Le Minerale Inisiasi Gerakan Ekonomi Sirkular di Pulau Komodo

Mabar Le minerale gerakan sampah

“Kami menyoroti paradigma masyarakat yang seringkali kurang tepat, terkait plastik PET seperti yang digunakan pada botol dan galon. Bahan tersebut merupakan bahan sekali pakai dan bahan yang paling ramah lingkungan,” katanya.

Sampah plastik PET tersebut, menurutnya, harus dilihat dan diperlakukan sebagai bahan baku, bukan sebagai sampah yang tidak bernilai.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Plastik PET, katanya,  dapat didaur ulang hingga 50 kali dan menghemat bahan baku produksi. Tren permintaan ekspornya terus naik.

“Karena itu kami menghimbau masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah, bekerja sama dengan bank sampah atau petugas pemilahan sampah, agar plastik tersebut menjadi sumber ekonomi berkelanjutan,” tegas Christine.

Ia berharap, kerja sama tersebut akan terus membesar, bila sinergitas tetap terjaga.  Sebab bagi dia, bukan hanya mengelola plastik sampah kemasan Le Minerale tapi juga merek-merek lain. Melalui pendekatan ekonomi sirkular yang bisa mendatangkan rejeki dan berkah.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendukung penuh atas inisiatif Gerakan Ekonomi Sirkular Pulau Komodo.

Melalui vidio singkatnya, menteri KLHK, RI Siti Nurbaya, mengajak semua pihak untuk ikut menjaga keindahan dan kelestarian alam Pulau Komodo.

“Pemerintah mendukung penuh partisipasi para penggagas konversi sampah menjadi material yang memiliki manfaat berkelanjutan, terutama bagi masyarakat dan lingkungannya,” katanya.

Pemerintah menghargai setinggi-tingginya bagi yang menggerakkan banyak orang, untuk mengurai sampah menjadi salah satu mata rantai dari konsep ekonomi sirkulasi.

Pos terkait