Eksam mengatakan, jika dilihat data tahun 2022 atau 3 tahun ke belakang sebelum berlakunya layanan elektronik itu kita bisa bantu masyarakat itu sampai Rp. 3,5 triliun itu pake kapital, dan setelah melakukan pelayanan elektronik di tahun 2020-2022 sekarang itu perkembangannya sangat pesat itu sampai Rp.8,5 triliun itu kita kasih ke masyarakat mempermudah, mempercepat layanan elektroniki
“Jadi semakin tinggi orang mengikatkan sertifikatnya di bank maka pertukaran ekonominya tentu semakin tinggi. Persoalnnya adalah itu menjadi kapital flight atau uang mengalir dengan cepat, kalau misalnya tidak diolah, tidak digunakan di kota ini. Itu yang Rp.8,5 triliun berapa persen yang di gunakan untuk lencarnya ekonomi di kota ini. Coba bayangkan saja perbedaannya sebelum ada layanan eletronik dan sesudah ada layanan elektronik”, imbuhnya. (np)







