Anita Gah Beri Pencerahan Soal Koalisi, Semua Program Dibicarakan Dengan Presiden

f34bbbb33700143f47f3888cf1f097d8542bf880b735b6d1e5e6acc2d3f9e693.0

KUPANG kabarntt.id– Politisi Partai Demokrat sekaligus anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah, menanggapi serius pernyataan Cagub NTT Ansy Lema dan Simon Petrus Kamlasi (SPK) saat debat perdana Pilgub NTT pekan lalu.

Anita menyebut Melki-Johni didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM). Di koalisi besar ini Partai Golkar mempunyai 12 menteri di Kabinet Merah Putih, Partai Demokrat 5 menteri, serta sejumlah menteri dari partai koalisi lainnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Koalisi ini, kata Anita, merupakan keunggulan dan anugerah untuk masyarakat NTT.

“Seharusnya masyarakat NTT jangan ragu-ragu memilih Pak Melki. Pak Melki didukung oleh koalisi besar. Dan semuanya duduk di menteri. Segala sesuatu dibicarakan di meja Presiden dengan para menteri. Kami DPR RI hanya memberi persetujuan anggaran. Jadi kalau ada paket lain yang bilang punya teman, kan cuma teman, tapi kamu tidak punya menteri,” kata Anita Jacoba Gah kepada wartawan, Senin (28/10/2024).

Ia menegaskan, untuk membangun sebuah daerah seperti NTT, punya teman di DPR RI saja tidak cukup. Karena setiap anggota DPR RI harus berjuang untuk Dapilnya masing-masing.

“Tidak mungkin mereka berjuang untuk NTT semua. Tidak mungkin. Tapi kalau kita berkoalisi dengan menteri, ketika Pak Melki datang, pasti menterinya lihat siapa nih? Oh Melki. Dari mana? Golkar. Oh koalisi. Ibaratnya dalam rumah tangga, ini anak kandung, ini anak luar lah,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa hubungan pertemanan dan koalisi dalam pemerintahan adalah sesuatu yang sangat berbeda jauh.

“Pimpinan partai kita semuanya duduk sama-sama Presiden. Pimpinan Golkar jadi menteri, pimpinan Demokrat jadi menteri, pimpinan Gerindra jadi menteri. Saya bilang seperti anak kandung. Setiap makan duduk satu meja. Kalau orang lain kan di luar, makan di luar. Koalisi Melki-Johni ini anugerah untuk masyarakat NTT,” tegas Anita.

Pos terkait