Untuk para pihak terkait atau stekholders, aplikasi B’Pung Petani memberikan manfaat semua pihak akan mendapatkan data-data yang valid terkait pelaku usaha, jenis usaha dan produksi yang dihasilkan. Data informasi aktivitas pertanian; Bertumbuhnya industri baru, dan penentuan kebijakan pemberian modal bagi petani/peternak/wirausaha.
Ada pula manfaat lain bagi Penyuluh Pertanian yakni mereka bisa mendata kelompok tani; Mendata kebutuhan sarana produksi; Mendampingi kelompok tani hingga panen; Melaporkan hasil panen kelompok tani melalui aplikasi B’Pung Petani. Dan, Mengkonsolidasi serta melaporkan data pemasaran produk pangan. Sehingga dengan aplikasi ini terjadi Keseimbangan Permintaan dan Bahan Pangan.
Jelas bahwa kedepan permintaan pasar terhadap bahan pangan selalu dapat dipenuhi dengan mengandalkan potensi daerah Provinsi NTT. Juga Inflasi akan tetap terjaga, karena adanya keseimbangan antara Supply dan Demand.
“Jika harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan berkurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya Pendapatan/penghasilan masyarakat; Distribusi pendapatan masyarakat; Selera konsumen terhadap barang; Jumlah penduduk; Harga barang lain yang berhubungan dengan barang tersebut; Prediksi masyarakat tentang kondisi di masa yang akan datang; serta adanya barang pengganti (substitusi); juga Kegunaan akan suatu barang,”sebut Dirut Alex.
Untuk mensukseskan penerapan sistem berbasis aplikasi B’Pung Petani ini, Bank NTT tidak one man show. Melainkan berkolaborsi dengan mitra terkait, seperti bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi, tenaga Kerja dan Transmigrasi tingkat provinsi, kabupaten serta kota.







