Yang menarik, penyerahan ijazah dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Para lulusan dibagi dalam dua ruangan. Setiap ruangan diisi 15 orang lulusan.
Penyerahan ijazah 30 lulusan prodi sejarah itu diberikan di dua tempat, yakni satu di kediamannya Mikhael Bria dan kedua di kampus STKIP yang berada di kawasan Manumuti, Betun.
Di ruangan pertama langsung dibagikan oleh Ketua Yayasan Marlilu Betun, Maria Gaudensia Bria, didampingi Ketua Bidang Akademik, Agustinus Seran.
Dan di ruangan kedua dibagikan langsung oleh Ketua STKIP, Antonius Berkanis, didampingi Ketua Badan Administrasi Akademik Kemahasiswaan, Bendiktus Bria.
Dengan penyerahan ijazah ini, Maria Gaudensia Bria selaku Ketua Yayasan STKIP Betun membantah isu yang berkembang di luar bahwa STKIP tidak jelas.
Sedangkan Ketua STKIP Betun, Antonius Berkanis, mengatakan, untuk tahun 2020 STKIP mendapat beasiswa sebanyak 60 mahasiswa semester ganjil. Terdiri terdiri dari semester tiga, lima dan tujuh.
“Sementara untuk mahasiswa baru atau semester 1 (satu) mendapatkan beasiswa sebanyak 50 orang tapi dikurangi 25 orang dan sisanya 25 orang pula,” tandasnya. (abr)







