Dalam pidato sambutannya, Sandiaga Uno menegaskan banwa prinsip desa wisata harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, UMKM, menciptakan lapangan pekerjaan, dan melestarikan lingkungan.
“Ada 3 aspek utama yang menjadi fokus standar berkelanjutan, yaitu sosial, lingkungan, dan ekonomi. Harapannya, desa wisata menjadi lebih berkualitas, kredibel dan dapat berkolaborasi dengan baik, serta mampu bersaing secara domestik maupun internasional,” kata Sandiaga.
Program tersebut, ungkap Sandiaga, sebagai salah satu upaya pemerintah yaitu Kemenparekraf untuk mendorong “Quality Tourism”. Desa wisata diharapkan mampu mempertahankan serta meningkatkan kualitas produk wisata mereka dan juga produk ekonomi kreatif lokal.
“Satu hal yang penting adalah harus ada komitmen penuh dalam pengembangan pariwisata dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19, yaitu penerapannya memprioritaskan aspek CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan),” jelasnya.
Menanggapi prestasi Desa Liang Ndara, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo – Flores, Shana Fatina, mengatakan bahwa,terpilihnya Desa Liang Ndara sebagai salah satu desa wisata berkelanjutan tentu saja memberikan efek kepercayaan diri yang baik.
Shana berharap desa wisata lainnya dapat menyerap semangat dari prestasi Desa Liang Ndara yang sangat konsisten mendesain daerahnya berbasis kepariwisataan.
“Kita patut berbangga dengan prestasi ini. Kerja keras mereka selama ini yang sangat konsisten membangun desa menjadi desa wisata memberikan sebuah hasil yang baik. Salah satunya adalah mendapatkan sertifikat sebagai desa wisata berkelanjutan,” tutup Shana. (obe)







