“Saya masuk ini, RPMJ sudah ditetapkan tahun 2018. Kemudian RKPD tahun 2023 pun telah ditetapkan. Pekerjaan rumah sekarang adalah bagaimana saya memfasilitasi agar penyusunan kebijakan APBD dan PPS tahun 2023 harus berada pada nuansa yang dapat mempercepat target-target yang direncanakan Pak Gubernur dalam RPMJ tahun 2018-2023,” imbuhnya.
Lebih lanjut putra pertama Sumba yang jadi Sekda NTT ini menegaskan, sesuai dengan aturan tupoksi sekda adalah membantu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mencapai target program pemerintahan. Karena itu meskipun tersisa satu tahun masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, pihaknya tetap maksimal untuk membantu dan mendukung seluruh program-program yang sementara berjalan.
“Target-target Gubernur sudah jelas, saya harus membantu mengkoordinasikan kepada seluruh perangkat daerah sehingga apapun yang mau dicapai boleh tercapai sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan,” serunya.
Sebelum menjadi ASN, Domu pernah bergabung di Harian Pos Kupang di bagian redaksi dan sirkulasi. Domu merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang dan juga Alumni Program Magister Studi Pembangunan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Di Sumba Timur, Domu pernah dipercayakan sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Pada 2013 hingga 2016, Domu dipercaya sebagai Asisten Tata Praja. Pada 2018 hingga 2019, ia kembali dipercayakan sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Sumba Timur. Pada 12 April 2019 ia dilantik menjadi Sekda Sumba Timur hingga saat dilantik menjadi Sekda NTT. (np)







