Menanggapi hal ini, Linus berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi untuk segera mengganti bantuan tersebut dengan yang berkualitas baik.
Kebersihan lingkungan menjadi isu penting lainnya yang dibahas dalam pertemuan ini. Linus menyampaikan bahwa pemerintah kota akan meluncurkan lomba kebersihan antar-kelurahan untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.
Beberapa Ketua RT, seperti Ketua RW 003 Kelurahan Naikoten 1, melaporkan masalah penumpukan sampah akibat keterbatasan armada pengangkut.
“Kami akan menambah 10 kontainer sampah dan meningkatkan jumlah armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk mempercepat proses pengangkutan sampah,” jelas Linus.
Selain itu, Linus juga menginstruksikan agar satu armada ditempatkan di persimpangan antara Bakunase dan Air Nona untuk menangani tumpukan sampah di wilayah tersebut.
Dalam upaya meningkatkan keamanan, beberapa Ketua RT, khususnya di RT 006 Kelurahan Naikoten 1, meminta penambahan lampu jalan untuk mengurangi tindak kriminalitas di area yang minim penerangan. Linus merespons dengan komitmen untuk melakukan penggantian baterai lampu jalan secara bertahap pada tahun 2025.
Linus juga mengumumkan sejumlah program layanan publik yang sedang berjalan, seperti santunan uang duka bagi keluarga yang berduka, layanan bus gratis, serta pemantauan lahan kosong milik pemerintah untuk mencegah penggunaan liar.
Linus mengajak seluruh Ketua RT/RW untuk secara rutin mengadakan kerja bakti demi menjaga kebersihan lingkungan. “Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jadikan Kota Kupang sebagai kota yang bersih dan nyaman untuk ditinggali,” tegas Linus.







