Menurutnya, banyak pilihan bank untuk belajar. “Memang pernah ada pilihan-pilihan yang lain seperti ke beberapa bank nasional. Tapi kan mungkin latar belakang budayanya berbeda. Kalau sama-sama BPD komunikasinya bisa terbangun dengan baik, ya kami datang ke sini seperti keluarga dan tidak terasing meskipun saya baru pertama datang di NTT. Kemudian jaraknya cukup jauh dari Banjarmasin ke Surabaya transit lagi dan dua jam ke NTT. Meskipun begitu tidak menyurutkan niat kami untuk sampai di NTT ini. Kami mendapatkan hal-hal yang sangat inspiratif terutama peningkatan proses digital di Bank NTT,” ungkap Ahmad.
Ahmad mengatakan, pihaknya saat ini masih dalam proses persiapan pengembangan Laku Pandai.
“Kami dalam proses pengembangan Laku Pandai, sementara dalam persiapan digital dan banyak sekali kami dapatkan informasi dari Bank NTT, baik itu dari sisi perizinan, operasional, pemilihan agen-agennya. Kami mendapatkan pencerahan langsung dalam masa dua hari ini, kami bisa menggali lebih dalam lagi sehingga lebih banyak ilmu yang kami bawa pulang ke Banjarmasin dan kami bisa terapkan di sana untuk meningkatkan performans Bank Kalsel,” kata Ahmad.
“Agen kita bisa dan Smart EDC menjadi program Bank NTT yang sangat kami ingin terapkan di Bank Kalsel,” imbuhnya. (np)







