Bank NTT Siapkan Rp 300 M Untuk 30 Ribu Hektar Lahan di Nagekeo

nagekeo panen jagung

Lecky Koli mengatakan, Program TJPS Pola Kemitraan tidak 1 Ha pun yang gagal karena semua didampingi dan dijaga oleh semua pendamping dan penyuluh serta semua sarana produksi yang disiakan adalah sarana produksi kelas premium.

“Benih betras 7 kalau di Manggarai Timur per hektarnya hari ini panen mencapai 8,4 ton, lalu pupuk non subsidi serta pestisida untuk ulat dan herbisida untuk rumput. Kita juga siapkan biaya tenaga kerja untuk semua wirausaha mandiri yang tidak memiliki akses ke pangan, kita siapkan penopangnya yaitu satu bulan setara dengan 100 kg beras sehingga wirausaha mandiri (petani) yang bersangkutan untuk keluar dari desanya untuk mencari bahan makanan tetapi pemerintah menyiapkan,” papar Lecky Koli.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Setelah panen, jagung yang dihasilkan oleh petani akan dibeli seluruhnya oleh offtaker yang datang langsung di kebun-kebun masyarakat.

“Mereka akan membeli seluruh hasil panen dengan harga minimal per kg Rp 3.200 yang merupakan harga standar nasional. Juga mereka pula yang menyiapkan benih yang kapasitas hasilnya tidak kurang dari 7 ton per Ha,” sebut Lecky Koli yang saat itu memanggil Hendrik salah satu offtaker yang mengkoordinir seluruh wilayah Flores.

Ia menambahkan, program TJPS Pola Kemitraan ini akan dibiayai oleh Bank NTT.

“Kami mengajak seluruh wirausahawan mandiri di Nagekeo agar di awal ini dimulai dengan 150 Ha menjadi titik awal untuk menyebar ke desa-desa dan kecamatan lainnya di Nagekeo dengan target mencapai 30.000 Ha,” sebutnya.

Sementara itu, Hendrik, Direktur PT Suaka Bumi Pertiwi mengatakan pihaknya yang akan membeli semua hasil jagung milik petani.

Pos terkait