Dengan pemilu yang mendahulukan pemilihan legislatif dan menyusul kepala daerah, maka ini menjadi sebuah keuntungan.
Untuk pemilihan legislatif, kata Awang, semua dapil di NTT wajib menyumbang satu kursi bahkan satu fraksi.
Sementara keterwakilan perempuan hingga kini, saat ini sudah 25 persen. Nantinya, kuota untuk perempuan akan lebih maksimal. (np)







