YPF Salurkan 21 Ribu Buku Anak-anak dan Remaja

matim buku

BORONG kabarntt.id—Yayasan Permata Flores (YPF) menyalurkan bantuan 21 ribu buku anak-anak dan remaja di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT. Bantuan tersebut merupakan donasi yang disalurkan oleh Yayasan One Hope Indonesia.

Gong pembukaan pendistribusian buku di Kabupaten Matim diawali dari Sekolah Dasar Katolik (SDK) Jawang, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Rabu (17/11/2021).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Di sekolah yang berada di pusat Kota Borong itu, YPF menyalurkan 600 buku yang merupakan buku bacaan bagi anak sekolah dasar.

Ketua Pelaksana Harian YPF, Adrianus Kornasen, saat memberikan sambutannya ketika menyerahkan bantuan buku tersebut menjelaskan, pendistribusian buku secara gratis di sejumlah sekolah di Matim itu  sejalan dengan misi pemerintah daerah yang tengah berupaya mendorong Kabupaten Matim menjadi kabupaten literasi.

“Upaya ini tentu seirama dengan harapan Pemerintah Kabupaten Matim yang terus berupaya menjadikan Matim sebagai kabupaten literasi,” kata pria yang kerap disapa Andre Kornasen itu.

Menurut Kornasen, budaya literasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Berdasarkan database Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Indeks Kegemaran Membaca pada 2020 memberikan hasil minat baca Indonesia masuk dalam poin 55,74 atau sedang. Tentu saja hal ini menjadi refleksi bagi semua pihak untuk dapat meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kornasen  juga menyampaikan terima kasih kepada  Yayasan Sosial One Hope Indonesia, Beny Nurdin,  John Lobo dan Servantinus Mammilianus yang telah berupaya mendatangkan puluhan ribu buku ke Kabupaten Matim.

“Tentu berkat peran mereka, buku-buku ini bisa tiba di Kabupaten Matim,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Matim, Dinas Pendidikan dan jajarannya serta sivitas SDK Jawang yang turut berperan aktif dalam mengembangkan budaya  literasi di Matim mulai dari tingkat pendidikan dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Matim, Basilius Teto, yang turut hadir saat penyerahan bantuan buku tersebut menjelaskan, ada tiga tugas utama dari pemerintah sebagai fasilitator yaitu menyiapkan infrastruktur, meningkatkan mutu guru dan siswa melalui budaya literasi dan menyediakan kurikulum yang sesuai dengan kondisi pendidikan.

“Infrastruktur tak hanya soal air, listrik, dan jalan tetapi juga perkembangan teknologi, terutama yang menunjang pelaksaan pendidikan,” kata Teto.

Menurut Teto, meningkatkan budaya literasi, terutama dari tingkat pendidikan dasar saat ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik itu guru maupun para siswa.

“Atas nama Dinas Pendidikan, kami menyampaikan terima kasih kepada YPF dan teman teman media. Karena Pak Andre ini orang media, tentu ada intervensi dan peran media yang cukup besar di sana sehingga buku-buku ini bisa tiba di Matim. Terima kasih telah turut membangun Matim,” kata Teto.

Sementara Kepala SDK Jawang, Aleksius Nambung, menyampaikan terima kasih kepada YPF dan semua pihak yang telah memberikan bantuan buku- buku bacaan ke SDK Jawang.

Menurut Aleksius, untuk membangun mutu pendidikan yang baik, tidak hanya menjadi tugas guru dan pemerintah, tetapi semua pihak yang memiliki kepedulian yang sama harus bersinergi untuk mendorong literasi dan kualitas pendidikan di Kabupaten Matim yang lebih baik.

“Seperti hari ini. Ini awal yang baik untuk dunia pendidikan Kita,” kata Aleksius. (adi)

Pos terkait