Doa menambahkan, dampak yang terjadi adalah akses transportasi masyarakat di tiga desa terhenti dan beberapa desa terisolir.
Senada dengan itu, Kepala Desa Wologai 1, Andreas Ba’u, juga berharap agar secepatnya Pemerintah Kabupaten Ende menangani bencana tersebut. Karena dengan begitu akses transportasi bisa segera pulih kembali.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bancana Daerah kabupaten Ende, Sebas Bele, mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari pemerintah setempat .Namun dia mengakui,sudah memonitor lewat media sosial soal terjadinya longsoran yang menyebabkan tiga desa terisolir.
“Kita belum dapat laporan resmi, namun kita sudah tahu lewat pemberitaan di media sosial. Soal penanganan seperti apa kita akan lakukan koordinasi dengan PUPR secepatnya,” ujar Sebas Bele.
Kepala Dinas PUPR Ende, Frans Lewang, saat ditemui di kantornya mengatakan, setelah mendapat laporan terkait adanya bencana runtuhnya tebing yang menyebabkan bertumpuknya material di jalan pihaknya langsung menuju lokasi.
“Kabid Bina Marga langsung ke lokasi lihat kondisi jalan tersebut. Ada beberapa titik yang runtuh, namun yang terparah di daerah Aumali,” ujarnya.
Lewang mengatakan, beberapa titik bisa ditangani lewat gusuran menggunakan alat berat, namun yang paling penting ada tebing yang mesti dilakukan bronjongnisasi karena jika tidak maka badan jalan akan jatuh.
“Ada satu titik yang harus kita buat bronjong. Karena longsoran tebing sudah memakan hampir semua badan jalan,” ujar Lewang yang menyebutkan kurang lebih 20 meter harus dibuat bronjong.







