Untuk mewujudkannya, kata Lusi, REI tidak hanya fokus pada pembangunan rumah layak huni saja, namun juga memberikan perhatian bagi pelajar karena Kota Kupang merupakan kota pelajar, demikian juga para seniman karena rumah dan hiburan merupakan sebuah estetika kehidupan .
Lusi mengingatkan para pengusaha dan developer bahwa rumah merupakan harga diri serta harkat hidup masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama warga Kota Kupang. Seluruh upaya dan bantuan para developer dengan berbagai kemudahan akan menjadi momen keberpihakan pada masyarakat kecil.
Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, dalam sambutannya mengungkapkan REI Expo ke-18 Tahun 2024 kali ini bekerja sama dengan Bank NTT untuk merumahkan masyarakat. NTT secara umum masih mengalami kesenjangan penyediaan rumah dengan total 90.538 unit rumah yang masih berstatus backlog (kesenjangan antara jumlah rumah yang telah dibangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan oleh masyarakat).
“Artinya, masih banyak orang yang ingin mempunyai rumah namun belum bisa memilikinya karena ketersediaan rumahnya belum mencukupi sehingga ini menjadi suatu pekerjaan rumah untuk REI NTT,” ungkap Bobby.
Bobby menambahkan, di Kota Kupang REI NTT memiliki kurang lebih 56 developer dengan 48 lokasi perumahan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Kupang. Total penyerapan untuk rumah subsidi lebih besar berada di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang mencapai 60 hingga 65%. Dari 22 kabupaten/kota yang ada, REI NTT baru berhasil membangun di 18 kabupaten/kota dengan penyerapan tertinggi terutama di Kota Kupang.







