Kelompok Tenun Ikat Tisbati Bineno, TTU Mulai Dikenal Daerah Luar

TTU kelompok tenun ikat

Menurut Tusala, potensi yang ada di kampung ini banyak sekali dan jika dikembangkan akan mendatangkan kesejahteraan pada masyarakat.

“Ini membuat saya membentuk kelompok dan saat ini sudah seperti ini. Cukup dikenal di daerah lain termasuk Bali karena ada turis asing yang sudah datang sampai gubuk di tempat ini,” jelas Jack.

Alumnus Universitas Timor Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut berharap semoga ada    pihak lain yang bersedia untuk mendukung usaha kelompok tersebut.

“Kami mengharapkan daya dukung atau sponsorship dari pihak manapun, agar budaya yang merupakan jati diri bangsa tetap dijaga dan dilestarikan.  selama ini yang kami jalani ini semua bentuknya swadaya dari seluruh anggota kelompok,” harap Jack.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tenun Tisbati Bineno, Maria Obe, menjelaskan bahwa dengan terbentuknya kelompok tenun tersebut, ada perubahan ekonomi keluarga karena hasil tenunan yang dulunya digunakan untuk kepentingan pribadi sekarang sudah ada harga jual.

“Tenun merupakan pekerjaan pokok untuk kami ibu-ibu. Kami terbantu dengan adanya kelompok ini, kain hasil tenunan kami yang dulunya hanya  dipake sendiri sekarang sudah menghasilkan uang yang banyak,” jelas Obe.

Obe menambahkan, untuk jualan mereka tetap di kampung, karena ada pengunjung dari Kefa, Kupang, Bali dan ada juga orang asing yang datang membeli.

“Kami jual di rumah kelompok karena banyak tamu yang datang beli di sini. Dari Kefa, Kupang, Bali dan juga ada orang dari luar negeri yang datang sampai sini,” kata Obe. (siu)

Pos terkait