Sebelumnya program BISA sudah dilakukan juga bagi usia 1000 hari hidup pertama dan para ibu hamil. Namun angka stunting masih tetap ada. Karena itu, sekarang dimulai lagi dengan sasaran bagi para remaja, agar mereka dituntun untuk memahami pola hidup sehat.
Kepada semua peserta kegiatan, Raymundus mengharapkan agar dengan adanya kegiatan ini, guru fasilitator dapat menerapkan di sekolah masing-masing untuk para remaja agar memiliki pengetahuan tentang pola hidup sehat, dengan cara mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan makan makanan yang bergizi. Dengan demikian, maka dapat mencegah dan menurunkan angka stunting di TTU.
“Kepada para kepala sekolah dan fasilitator yang hadir, masalah stunting bukan tanggung jawab Save The Children melalui program BISA saja, tetapi tanggung jawab pemerintah daerah dan kita semua, termasuk para kepala sekolah dan guru-guru,” harap Raymundus.
Sementara itu, District Senior Program Officer BISA, Dev Taunu mengatakan kegiatan tersebut merupakan sesi pertama bagi semua SMP yang ada di Kabupaten TTU dengan melibatkan 38 sekolah.
Dev menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk merefleksi tentang manfaat dari pola cuci tangan pakai sabun dan makan makanan yang bergizi di kalangan remaja, termasuk para siswa-siswi sekolah masing-masing, yang sudah pernah mengikuti kegiatan sosialisasi sebelumnya.
Karena itu Dev mengharapkan semua peserta yang terdiri dari para kepala sekolah dan fasilitator agar setelah kegiatan ini dan kembali ke sekolah masing masing dapat melakukan hasil dari kegiatan ini, yaitu dengan pola cuci tangan pakai sabun dan menerapkan makan makanan yang bergizi.







