Menurut Airlangga, paslon SBY-Jusuf Kalla saat itu memang tergantung dari capresnya SBY. Ketua Umum Demokrat saat itu meminang Jusuf Kalla untuk mendampinginya di Pilpres 2004.
“Ya itu kan tergantung dari presidennya. Waktu itu Presidennya Pak SBY memilih Pak Jusuf Kalla,” kata Airlangga. Kondisi itu tidak berlaku bagi KIB.
Menurutnya, KIB sudah sepakat untuk mengusung dari internal anggota koalisi.
“Ganjar kan bukan dari tiga partai ini, jadi itu sudah jelas. KTA (Kartu Tanda Anggota)-nya kan bukan dari Golkar, bukan dari PPP, bukan dari PAN. Jadi saya pikir itu sudah jelas,” tegas Airlangga. (den)







