pemerintah.
“Sasaran pacul lahan terutama pada lahan tidur milik rakyat yang selama ini belum pernah dipacul. Sementara ini lahan masyarakat masih dalam persiapan panen jagung, kacang ijo dan ubi kayu. Perkiraan habis panen Oktober dan setelah itu baru dipacu pemaculan di kebun rakyat yang sudah selesai panen,” tambah Seran.
Merespon RPM, para petani secara umum memberi apresiasi yang tinggi kepada Bupati Malaka. Para petani meminta agar program pro rakyat ini tetap dipertahankan.
Rata-rata petani yang lahannya dipacul traktor pemerintah sudah merasakan manfaatnya.

Elfiana Seran, salah satu petani di Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat, misalnya, memberi kesaksian akan pentingnya bantuan pacul lahan gratis. Hasil kebunnya, kata Elfiana, tidak saja bisa mencukupi kebutuhan makan minum, tetapi bahkan juga untuk dijual.







