Nasdem Tolak Koalisi Bentukan PKB, Ini Alasannya

nasdem

“Nasdem, kita ingin mau koalisi mewadahi. Koalisi itu ibarat satu wadah yang kemudian nanti kita duduk bersama-sama mencari orang yang pas, orang yang dikehendaki masyarakat, begitu,” ujarnya.

Menurut Ali, partainya menilai koalisi yang memiliki syarat patokan utama pimpinan partai harus menjadi capres hanya mementingkan ego pribadi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Padahal, menurut dia, semestinya partai politik itu mengeyampingkan hal tersebut. demi kepentingan rakyat.

“Cuma terkadang kita karena merasa berambisi, ego, kemudian mengabaikan hal-hal seperti itu,” tutur Ali.

“Jadi kalau kita mau berkoalisi, duduk bersama, kita kesampingkan kepentingan kelompok diri kita.”

Sebelumnya diberitakan KOMPAS.TV, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, mengungkapkan partainya memungkinkan untuk membentuk poros koalisi pada Pemilu 2024.

Namun, dalam koalisi tersebut, PKB menginginkan menjadi pemimpin dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang diusung sebagai calon presiden (capres).

“PKB ingin memimpin poroslah, jangan ikut terus,” kata Jazilul ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Jazilul mencontohkan, PKB juga berpotensi membentuk koalisi dengan partai politik tengah. Ia mencontohkan, misalnya Nasdem bersama PKB membentuk koalisi.

“Sangat mungkin, sangat mungkin karena PKB, partai tengah, artinya masih ada partai tengah lain misalkan Nasdem setuju jalan, jadi,” tutur Jazilul.

Demokrat Beda Pendapat

Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, mengatakan, partainya terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun.

Pos terkait