Hasilnya, nama pasangan Melki Laka Lena-Johni Asadoma dipilih oleh 37,1% respoden. “Kemudian disusul oleh pasangan Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto 32,3% lalu pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu 18,2% dan responden yang tidak menjawab 12,4%,” ujarnya.
Kemudian, lanjutnya, saat menguji kemantapan responden dalam memilih diuji dengan mengunakan pertanyaan tertutup dengan disediakan nama dari ketiga paslon dan disertai surat suara yang harus dipilih oleh responden.
Hasilnya, nama dan gambar pasangan Melki Laka Lena-Johni Asadoma dipilih sebanyak 42,7% kemudian Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dipilih sebanyak 33,9%. Lalu pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu dipilih sebanyak 20,8% dan tidak memberikan pilihan sebanyak 2,6%
Ia menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa preferensi politik responden terkait siapa pemenang pada pilgub NTT 2024 sudah dapat dipastikan akan dimenangkan oleh pasangan Melki Laka Lena-Johni Asadoma, jika merujuk hasil survei CNN terbaru.
“Jika melihat data dan trend survei yang telah kami lakukan untuk pilgub NTT ini, nampaknya kecenderungan siapa yang akan memenangkan kontestasi pilkada ini sudah terlihat jelas, dengan asumsi tanpa ada peristiwa politik yang besar dan berpengaruh,” paparnya.
Robby menambahkan, jarak tingkat keterpilihan antara pasangan Melki Laka Lena-Johni Asadoma dengan pasangan Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto terpaut hampir 8 persen.
Tentu angka ini telah melebihi angka yang tidak memilih dan angka margin of
error dari survei CNN ini. Dan itu sesuai dengan kecenderungan survei semakin dekat dengan hari pencoblosan maka semakin sedikit pemilih yang tidak memberikan pilihan,” ucapnya.







