Marius merujuk berbagai riset ilmu pengetahuan di bidang antropologi, sosiologi, gereja, bahasa serta lainnya yang dikembangkan oleh para misionaris Eropa itu pun telah menjadi literatur yang sangat membantu generasi muda baik di NTT maupun Indonesia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Karena itu, pemerintah juga berharap agar Gereja zaman sekarang juga mengikuti teladan yang dilakukan para misionaris dalam menggali dan mengembangkan potensi jemaat termasuk literasi ilmu pengetahuan.
“Sebagai gubernur, saya berharap gereja menjadi mitra utama pemerintah untuk membangun NTT. Saya berharap bahwa gereja kita di NTT dan lembaga agama lainnya bersatu padu dengan pemerintah membangun generasi muda dalam bingkai NKRI, serta menghormati perbedaan dan toleransi,” demikian Marius membacakan sambutan Gubernur.
Apresiasi yang sama juga disampaikan Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, saat memberikan sambutan. Bupati Praing menyebut Gereja Ramah Anak yang dilaunching dan diprogramkan di GKS Jemaat Manubara sejalan dengan gerakan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk mewujudkan kabupaten hingga desa yang layak anak.
Karena itu Bupati Praing menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada GKS Jemaat Manubara secara khusus, bersama seluruh Gereja yang telah dan terus terlibat dalam upaya upaya langsung mengatasi berbagai persoalan masyarakat di Sumba Timur.
Bupati Praing menyebut peran aktif Gereja menjadi ruang untuk bersinergi secara positif dengan pemerintah demi pembantu dan pencapaian kesejahteraan masyarakat di Sumba Timur.







