Sementara Ketua AMPI) NTT, Maksi Adipatipari, pada kesempatan yang sama mengakui, pengguliran wacana pembentukan petani milenial ini, gagasan awalnya dari Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena.
“Sebagai bagian dari kelompok anak muda, kami merasa tertantang untuk melakukan aksi konkrit memberdayakan ekonomi pedesaan. Setelah didiskusikan dengan sejumlah pihak dalam Golkar, gagasan kemudian mengerucut pada pembentukan kelompok petani milenial,” jelas Maksi yang kini anggota Fraksi Partai Golkar DPRD NTT.
Maksi menyebutkan sejumlah usaha pertanian yang siap didorong. Di antaranya pertanian tanaman pangan, sayuran, buah buahan, tanaman herbal, peternakan sapi, unggas, budidaya ikan air tawar hingga tanaman perkebunan.
Bantu Kaum Perempuan
Melalui rapat yang sama juga mengemuka, Golkar se- NTT pun mengupayakan bantuan khusus untuk pemberdayaan kaum perempuan. Bantuan diamaksud akan dikemas melalui koperasi perempuan di bawah koordinasi Riesta Ratna Megasari, salah seorang Wakil Ketua DPD Golkar NTT.
“Pemberdayaan khusus melalui koperasi bentukan Golkar itu, tujuan utamanya antara lain mengoptimalkan program pemerintah terkait pemberdayaan ekonomi rakyat yang melibatkan kaum perempuan,” tambah Megasari yang juga pengusaha perempuan NTT di Kupang. (fs/den)







