Survai OJK, NTT 10 Besar Inklusi dan Literasi Keuangan Nasional, Ada Peran Bank NTT

Bank NTT be ju bisa
Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, memberi sambutan pada peresmian Agen Be Ju Bisa Bank NTT, Senin (30/1/2023) di Atambua

ATAMBUA kabarntt.id— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT selalu melakukan survei inklusi dan literasi keuangan secara nasional.  Dari survei yang dilakukan tiga tahun sekali itu, pada tahun 2016, Provinsi NTT masih di peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia. Atau NTT nyaris menjadi juru kunci, soal inklusi dan literasi keuangan.

“Jadi sangat rendah, baik literasi maupun inklusinya. Tapi kita bersyukur kepada Tuhan, hasil survai tahun 2019 juga masih sama. Pada tahun 2022, kita (NTT) masuk 10 besar tingkat nasional. Ini tidak kami klaim sebagai pekerjaan OJK, tidak. Itu adalah pekerjaan dari seluruh pihak termasuk Bank NTT dan lembaga lainnya termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan sebagainya,” tegas Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Japarmen Manalu, saat memberikan sambutan ketika hadir dalam peresmian Be Ju Bisa agen Laku Pandai Bank NTT Kios Elkana Atambua, Senin (31/1/2023) lalu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Hadir saat itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Stefanus Donny Heatubun, Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho serta sejumlah undangan lainnya.

Japarmen juga menegaskan bahwa dia berharap agar dengan meningkatnya literasi dan inklusi, maka ke depannya keterlibatan publik terhadap jasa-jasa industri jasa keuangan ini semata  untuk meningkatkan kesejahteraan.

Ada satu contoh nyata yang ditemukan OJK, bahwa  80 persen dari total kredit yang diberikan oleh bank-bank itu masih lebih banyak menyasar sektor  konsumtif. Dan untuk itu OJK mengharapkan agar kredit-kredit  ke depan lebih ke sektor pertanian, peternakan atau model kerja perdagangan.

“Namun tidak mengapa. Ini adalah proses dan kita memahaminya. Mudah-mudahan ke depan semakin ada semangat untuk berkembang. Tentunya dari bank juga, khususnya kepada nasabah, ini ibarat guru dan murid. Murid kalau mau naik kelas, nilai raportnya harus hitam. Jangan merah maksud saya. Kalau bank sudah beri kepercayaan untuk pinjam duit, maka harus jaga kepercayaannya supaya bisa naik kelas. Karena itu kami sangat berharap keberadaan Bank  NTT melalui Be Ju Bisa dan semua sektor bisa dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (humas bank ntt)

Pos terkait