Timor dan Sumba Sumbang Paling Banyak Orang Bodoh dan Miskin, Ini Penjelasan Karo Humas

NTT Karo Humas1

Apa yang dikatakan Gubernur NTT terkait hal tersebut didasarkan  pada data statistik.  Berdasarkan data penduduk miskin yang dirilis BPS tahun 2019, total penduduk miskin yang ada di 10 kabupaten di dua pulau tersebut adalah  619.400 jiwa. Pulau Flores yang terdiri dari delapan kabupaten mempunyai penduduk miskin sebanyak 367.800 jiwa. Sisanya sebanyak 159.000 jiwa tersebar  di Sabu Raijua, Rote Ndao, Lembata dan Alor.

“Bila kita melihat lebih spesifik lagi data statistik BPS pada tahun 2019,  enam kabupaten dengan jumlah penduduk miskin tertinggi (dalam ribuan jiwa) masing-masing TTS 130, 3, Sumba Barat Daya 96,3, Kabupaten Kupang 92,0, Sumba Timur 77,4, Manggarai Timur 75,8, Manggarai 69,3.  Untuk 6 kabupaten dengan indeks kedalaman kemiskinan tertinggi mencakup Sumba Timur 8,57, Sumba Tengah 7,57, TTS 6,68, Sabu Raijua 6,20, Sumba Barat 5,11 dan Rote Ndao 5,08. Sementara 6 kabupaten dengan indeks keparahan kemiskinan tertinggi yakni Sumba Timur 3,14, Sumba Tengah 2,20, TTS 2,09, Sabu Raijua 1,78, Sumba Barat 1,37 dan Rote Ndao 1,33. Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dari masyarakat NTT adalah Rp 373.992 , berada di bawah batas garis kemiskinan yang ditetapkan nasional pada Maret 2020 sebesar Rp. 454.652,” papar Marius.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lebih lanjut Marius mengungkapkan, kemiskinan tidak berdiri sendiri. Kemiskinan terkait juga dengan indikator-indikator lainnya seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial budaya dan indikator lainnya.

“Orang menjadi miskin bisa karena kemampuan untuk kelola potensi dirinya kurang maksimal, atau karena sumber daya alam yang ada di sekitarnya kurang, ataupun karena tanahnya tandus sehingga tidak bisa dikelola secara manual, butuh teknologi dengan cost tinggi,” jelas Marius.

Pos terkait