KEFAMENANU KABARNTT.ID — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali terjadi di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Antrean panjang kembali mengular di tiga SPBU, memicu keresahan warga yang meminta aparat mengusut dugaan adanya permainan dalam distribusi BBM bersubsidi.
Kondisi tersebut kembali terjadi setelah pelayanan BBM di sejumlah SPBU di Kota Kefamenanu disebut sempat berangsur normal selama kurang lebih tiga pekan terakhir.
Kini, antrean kendaraan kembali memanjang dan mengganggu aktivitas masyarakat yang membutuhkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Hingga saat ini, penyebab pasti kembali memanjangnya antrean di tiga SPBU tersebut belum diketahui. Namun, muncul dugaan di tengah masyarakat bahwa kondisi itu dipicu oleh adanya pengurangan kuota pengiriman BBM dari Depo Pertamina kepada tiga SPBU di Kota Kefamenanu.
Dugaan tersebut masih membutuhkan penjelasan dan klarifikasi dari pihak Pertamina maupun pengelola SPBU.
Situasi ini memicu kekesalan dan keresahan warga TTU. Masyarakat mempertanyakan sistem distribusi BBM bersubsidi yang dinilai kembali tidak stabil, setelah sebelumnya sempat berjalan normal.
Salah seorang warga Kota Kefamenanu, Marselinus Elu, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.
Menurutnya, pelayanan BBM hanya sempat berjalan normal sekitar tiga pekan sebelum kembali terjadi antrean panjang.
Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi kelangkaan untuk mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan hak masyarakat atas BBM bersubsidi.







