LARANTUKA KABAR NTT. CO— Mungkin banyak yang belum tahu bahwa Desa Patisira Walang, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur masih satu daratan dengan Ibu kota Kabupaten Flores Timur, Larantuka.
Mengapa demikian? Karena kondisi jalan ke kota kabupaten dan tempat lain sungguh sangat sulit. Kondisi jalannya sangat buruk..
Desa Patisira Walang merupakan desa di ujung timur Pulau Flores yang memiliki lima dusun.
Warga dusun ini bertahun-tahun mengeluhkan hal yang sama yaitu akses jalan yang belum dijamah oleh pemerintah. Kondisi paling parah terdapat di Dusun Tone.
Di musim hujan seperti sekarang ini, ruas jalan berubah menjadi kolam penuh lumpur. Kendaraan banyak yang terjebak.
Akibatnya warga tidak bisa membawa jualan mereka ke Pasar Baru Larantuka.
Ferdi Belen, warga Dusun Tone, kepada media ini, Kamis (23/2/2023), mengatakan, kondisi jalan di dusunnya tidak pernah tersentuh pembangunan.
“Begini sudah kalau hujan tiba kendaraan banyak yang mogok dan terjebak di dalam lumpur. Jadi butuh waktu berjam-jam agar bisa masuk ke desa induk, Basira. Itu belum lagi ke kota. Hasil panen kami mau jual ke kota pun kalau sudah jam begini, mau jualan jam berapa? Kami ini bagian dari Indonesia, tapi tidak pernah merasakan kemerdekaan. Tapi kalau menjelang Pemilu itu banyak datang dan janji ini itu! Kami sudah bosan dan kecewa sekali, sampai kapan kami begini terus? Tolong pemerintah perhatikan kami yang di ujung timur ini,” ungka Ferdi penuh haru.
Sebagaimana terpantau media ini, akses jalan saat ini sudah sampai Lewokoli, tapi banyak dusun yang belum tersentuh akses jalannya.
Salah satunya juga Desa Latonliwo Dua, Kolong Tobo. padahal akses jalan merupakan urat nadi perekonomian bagi masyarakat yang rata-rata petani dan nelayan. (abh)







