“Petani di sawah dan di kebun kalau sudah malam ya pulang. Namun para nelayan yang melaut tengah malam ya kita tidak bisa prediksi. Alangkah baiknya mereka sudah terlindungi sedini mungkin,” katanya.
Tahun 2020 BPJS Ketenagakerjaan, Kabupaten Sumba Timur mencairkan klaim untuk sejumlah produk dengan total pengeluaran uang sebanyak Rp 16 miliar lebih.
Adapun akumulasi produk yang mencapai Rp 16 miliar tersebut yakni Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak Rp 15 miliar lebih, Jaminan Kematian Rp 876 juta dan untuk produk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dicairkan Rp 203 juta.
Percairan sejumlah produk ini sebagai bagian dari kontribusi mendukung ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumba Timur di tengah pandemi Covid-19.
“Justru di tengah pandemi Covid-19 ini banyak peserta kita yang mengajukan klaim dan yang paling banyak itu pada produk Jaminan Hari Tua (JHT) dan jelas kami layani dan itu hak mereka,” tegas Hayanjas.
Hayanjas sangat berharap ke depan akan mendapat dukungan dari Pemeritah Daerah, sehingga masyarakat Sumba Timur yang kategori bukan penerima upah mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. (np)







